Begini Respons Pemprov Soal Tata Kota Jakarta Terburuk di Dunia

Zulfikar SyZulfikar Sy - Selasa, 24 Agustus 2021
Begini Respons Pemprov Soal Tata Kota Jakarta Terburuk di Dunia

Ilustrasi - Jalanan Jakarta. (Antara/Katriana)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI akan menyikapi penilaian platform media arsitektur Rethinking The Future yang melaporkan tata kota Jakarta merupakan paling terburuk di dunia.

Pemerintah DKI pun baru mengetahui dan mendengar informasi tersebut. Terkait nilai jeblok soal tata kota itu akan dipelajari DKI.

"Ya itu penilaian yang baru kami dengar, nanti akan kami pelajari. Apa iya Jakarta sebagai kota terburuk di dunia dalam tata kotanya, kita akan pelajari," kata Wakil Gubernur (Wagub) DKI Ahmad Riza Patria di Jakarta.

Baca Juga:

Jakarta Turun ke Level 3, Anies Ancang-ancang Sekolah Tatap Muka

Meski demikian, ucap Riza, pada prinsipnya semua gubernur dari dahulu sampai Gubernur Anies Baswedan selalu berusaha mengubah Jakarta menjadi kota yang lebih baik dari semua aspek, semua sektor termasuk tata kotanya.

"Memang tidak mudah, kita fokus pada pengendalian banjir, pada transportasi," paparnya.

Dalam penataan transportasi, DKI Jakarta selalu menyabet penghargaan dari pihak mana saja. Tapi untuk tata kota yang dinilai kurang baik, ini akan dipelajari dengan pihak-pihak terkait.

"Alhamdulillah mendapat perbaikan dari sana-sini, masalah air bersih, polusi udara, penghijauan, semuanya termasuk pendidikan, kesehatan, sekarang dituntut juga tata kota," ucapnya.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria saat meninjau lokasi vaksinasi COVID-19 bagi buruh di Pondok Kelapa, Jakarta, Sabtu (1/5/2021). ANTARA/Yogi Rachman
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria saat meninjau lokasi vaksinasi COVID-19 bagi buruh di Pondok Kelapa, Jakarta, Sabtu (1/5/2021). ANTARA/Yogi Rachman


"Tentu kita semua akan perbaiki Jakarta menjadi kota yang lebih baik sejajar dengan kota-kota besar di dunia," ungkapnya menyambungkan.

Platform media arsitektur, Rethinking The Future melaporkan 10 kota di dunia yang memiliki tata kota buruk. DKI Jakarta menempati posisi pertama.

Penilaian buruk itu dikarenakan "cacatnya" perencanaan infrastruktur.

Baca Juga:

Mendagri Izinkan Jakarta Gelar Sekolah Tatap Muka

Berikut 10 daftar negara yang memiliki tata kota buruk:

1. DKI Jakarta, Indonesia

2. Dubai, Uni Emirat Arab (UEA)

3. Brasilia, Brasil

4. Atlanta, Georgia, AS

5. Sao Paulo, Brasil

6. Boston, Massachusetts, AS

7. Missoula, Montana, AS

8. Naypyidaw, Myanmar

9. New Orleans, Louisiana, AS

10. Dhaka, Bangladesh. (Asp)

Baca Juga:

Jakarta Terima Dua Ratus Ribu Lebih Vaksin Pfizer, Begini Syarat Penerimanya

#Jakarta #Ahmad Riza Patria
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Influenza A Merebak, Dinkes Jakarta Minta Masyarakat Tidak Perlu Panik
Selain penguatan surveilans, Pemda juga memastikan kesiapan jejaring fasilitas pelayanan kesehatan,
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
Influenza A Merebak, Dinkes Jakarta Minta Masyarakat Tidak Perlu Panik
Olahraga
Lawan Arema, STY Kecewa Lagi-Lagi Laga Kandang Persija Terusir dari Jakarta Imbas Konser
Persija Jakarta terpaksa menjamu Arema FC di Stadion Patriot Bekasi imbas SUGBK dan JIS dipakai konser. Shin Tae-yong ungkap kekecewaannya!
Wisnu Cipto - Jumat, 16 Oktober 2026
Lawan Arema, STY Kecewa Lagi-Lagi Laga Kandang Persija Terusir dari Jakarta Imbas Konser
Indonesia
Angka Kemiskinan Jakarta di Bawah 4 Persen, Tapi Ketimpangan Masih Jadi Masalah
Pemprov DKI masih berupaya menekan angka gini ratio di Jakarta yang sebesar 0,435. Angka ketimpangan ini masih menjadi 'pekerjaan rumah' bagi Jakarta untuk diselesaikan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 15 Oktober 2026
Angka Kemiskinan Jakarta di Bawah 4 Persen, Tapi Ketimpangan Masih Jadi Masalah
Indonesia
Potensi Kebocoran Parkir di Jakarta Capai Rp 1,4 Triliun Per Tahun
Seluruh transaksi parkir on-street wajib menggunakan kanal pembayaran resmi yang terintegrasi dan terverifikasi, bukan rekening pribadi juru parkir.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 15 Oktober 2026
Potensi Kebocoran Parkir di Jakarta Capai Rp 1,4 Triliun Per Tahun
Berita Foto
Momen KPK Tahan Lima Tersangka Kasus Dugaan Korupsi di Lingkungan BNPB
Tersangka dan pihak swasta, Bima Setiawan (206) di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (14/10/2026)
Didik Setiawan - Kamis, 15 Oktober 2026
Momen KPK Tahan Lima Tersangka Kasus Dugaan Korupsi di Lingkungan BNPB
Berita Foto
Momen Sestama BNPB Rustian usai Menjalani Pemeriksaan KPK
Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Rustian di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (14/10/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Oktober 2026
Momen Sestama BNPB Rustian usai Menjalani Pemeriksaan KPK
Indonesia
Kekurangan Gaji 10 Bulan PJLP DKI Jakarta Janji Dibayarkan Akhir Oktober
Persoalan tersebut bermula ketika pembahasan APBD 2026 dilakukan pada 2025. Saat itu, besaran UMP Jakarta 2026 belum ditetapkan
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 14 Oktober 2026
Kekurangan Gaji 10 Bulan PJLP DKI Jakarta Janji Dibayarkan Akhir Oktober
Indonesia
Beasiswa LPDP Perdana Jakarta Bakal Diberikan ke 75 Mahasiswa di 2027, Yuk Segera Daftar!
Saat ini, Pemprov DKI Jakarta menjalankan program Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus yang menjangkau sekitar 700 ribu peserta didik.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 13 Oktober 2026
Beasiswa LPDP Perdana Jakarta Bakal Diberikan ke 75 Mahasiswa di 2027, Yuk Segera Daftar!
Berita Foto
Pemprov DKI Perluas Akses Hunian Layak lewat Pembiayaan Rumah
Suasana pemukiman padat penduduk di Kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (12/10/2026).
Didik Setiawan - Senin, 12 Oktober 2026
Pemprov DKI Perluas Akses Hunian Layak lewat Pembiayaan Rumah
Berita Foto
Kartu Pekerja Jakarta Telah Jangkau 59.000 Pekerja Sejak 2018
Sejumlah pekerja beraktivitas di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Dukuh Atas, Jakarta, Senin (12/10/2026).
Didik Setiawan - Senin, 12 Oktober 2026
Kartu Pekerja Jakarta Telah Jangkau 59.000 Pekerja Sejak 2018
Bagikan