MerahPutih.com – Kerajaan Arab Saudi resmi menetapkan Hari Raya Idul Fitri atau 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat besok, 20 Maret 2026.
Penetapan 1 Syawal itu diumumkan Mahkamah Agung Kerajaan Arab Saudi setelah memastikan Kamis (19/3) ini menjadi hari terakhir bulan Ramadan.
"Selamat Idul Fitri kepada Pelayan Dua Kota Suci, Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud, Putra Mahkota Muhammad bin Salman, serta seluruh warga negara, penduduk, dan umat Islam di dunia," tulis pernyataan resmi Mahkamah Agung Kerajaan Arab Saudi, dikutip Antara dari SPA, Kamis (19/3).
Baca juga:
Tim Hisab Rukyat Kemenag: Ketinggian Hilal di Indonesia Belum Memenuhi Kriteria
Doa untuk Umat dan Kerajaan
Mahkamah Agung juga mendoakan agar Allah SWT menerima seluruh ibadah umat Muslim selama Ramadan. Mereka juga memanjatkan doa untuk menjaga keamanan, stabilitas, dan kemakmuran Kerajaan Arab Saudi.
Penetapan Idul Fitri ini menjadi acuan bagi jutaan umat Islam di Arab Saudi dan negara-negara lain yang mengikuti keputusan otoritas keagamaan kerajaan.
Penetapan Idul Fitri sering kali berbeda antarnegara karena metode hisab dan rukyat yang digunakan. Namun, pada tahun ini mayoritas negara Muslim menetapkan Idul Fitri serentak pada Jumat, 20 Maret 2026.
Baca juga:
Sejarah Sidang Isbat di Indonesia, Paduan Jalan Tengah Hisab dan Rukyat
Hilal di Indonesia Belum Memenuhi Kriteria
Untuk Indonesia sendiri, pemerintah menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026. Pasalnya, tinggi hilal di seluruh wilayah Indonesia belum memenuhi kriteria Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS).
Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama (Kemenag) menerangkan ketinggian hilal di Indonesia berada di antara 0⁰ 54' 27" (0,91⁰) sampai 3⁰ 07' 52" (3,13⁰), dengan elongasi berada pada 4⁰ 32' 40" (4,54⁰) sampai 6⁰ 06' 11" (6,10⁰).
Merujuk kriteria MABIMS, awal bulan hijriah atau kamariah ditetapkan jika hilal memiliki tinggi minimal 3 derajat dan elongasi atau jarak sudut antara dua benda langit mencapai 6,4 derajat. (*)