MerahPutih.com - Kalah mental masih jadi momok terbesar sepak bola Indonesia. Wakil Ketua Umum PSSI, Ratu Tisha, menegaskan stigma tersebut harus segera diakhiri.
Petinggi PSSI itu mendorong pendekatan sport science sebagai solusi agar timnas Indonesia dikenal memiliki mental baja di masa depan, bukan sekadar obrolan warung kopi.
Sport Science Jadi Jawaban
Ratu Tisha awalnya menyinggung istilah "kalah mental" masih sering muncul ketika membicarakan hasil pertandingan. Berangkat dari situ, lanjut dia, persoalan itu tidak seharusnya hanya menjadi perbincangan di tongkrongan, tetapi perlu dikaji dan dikembangkan lebih lanjut.
Kita selalu berbicara kita apa sih kurangnya kita? Kita pasti ada kurang tuh, ah kalah mental. Kita kalau lagi bicara lah ngobrol-ngobrol warung kopi itu ngobrolin seluruh pertandingan sepak bola itu kita pasti keluar kata-kata 'mental nih, mental nih'. Jadi daripada kita terus-terusan ngobrol-ngobrol aja sifatnya warung kopi, kita turn deh into scientific research,
Wakil Ketua Umum PSSI, Ratu Tisha
Liga Universitas menjadi wadah Tisha menuangkan inisiatif meruntuhkan masalah klasik Timnas Indonesia itu.
Baca juga:
Imbang Lawan Singapura, Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal AFF Back-to-Back
Menurutnya, Liga Universitas hadir sebagai laboratorium membentuk mental baja pemain bola Indonesia
Kompetisi antar kampus yang telah berakhir itu dilansir Antara, mengusung tema Football For Mental Health, menekankan bahwa kesehatan mental sama pentingnya dengan fisik.
Latihan Lapangan, Bukan Teori Kelas

Skuad Timnas Indonesia. Foto: Dok. Kita Garuda
Lebih jauh, Ratu Tisha menegaskan pembentukan mental tidak cukup lewat teori di ruang kelas. Pemain harus berlatih langsung di lapangan agar terbiasa menghadapi tekanan pertandingan.
Karena itulah, lanjut dia, Liga Universitas hadir untuk melatih seorang pemain mempunyai mental kuat secara langsung.
“Yang begini nggak bisa diomongin di dalam ruang kelas. Praktiknya ada di lapangan, karena sepak bola adalah the real praktiknya,” imbuhnya.
Baca juga:
Yunus Nusi Mundur, Zainudin Amali Temani Ratu Tisha di Posisi Waketum PSSI
Ratu Tisha menambahkan aktivitas fisik dapat menjadi salah satu pendekatan untuk menjaga kesehatan mental, terlebih sepak bola memiliki berbagai aspek latihan yang dapat dikaji secara ilmiah, antara lain
- Physical strengthening
- Conditioning
- Injury prevention yang perlu mengikuti perkembangan terbaru dalam football science.
- Penerapan aturan pertandingan seperti sin bin, yang juga diterapkan di Liga Universitas, dapat diteliti untuk melihat pengaruhnya terhadap kemampuan pemain dalam mengontrol emosi saat bertanding.
Baca juga:
Timnas Indonesia Kalah Tipis dari Bulgaria, Gagal Juara FIFA Series 2026
Target 10 Tahun Mental Baja Timnas Indonesia Terbentuk
PSSI berharap pendekatan sport science ini akan berdampak terhadap mental pemain timnas Indonesia setidaknya 10 tahun mendatang.
Hingga akhirnya, sudah tidak ada lagi pembicaraan Indonesia tidak bisa meraih kemenangan karena persoalan mental.
"Kita mungkin 10 tahun dari sekarang bergosipnya itu adalah 'Wah tim Indonesia itu di mana pun main bolanya level apa pun mentalnya paling kuat'," tandas Ratu Tisha. (*)