Pandemi Corona

Begini Nasib 71 Staf Medis Asal Depok yang Sempat Kontak dengan Pasien 01 dan 02

Eddy FloEddy Flo - Rabu, 18 Maret 2020
 Begini Nasib 71 Staf Medis Asal Depok yang Sempat Kontak dengan Pasien 01 dan 02

Jubir Pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto (Foto: antaranews)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Juru bicara pemerintah penanganan covid-19, Achmad Yurianto mengatakan, saat ini kondisi sejumlah staf medis RS Mitra Keluarga yang sempat bersinggungan dengan Kasus 01 dan 02 dalam kondisi sehat.

Ke-71 orang itu memang sempat menjalani masa observasi selama 14 hari.

Baca Juga:

Puluhan Pelaku Penyebar Hoaks Corona Dijadikan Tersangka

"Mereka sudah melaksanakan tugas seperti yang sebelumnya," jelas Yuri kepada wartawan di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Rabu (18/3).

Tenaga medis dari RS Mitra Keluarga Depok dinyatakan sehat dan negatif corona
Jubir corona, Achmad Yurianto (Foto: antaranews)

Pemerintah saat ini mengumumkan kembali penambahan kasus positif virus corona di Indonesia per 18 Maret pukul 12.00 WIB. Kali ini kasus corona menyentuh 227 kasus.

Ia mengklaim, lonjakan ini adalah bentuk kelaziman.

"Pada saat ini sedang akselerasi semakin naik jumlah penderita. Ini lazim dan juga terjadi di negara lain. Dan pada saatnya nanti terjadi tidak terlalu panjang. Diharapkan bulan April akan sudah mulai terkendali," kata Yurianto.

Saat ini yang tengah dilakukan pemerintah adalah mengoptimalkan tracing.

"Kontak tracing kita lakukan makin masif jadi ditemukan. Sekarang masyarakat semakin peduli dan mau diperiksa dengan ini sarana laboratorium juga harus disesuaikan," ungkap dia.

Kini, Yurianto menyebut, ada dedikasi tiga rumah sakit swasta yang memberikan fasilitasnya khusus untuk perawatan khusus pasien Covid-19.

Baca Juga:

Sebuah Hotel Disiapkan Jadi Tempat Isolasi Orang Dalam Pengawasan Corona

"Seluruh tempat tidurnya ada 300an," kata Yuri.

Rumah sakit tersebut adalah RS Siloam Kelapa Dua, RS Mitra Keluarga Bekasi, dan RS Hermina Karawang.

"Hanya didedikasian kasus Covid-19, sementara kasus lainnya dipindahkan ke rumah sakit lainnya," pungkas Yurianto.(Knu)

Baca Juga:

Pasien Positif Corona di RSUD Moewardi Solo Tambah Satu Orang, Berstatus PDP Jadi 20 Orang

#Pasien Corona #Achmad Yurianto #Virus Corona #Rumah Sakit
Bagikan
Ditulis Oleh

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian

Berita Terkait

Indonesia
PSI Kritik Gaji Nakes Rendah, Pramono: PPPK Lebih Tinggi Dibandingkan di Rumah Sakit Swasta
"Yang di PPPK, saya mendapatkan laporan sebenarnya sudah lebih tinggi daripada rumah sakit-rumah sakit yang ada di Jakarta, kecuali di Rumah Sakit Pondok Indah,"
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 03 Maret 2026
PSI Kritik Gaji Nakes Rendah, Pramono: PPPK Lebih Tinggi Dibandingkan di Rumah Sakit Swasta
Indonesia
BPJS Nonaktif Tetap Dilayani, Pemerintah Terbitkan Aturan Larangan Rumah Sakit Tolak Pasien
Pemerintah menerbitkan aturan larangan rumah sakit yang menolak pasien BPJS nonaktif. Aturan tersebut sudah ditetapkan sejak Rabu (11/2).
Soffi Amira - Kamis, 12 Februari 2026
BPJS Nonaktif Tetap Dilayani, Pemerintah Terbitkan Aturan Larangan Rumah Sakit Tolak Pasien
Indonesia
Gus Ipul Tegaskan Rumah Sakit Dilarang Tolak Pasien BPJS PBI, Harus Utamakan Nyawa
Menteri Sosial, Syaifullah Yusuf atau Gus Ipul, menyesalkan adanya penolakan pasien BPJS PBI yang dilakukan rumah sakit.
Soffi Amira - Jumat, 06 Februari 2026
Gus Ipul Tegaskan Rumah Sakit Dilarang Tolak Pasien BPJS PBI, Harus Utamakan Nyawa
Indonesia
DPR Soroti Antrean Panjang RS Lokal, Pasien Lebih Nyaman Berobat ke Penang
Kendala utama di Indonesia bukan pada kualitas dokter, melainkan pada ekosistem layanan yang mencakup transparansi biaya dan efisiensi birokrasi
Angga Yudha Pratama - Rabu, 28 Januari 2026
DPR Soroti Antrean Panjang RS Lokal, Pasien Lebih Nyaman Berobat ke Penang
Indonesia
Sindir Kinerja Kemenkes, Komisi IX DPR Sebut Pemulihan RS Pasca Banjir Sumatra Terlalu Santai
Ninik menuntut agar standar kelayakan lingkungan rumah sakit tetap terjaga meski dalam kondisi pascabencana
Angga Yudha Pratama - Jumat, 19 Desember 2025
Sindir Kinerja Kemenkes, Komisi IX DPR Sebut Pemulihan RS Pasca Banjir Sumatra Terlalu Santai
Berita Foto
Momen Presiden Prabowo Subianto Resmikan Rumah Sakit Kardiologi Emirates Indonesia di Solo
Presiden Prabowo Subianto meresmikan Rumah Sakit Kardiologi Emirates Indonesia di kawasan Solo Technopark, Solo, Jawa Tengah, Rabu (19/11/2025).
Didik Setiawan - Rabu, 19 November 2025
Momen Presiden Prabowo Subianto Resmikan Rumah Sakit Kardiologi Emirates Indonesia di Solo
Indonesia
Presiden Prabowo Resmikan RS Kardiologi Emirates–Indonesia di Solo, Hadirkan Teknologi Medis Tercanggih
Presiden Prabowo meresmikan RS KEI di Solo, fasilitas kesehatan hasil kolaborasi Indonesia–UEA dengan teknologi medis tercanggih di Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 19 November 2025
Presiden Prabowo Resmikan RS Kardiologi Emirates–Indonesia di Solo, Hadirkan Teknologi Medis Tercanggih
Indonesia
Pramono Mulai Perintahkan Anak Buah Bikin Feasibility Study Bangun RS Tipe A di Bekas RS Sumber Waras
Dari lima temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang berdampak pada tertundanya pembangunan, tiga di antaranya sudah dipenuhi.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 27 Oktober 2025
Pramono Mulai Perintahkan Anak Buah Bikin Feasibility Study Bangun RS Tipe A di Bekas RS Sumber Waras
Indonesia
Pramono Bakal Temui Menkes Budi Sadikin, Bahas Pembangunan RS Tipe A Sumber Waras
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana menemui Menkes RI, Budi Sadikin, untuk membahas pembangunan RS Tipe A Sumber Waras.
Soffi Amira - Senin, 27 Oktober 2025
Pramono Bakal Temui Menkes Budi Sadikin, Bahas Pembangunan RS Tipe A Sumber Waras
Indonesia
Pramono Berencana Bangun Rumah Sakit Tipe A untuk Tingkatkan Pelayanan Kesehatan di Ibu Kota
Menurutnya, RSUD Cengkareng berhasil menerapkan pendekatan pelayanan yang fokus pada kenyamanan pasien
Angga Yudha Pratama - Kamis, 16 Oktober 2025
Pramono Berencana Bangun Rumah Sakit Tipe A untuk Tingkatkan Pelayanan Kesehatan di Ibu Kota
Bagikan