Bedah Kelayakan Stadion JIS Merujuk Standar FIFA

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Selasa, 13 September 2022
Bedah Kelayakan Stadion JIS Merujuk Standar FIFA

Pagar pembatas tribun utara JIS ambruk. Foto: Twitter

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kelayakan Jakarta International Stadium (JIS) menjadi perhatian publik setelah PSSI memindahkan rencana laga FIFA Matchday Timnas Indonesia kontra Curacao dari stadion termegah di Ibu Kota DKI Jakarta itu.

Gelaran sepak bola nasional yang rencananya dihelat 27 September 2022 itu akhirnya dipindah ke Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor atau Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi.

Dilansir dari BolaSkor.com, Selasa (13/9), PSSI membeberkan sejumlah alasan mengapa JIS batal menjadi rencana venue kedua Timnas Indonesia kontra Curacao. Berdasarkan hasil inspeksi tim Infrastructure Safety and Security PSSI, Stadion JIS belum memenuhi kelayakan 100 persen infrastruktur (area drop off tim, sirkulasi aktivitas terkait pertandingan di outer perimeter menumpuk di barat utara).

Baca Juga

Pemprov DKI Diminta Cek Ulang Semua Fasilitas dan Bangunan di JIS

Bahkan concourse timur belum dapat digunakan, perimeter tribune perlu pengkajian ulang, pagar perimeter di bawah concourse barat tidak kokoh) dan sarana prasarana pendukung (kantung parkir, transportasi umum, dan jalan akses menuju stadion belum sesuai standar).

"Sehingga untuk menggelar sebuah pertandingan FIFA Matchday yang mengundang animo penonton sangat banyak maka perlu dilakukan simulasi terkait jumlah penonton mulai dari 25 persen - 50 persen - 75 persen - 100 persen dari perhitungan maximum safety capacity," kata Sekjen PSSI Yunus Nusi.

Yunus menambahkan, untuk ukuran JIS yang begitu megah dengan daya tampung 80 ribu kursi, hanya bisa menampung parkir sekitar 800 unit kendaraan roda empat itu sangat riskan.

Sejumlah penonton berdiri di atas puing pagar pembatas yang roboh saat peresmian Stadion Jakarta International Stadium (JIS) di Jakarta, Minggu (24/7). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/pras.
Sejumlah penonton berdiri di atas puing pagar pembatas yang roboh saat peresmian Stadion Jakarta International Stadium (JIS) di Jakarta, Minggu (24/7). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/pras.

Padahal, jika Timnas Indonesia main, animo masyarakat untuk berduyun-duyun ke stadion sangat tinggi. Akses masuk stadion juga hanya satu pintu sehingga dikhawatirkan jika bersamaan keluar akan memakan waktu yang lama.

"Di samping itu terkait dengan plafon yang rendah karena bus tidak bisa masuk, bisa jadi bus tim tamu dan tim tuan rumah berhentinya di area umum, tidak di area sebagaimana mestinya yang sudah diatur . Nah kalau kita paksakan pasti akan menjadi catatan FIFA," imbuh Yunus.

Kendala lain adalah biaya sewa stadion yang tinggi. Tim sekelas Persija Jakarta pun lebih memilih Stadion Patriot Candrabhaga di Bekasi. Tentu juga selain karena infrastruktur yang belum memadai.

Statment PSSI ini mendapat respons negatif di masyarakat, karena mereka tahunya JIS merupakan stadion megah berstandar FIFA. Apalagi, PT Jakarta Propertindo (Jakpro) selaku konstrukor JIS membeberkan ke publik pembangunan JIS sudah sesuai arahan dan pengawasan asesor FIFA.

Jakarta International Stadium. Foto: MP/Andika Pratama

Kebetulan, BolaSkor.com pernah datang langsung meliput Persija Jakarta kontra Chonburi FC, dalam laga persahabatan bertajuk peresmian JIS.

Sebetulnya JIS sudah layak menggelar pertandingan internasional dari asesor rumput lapangan hingg penempatan zona krusial, misalnya penempatan media dan emergency medis. Ini sesuai dengan FIFA Safety and Security Regulation Stadium.

Namun JIS perlu dipoles lagi dalam hal infrastuktur penunjang. Ada beberapa aspek yang masih kurang.

Akses Transportasi Umum

JIS di bangun sebagai stadion mengikuti Eropa, di mana mengajak para penonton untuk menaiki kendaraan umum. Maka dari itu Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sudah menyiapkan armada TransJakarta yang melewati JIS.

Saat laga Persija kontra Chonburi, masih banyak penonton yang memakai kendaraan pribadi. Alhasil, banyak penonton yang parkir di wilayah Kemayoran, karena infrastuktur parkir saat itu belum memadai 100 persen.

Armada TransJakarta dari-menuju JIS baru sampai jam 22.00 WIB. Jika pertandingan sepak bola digelar malam hari, tentu ini akan menjadi pekerjaan besar. Integrasi perbaikan transportasi publik perlu memakan waktu setidaknya 3–5 tahun dengan pengujicobaan.

Bus Metrotrans melintas di kawasan Halte Jakartas International Stadium (JIS), Jakarta, Selasa (1/3/2022).. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/foc.

Parkir Kurang Memadai

Selanjutnya soal parkir, ambil contoh Persija. Manajemen Macan Kemayoran saja membeberkan alasan belum bermarkas di JIS karena salah satunya minimnya ketersediaan lahan parkir.

Dikutip dari laman resmi Persija tanggal 13 Agustus 2022, Macan Kemayoran menilai ketersediaan area parkir untuk kapasitas 82.000 penonton di dalam stadion hanya 754. Terdiri dari 21 difabel, 452 outdoor dan 7 difabel, serta 68 bus.

Sedangkan dalam FIFA Technical Recommendation Bab 3 point 3.3 halaman 58 tertera “Untuk stadion kapasitas 60 ribu harus disediakan tempat parkor untuk 10.000 mobil. Tempat parkir terpisah.”

Baca Juga

PDIP DKI Sebut Kualitas Bangunan JIS Buruk

Area Drop Off Tim hingga Ofisial

Lalu soal area drop off tim. Di mana bus tim, perangkat pertandingan, hingga ofisial tidak bisa masuk sepenuhnya ke area privat. Mereka harus turun masuk melalui pintu umum.

Padahal jelas, dalam FIFA Safety and Security Regulation Stadium Point 33 Special Security Provisions of Team, Official, and VIP/VVIP, semua tim, ofisial, dan perangkat pertandingan harus masuk melalui area privat dan steril dari khalayak umum.

“Jalan dan titik masuk/keluar untuk tim, ofisial, dan VIP/VVIP harus dipisahkan dari yang untuk penonton,” tulis FIFA.

Sejumlah penonton berdiri di pagar pembatas yang roboh saat peresmian Stadion Jakarta International Stadium (JIS) di Jakarta, Minggu( 24/7/2022). Pagar pembatas penonton zona utara JIS roboh karena tidak dapat menahan beban orang yang duduk dan bersandar di pagar tersebut. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/pras.
Sejumlah penonton berdiri di pagar pembatas yang roboh saat peresmian Stadion Jakarta International Stadium (JIS) di Jakarta, Minggu( 24/7/2022). Pagar pembatas penonton zona utara JIS roboh karena tidak dapat menahan beban orang yang duduk dan bersandar di pagar tersebut. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/pras.

Pagar Pembatas

Dalam hal ini, Persija juga beralasan mengapa belum bermarkas di JIS. Lantaran harus ada penambahan soal pagar pembatas di area penonton dan luar JIS. Ini sudah diatur dalam FIFA Safety and Security Regulation Stadium, Poin 31 Stadium Parimiters, Turnstiles, and Check Poin.

Baca Juga

JakPro Ungkap Pagar Pembatas JIS Roboh Akibat Diinjak Jakmania

“Dinding atau pagar harus menutup perimeter luar stadion. Itu harus tingginya minimal 2,5 meter dan tidak mudah ditusuk, ditembus, ditarik ke bawah, atau dilepas. Tujuannya adalah untuk mencegah dan menunda penyusup da yang tidak berwenang. Pagar keliling harus dilindungi oleh CCTV atau pos keamanan atau kombinasi keduanya.” tulis FIFA.

Sirkulasi Masuk-Keluar Penonton

Dari infrastuktur ini, merembet ke sirkulasi masuk-keluar penonton. Penyebaran akses masuk-keluar penonton bisa mengalami kendala. Setelah semua infrastuktur penunjang memadai, harus segera dilakukan uji coba sirkulasi masuk-keluar penonton dengan presentase bertahap.

Mengacu kepada FIFA Safety and Security Regulation Stadium, Poin 23 Calculating The Maximum Safe Capacity. “Kapasitas masuk adalah jumlah orang yang dapat melewati pintu putar dan/atau titik masuk terkontrol lainnya dalam jangka waktu satu jam.” tulis FIFA.

“Ini adalah jumlah orang yang dapat keluar dengan aman dari area tampilan dalam kondisi normal, dalam jangka waktu yang wajar, tidak lebih dari sepuluh menit.” lanjut FIFA.

Akses Steril Stadion

Ini sangat dibutuhkan akses steril di stadion. Sesuai FIFA Safety and Security Regulation Stadium. Namun, faktanya di JIS masih ada aktifitas lalu-lalang warga pemukiman di 0 meter stadion. Ini jelas membahayakan keselamatan bagi para tim, ofisial, dan perangkat pertandingan dari berbagai ancaman, terutama teroris.

“Tim manajemen keselamatan dan keamanan stadion, bersama dengan lembaga dan organisasi ahli yang relevan, harus menilai risiko setiap insiden yang terjadi di stadion yang dapat merugikan keselamatan dan keamanan atau mengganggu operasi normal. Dalam hubungannya dengan otoritas lokal, rencana kontinjensi harus dikembangkan untuk menentukan tindakan spesifik dan/atau mobilisasi spesialis atau sumber daya tambahan,” tulis FIFA. (*/BolaSkor.com)

Baca Juga

Penjelasan Anies hingga The Jakmania soal Pagar Pembatas Tribun Utara JIS Roboh

#Jakarta International Stadion (JIS) #Iimnas Indonesia #PSSI
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Cara Beli Tiket BIGBANG in Jakarta, VIP Membership Presale Dibuka Hari Ini
Cara beli tiket BIGBANG Jakarta 2027, jadwal VIP Membership Presale, BCA, Indosat, General On Sale, serta harga tiket konser BIGBANG.
ImanK - Kamis, 17 September 2026
Cara Beli Tiket BIGBANG in Jakarta, VIP Membership Presale Dibuka Hari Ini
Olahraga
PSSI-nya Yordania Umumkan Agenda Uji Coba Sambut Piala Asia 2027, Salah Satunya Lawan Timnas Indonesia di Amman
Laga Timnas Yordania vs Indonesia dijadwalkan digelar di Stadion Internasional Amman pada 13 November 2026.
Frengky Aruan - Jumat, 11 September 2026
PSSI-nya Yordania Umumkan Agenda Uji Coba Sambut Piala Asia 2027, Salah Satunya Lawan Timnas Indonesia di Amman
Olahraga
PSSI Tidak Ingin Partai Persija Vs Persib Ternodai, Yunus Nusi: Baru Pekan Kedua
Persija vs Persib menjadi pertandingan yang mendapat perhatian, termasuk dari FIFA dan dunia internasional.
Frengky Aruan - Kamis, 10 September 2026
PSSI Tidak Ingin Partai Persija Vs Persib Ternodai, Yunus Nusi: Baru Pekan Kedua
Olahraga
Blak-blakan Shin Tae-yong Bertemu Erick Thohir Sebagai Pelatih Persija Usai Dipecat PSSI
Pertemuan perdana Shin Tae-yong dan Erick Thohir usai drama pemecatan dari Timnas Indonesia akhirnya terjadi. Kini latih Persija Jakarta, begini respons blak-blakan STY
Angga Yudha Pratama - Selasa, 01 September 2026
Blak-blakan Shin Tae-yong Bertemu Erick Thohir Sebagai Pelatih Persija Usai Dipecat PSSI
Berita Foto
Macan Kemayoran Tampil Dominan, Persija Jakarta Tekuk Brisbane Roar FC 4-0
Selebrasi pemain Persija, Muhammad Rayhan Hannan usai kemenangan Persija atas Brisbane Roar FC di Jakarta International Stadium, Jakarta, Sabtu (29/8/2026).
Didik Setiawan - Sabtu, 29 Agustus 2026
Macan Kemayoran Tampil Dominan, Persija Jakarta Tekuk Brisbane Roar FC 4-0
Olahraga
Penggemar Rizky Ridho Jangan Panik, PSSI Sudah Pastikan Isu Dicoret dari Timnas Hoaks
PSSI menegaskan kabar Rizky Ridho dicoret dari skuad timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026 adalah hoaks.
Wisnu Cipto - Kamis, 27 Agustus 2026
Penggemar Rizky Ridho Jangan Panik, PSSI Sudah Pastikan Isu Dicoret dari Timnas Hoaks
Olahraga
PSSI Bidik Trofi FIFA ASEAN Cup 2026 Sebagai Obat Pelipur Lara Kegagalan di AFF
PSSI menargetkan Timnas Indonesia meraih gelar juara di ajang FIFA ASEAN Cup 2026. Kehadiran pemain abroad seperti Jay Idzes dan Kevin Diks jadi kunci penentu
Angga Yudha Pratama - Rabu, 26 Agustus 2026
PSSI Bidik Trofi FIFA ASEAN Cup 2026 Sebagai Obat Pelipur Lara Kegagalan di AFF
Olahraga
Kalah Mental Momok Terbesar Kegagalan Timnas Indonesia. Sport Science Solusinya?
Kalah mental masih jadi momok terbesar kegagalan sepak bola Indonesia
Wisnu Cipto - Senin, 24 Agustus 2026
Kalah Mental Momok Terbesar Kegagalan Timnas Indonesia. Sport Science Solusinya?
Olahraga
Rizky Ridho dan Nadeo Argawinata Masih Berpeluang Bela Timnas Indonesia, Begini Klarifikasi Sumardji
Klarifikasi resmi ini mematahkan isu liar di media sosial terkait kabar pencoretan dua penggawa Persija Jakarta, Rizky Ridho dan Nadeo Argawinata
Angga Yudha Pratama - Rabu, 19 Agustus 2026
Rizky Ridho dan Nadeo Argawinata Masih Berpeluang Bela Timnas Indonesia, Begini Klarifikasi Sumardji
Olahraga
Naik Meja Operasi, Marselino Ferdinan Berharap Lebih Kuat dan Kembali Beri Terbaik untuk Timnas Indonesia
Operasi lutut dijalani Marselino Ferdinan di Rumah Sakit San Juan de Dios, Sevilla, Spanyol, pada 12 Agustus 2026.
Frengky Aruan - Jumat, 14 Agustus 2026
Naik Meja Operasi, Marselino Ferdinan Berharap Lebih Kuat dan Kembali Beri Terbaik untuk Timnas Indonesia
Bagikan