KLH Persilahkan Gelondongan Kayu Banjir Sumatra Dimanfaatkan Pemda

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Senin, 08 Desember 2025
KLH Persilahkan Gelondongan Kayu Banjir Sumatra Dimanfaatkan Pemda

Gelondongan Kayu yang terbawa arus saat banjir di Sumut. (Foto: dok. media sosial)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kementerian Lingkungan Hidup melakukan peninjauan ke DAS Batang Toru pada Jumat (5/12) dengan mendatangi sejumlah perusahaan, antara lain PT Agincourt Resources, PT Perkebunan Nusantara III (PTPN III), dan PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE) pengembang PLTA Batang Toru.

Usai kunjungan itu, KLH/BPLH kemudian melakukan penghentian sementara perusahaan sawit, tambang dan pembangkit listrik untuk melakukan audit lingkungan.

Selain itu, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) akan memberikan panduan untuk menyelesaikan sampah dan limbah akibat banjir, termasuk memanfaatkan gelondongan kayu yang terseret air di beberapa lokasi banjir Sumatera.

"Kalau menurut saya itu kan dalam bentuk gelondongan-gelondongan kayu yang bisa dimanfaatkan. Saya tadi sampaikan pemanfaatan limbah spesifik sepanjang memang tidak bertentangan dengan tata usaha kayu yang diatur Kementerian Kehutanan maka kami memasukkan itu di dalam kategori yang bisa dimanfaatkan," kata Menteri Lingkungan Hidup (LH)/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif Faisol Nurofiq di Jakarta pada Senin (8/12).

"Nanti kami akan menyampaikan secara tertulis kepada gubernur dan bupati terdampak dari kondisi ini," tambahnya.

Baca juga:

Modus 'Pencucian Kayu' di APL Terbongkar, 12 Perusahaan Diduga Biang Kerok Banjir Sumut

Tidak hanya itu, KLH memastikan pengawasan terhadap limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) mengingat terdapat lokasi pertambangan emas di wilayah terdampak banjir termasuk yang berada di Sumatra Utara.

Sebagai salah satu langkah pencegahan dan pengawasan, Hanif menyampaikan KLH/BPLH sudah menghentikan sementara aktivitas empat perusahaan di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Toru, termasuk satu perusahaan pertambangan emas.

Penghentian sementara itu dilakukan untuk melakukan audit lingkungan, memeriksa potensi kontribusi aktivitas usaha terhadap banjir dan longsor yang terjadi di wilayah tersebut.

"Kita tidak bisa menduga-duga ya, memang water treatment-nya sangat komplit, sangat besar dan sangat profound, tapi kan perlu audit lingkungan," tuturnya.

#Banjir #Banjir Bandang #Banjir Sumatra
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Koridor 3 Kalideres Masih Banjir: Rute Utama TransJakarta Dialihkan, JAK 50 Tidak Beroperasi
Bus TransJakarta tidak melayani Halte Jembatan Gantung hingga Halte Pulo Nangka di kedua arah.
Wisnu Cipto - Sabtu, 24 Januari 2026
Koridor 3 Kalideres Masih Banjir: Rute Utama TransJakarta Dialihkan, JAK 50 Tidak Beroperasi
Indonesia
Kawasan Puncak Bogor Terus Diguyur Hujan, Bendung Katulampa Siaga 3
Petugas Bendung Katulampa terus melakukan pemantauan debit air Sungai Ciliwung seiring masih berlangsungnya hujan di wilayah hulu.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 24 Januari 2026
Kawasan Puncak Bogor Terus Diguyur Hujan, Bendung Katulampa Siaga 3
Indonesia
Pagi Ini 9 Ruas Jalan dan 90 RT di Jakarta Tergenang Banjir, Ketinggian Sampai 2,5 Meter
Ketinggian banjir di Kelurahan Cawang, Jakarta Selatan, saat ini mencapai 2,5 meter. Hal ini disebabkan meluapnya Sungai Ciliwung.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 24 Januari 2026
Pagi Ini 9 Ruas Jalan dan 90 RT di Jakarta Tergenang Banjir, Ketinggian Sampai 2,5 Meter
Indonesia
Banjir Masih Rendam Jakarta, 114 RT dan 15 Ruas Jalan Tergenang hingga Jumat (23/1) Malam
Sebanyak 114 RT dan 15 ruas jalan di Jakarta masih terendam banjir hingga Jumat (23/1) malam.
Soffi Amira - Jumat, 23 Januari 2026
Banjir Masih Rendam Jakarta, 114 RT dan 15 Ruas Jalan Tergenang hingga Jumat (23/1) Malam
Berita Foto
Melihat Banjir Setinggi 50 Sentimeter Rendam Jalan Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat
Kendaraan truk nekat menerobos banjir setinggi 50 sentimeter yang menggenangi jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, Jum'at (23/1/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 23 Januari 2026
Melihat Banjir Setinggi 50 Sentimeter Rendam Jalan Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat
Berita Foto
Sederet Sepeda Motor Nekat Terobos Banjir di Jalan Daan Mogot, Rawa Buaya, Jakarta Barat
Pengendara sepeda motor menerobos banjir setinggi 50 sentimeter yang menggenangi jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, Jum'at (23/1/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 23 Januari 2026
Sederet Sepeda Motor Nekat Terobos Banjir di Jalan Daan Mogot, Rawa Buaya, Jakarta Barat
Berita Foto
Melihat Banjir Setinggi 50 Sentimeter Genangi Jalan Daan Mogot, Taman Kota, Jakarta Barat
Sejumlah kendaraan melintasi banjir banjir setinggi 50 sentimeter genangi Jalan Daan Mogot, Kawasan Taman Kota, Cengkareng, Jakarta Barat, Jum'at (23/1/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 23 Januari 2026
Melihat Banjir Setinggi 50 Sentimeter Genangi Jalan Daan Mogot, Taman Kota, Jakarta Barat
Berita Foto
Banjir Setinggi 50 Sentimeter Genangi Kawasan Green Garden Kedoya Kebon Jeruk Jakbar
Sejumlah kendaraan melintasi banjir setinggi 30 sentimeter genangi di Jalan Panjang, Kawasan Green Garden, Kedoya, Jakarta Barat, Jum'at (23/1/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 23 Januari 2026
Banjir Setinggi 50 Sentimeter Genangi Kawasan Green Garden Kedoya Kebon Jeruk Jakbar
Indonesia
Jakarta Dikepung Cuaca Ekstrem, ASN dan Karyawan Swasta Diizinkan WFH
Cuaca ekstrem melanda Jakarta. Pemprov DKI menerapkan WFH bagi ASN dan pegawai swasta hingga 28 Januari 2026. Ini aturan lengkapnya.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 23 Januari 2026
Jakarta Dikepung Cuaca Ekstrem, ASN dan Karyawan Swasta Diizinkan WFH
Indonesia
Pemprov DKI Andalkan Saringan TB Simatupang jadi Filter Raksasa Hadang Sampah Masuk Jakarta
SSTBS diposisikan sebagai garda terdepan untuk memastikan plastik, kayu, dan limbah padat lainnya tidak melenggang bebas ke saluran air Jakarta
Angga Yudha Pratama - Jumat, 23 Januari 2026
Pemprov DKI Andalkan Saringan TB Simatupang jadi Filter Raksasa Hadang Sampah Masuk Jakarta
Bagikan