Kalah Mental Momok Terbesar Kegagalan Timnas Indonesia. Sport Science Solusinya?

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Senin, 24 Agustus 2026
Kalah Mental Momok Terbesar Kegagalan Timnas Indonesia. Sport Science Solusinya?

Timnas Indonesia telan kekalahan dari Vietnam sebelum hadapi Singapura. (MP/Didik Setiawan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kalah mental masih jadi momok terbesar sepak bola Indonesia. Wakil Ketua Umum PSSI, Ratu Tisha, menegaskan stigma tersebut harus segera diakhiri.

Petinggi PSSI itu mendorong pendekatan sport science sebagai solusi agar timnas Indonesia dikenal memiliki mental baja di masa depan, bukan sekadar obrolan warung kopi.

Sport Science Jadi Jawaban

Wakil Ketua Umum PSSI Ratu Tisha saat menghadiri jumpa pers penutupan Liga Universitas Coca-Cola 2026 di Stadion PTIK, Jakarta Selatan, Minggu (23/8/2026). (ANTARA/Zaro Ezza Syachniar)
Wakil Ketua Umum PSSI Ratu Tisha saat menghadiri jumpa pers penutupan Liga Universitas Coca-Cola 2026 di Stadion PTIK, Jakarta Selatan, Minggu (23/8/2026). (ANTARA/Zaro Ezza Syachniar)

Ratu Tisha awalnya menyinggung istilah "kalah mental" masih sering muncul ketika membicarakan hasil pertandingan. Berangkat dari situ, lanjut dia, persoalan itu tidak seharusnya hanya menjadi perbincangan di tongkrongan, tetapi perlu dikaji dan dikembangkan lebih lanjut.

Kita selalu berbicara kita apa sih kurangnya kita? Kita pasti ada kurang tuh, ah kalah mental. Kita kalau lagi bicara lah ngobrol-ngobrol warung kopi itu ngobrolin seluruh pertandingan sepak bola itu kita pasti keluar kata-kata 'mental nih, mental nih'. Jadi daripada kita terus-terusan ngobrol-ngobrol aja sifatnya warung kopi, kita turn deh into scientific research,

Wakil Ketua Umum PSSI, Ratu Tisha


Liga Universitas menjadi wadah Tisha menuangkan inisiatif meruntuhkan masalah klasik Timnas Indonesia itu.

Baca juga:

Imbang Lawan Singapura, Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal AFF Back-to-Back

Menurutnya, Liga Universitas hadir sebagai laboratorium membentuk mental baja pemain bola Indonesia

Kompetisi antar kampus yang telah berakhir itu dilansir Antara, mengusung tema Football For Mental Health, menekankan bahwa kesehatan mental sama pentingnya dengan fisik.

Latihan Lapangan, Bukan Teori Kelas

Link
Skuad Timnas Indonesia. Foto: Dok. Kita Garuda

Lebih jauh, Ratu Tisha menegaskan pembentukan mental tidak cukup lewat teori di ruang kelas. Pemain harus berlatih langsung di lapangan agar terbiasa menghadapi tekanan pertandingan.

Karena itulah, lanjut dia, Liga Universitas hadir untuk melatih seorang pemain mempunyai mental kuat secara langsung.

“Yang begini nggak bisa diomongin di dalam ruang kelas. Praktiknya ada di lapangan, karena sepak bola adalah the real praktiknya,” imbuhnya.

Baca juga:

Yunus Nusi Mundur, Zainudin Amali Temani Ratu Tisha di Posisi Waketum PSSI

Ratu Tisha menambahkan aktivitas fisik dapat menjadi salah satu pendekatan untuk menjaga kesehatan mental, terlebih sepak bola memiliki berbagai aspek latihan yang dapat dikaji secara ilmiah, antara lain

  • Physical strengthening
  • Conditioning
  • Injury prevention yang perlu mengikuti perkembangan terbaru dalam football science.
  • Penerapan aturan pertandingan seperti sin bin, yang juga diterapkan di Liga Universitas, dapat diteliti untuk melihat pengaruhnya terhadap kemampuan pemain dalam mengontrol emosi saat bertanding.

Baca juga:

Timnas Indonesia Kalah Tipis dari Bulgaria, Gagal Juara FIFA Series 2026

Target 10 Tahun Mental Baja Timnas Indonesia Terbentuk

PSSI berharap pendekatan sport science ini akan berdampak terhadap mental pemain timnas Indonesia setidaknya 10 tahun mendatang.

Hingga akhirnya, sudah tidak ada lagi pembicaraan Indonesia tidak bisa meraih kemenangan karena persoalan mental.

"Kita mungkin 10 tahun dari sekarang bergosipnya itu adalah 'Wah tim Indonesia itu di mana pun main bolanya level apa pun mentalnya paling kuat'," tandas Ratu Tisha. (*)

#Tim Nasional Indonesia #Ratu Tisha #PSSI
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Olahraga
AFC Rilis Jadwal Piala Asia 2027, Catat Waktu Kick-off Timnas Indonesia
Berikut jadwal lengkap pertandingan Timnas Indonesia di Grup F Piala Asia 2027.
Yusuf Abdillah - Rabu, 21 Oktober 2026
AFC Rilis Jadwal Piala Asia 2027, Catat Waktu Kick-off Timnas Indonesia
Olahraga
Yordania Respons soal Potensi Batal Lawan Timnas Indonesia, FIFA Matchday November 2026 Terancam Berubah
Federasi Sepak Bola Yordania memantau potensi batalnya laga melawan Timnas Indonesia pada FIFA Matchday November 2026 di tengah situasi keamanan Timur Tengah.
Frengky Aruan - Selasa, 20 Oktober 2026
Yordania Respons soal Potensi Batal Lawan Timnas Indonesia, FIFA Matchday November 2026 Terancam Berubah
Olahraga
Indonesia Women's League 2026 Resmi Bergulir, Erick Thohir Bidik Piala Dunia
Liga sepak bola perempuan Tanah Air, Indonesia Women's League (IWL), telah resmi bergulir.
Yusuf Abdillah - Senin, 19 Oktober 2026
Indonesia Women's League 2026 Resmi Bergulir, Erick Thohir Bidik Piala Dunia
Olahraga
Jadwal Siaran Langsung Timnas Futsal Indonesia vs Peru di Perebutan Peringkat 5 Copa das Nacoes 2026
Timnas Futsal Indonesia akan menghadapi Peru dalam perebutan peringkat kelima Copa das Nacoes de Futsal 2026.
Yusuf Abdillah - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jadwal Siaran Langsung Timnas Futsal Indonesia vs Peru di Perebutan Peringkat 5 Copa das Nacoes 2026
Olahraga
Jelang Piala Asia 2027, PSSI Bakal Dapat Rp361 Miliar dari FIFA
FIFA mengusulkan peningkatan dana bantuan hingga 25 juta dolar AS atau sekitar Rp391 miliar untuk setiap asosiasi anggota.
Yusuf Abdillah - Jumat, 16 Oktober 2026
Jelang Piala Asia 2027, PSSI Bakal Dapat Rp361 Miliar dari FIFA
Olahraga
Tak Cukup Denda, I.League Dorong Hukuman yang Lebih Berat buat Klub yang Terlibat Kericuhan
I.League mendorong penerapan sanksi yang lebih tegas untuk mencegah kericuhan dalam kompetisi sepak bola Indonesia.
Yusuf Abdillah - Jumat, 16 Oktober 2026
Tak Cukup Denda, I.League Dorong Hukuman yang Lebih Berat buat Klub yang Terlibat Kericuhan
Olahraga
Nominasi AFC Awards 2026 Resmi Diumumkan, PSSI Masuk 1 Kategori
AFC Awards 2026 resmi umumkan daftar nominasi. Indonesia lewat PSSI masuk nominasi AFC President's Recognition Award for Grassroots Football!
Wisnu Cipto - Jumat, 16 Oktober 2026
Nominasi AFC Awards 2026 Resmi Diumumkan, PSSI Masuk 1 Kategori
Olahraga
Mengenal Demiane Agustien, Wonderkid Arsenal yang Punya Darah Indonesia
Demiane Agustien kini dikaitkan dengan naturalisasi timnas Indonesia. Wonderkid Arsenal ini punya garis keturunan Indonesia.
Soffi Amira - Kamis, 15 Oktober 2026
Mengenal Demiane Agustien, Wonderkid Arsenal yang Punya Darah Indonesia
Olahraga
Menuju Piala Dunia 2030, 10 Pemain Keturunan Dikaitkan dengan Naturalisasi Timnas Indonesia
Sebanyak 10 pemain keturunan berpotensi dinaturalisasi timnas Indonesia. Pelatih timnas Indonesia, John Herdman, sedang memantau sejumlah pemain.
Soffi Amira - Rabu, 14 Oktober 2026
Menuju Piala Dunia 2030, 10 Pemain Keturunan Dikaitkan dengan Naturalisasi Timnas Indonesia
Olahraga
Laga Timnas Indonesia vs Yordania Terancam Batal, PSSI Cari Lawan Pengganti
Laga timnas Indonesia vs Yordania kini terancam batal. PSSI pun mulai mencari lawan pengganti pada November 2026 nanti.
Soffi Amira - Rabu, 14 Oktober 2026
Laga Timnas Indonesia vs Yordania Terancam Batal, PSSI Cari Lawan Pengganti
Bagikan