SETIAP orang tua ingin anaknya tumbuh sehat dan kuat. Segala cara dilakukan orang tua agar anaknya terhindar dari berbagai macam penyakit. Namun, beberapa kemungkinan dapat menyebabkan anak jatuh sakit. Lingkungan sekitar anak mempengaruhi penyakit yang bisa diidap mereka.
Demam ringan bukanlah persoalan yang berarti bagi bayi. Apabila gejala ringan ini terjadi dalam waktu yang lama patut di waspadai. Demam secara terus menerus pada bayi bisa saja disebabkan oleh bakteri tuberculosis.
Tuberculosis merupakan penyakit yang penyebarannya melalui udara. Bakteri menyeruak dari mulut pengidap tuberculosis saat mereka sedang bicara, batuk atau bersin. Bakteri tersebut masuk ke tubuh orang sehat ketika mereka menghirup udara yang mengandung bakteri tuberculosis. Infeksi lebih mudah terjadi di ruangan tertutup daripada ruangan terbuka. Perkembangan bakteri tersebut membutuhkan waktu satu tahun sejak seseorang terpapar TB.
Lantas bisakah seorang bayi mengidap tuberculosis? Jawabannya bisa. Berikut beberapa faktor yang menyebabkan seorang anak terinfeksi tuberculosis sejak usia dini:
1. Dari Ibu
Seorang bayi dapat terinfeksi tuberculosis apabila sang ibu mengidap tuberculosis selama masa kehamilan. Penyakit tersebut diturunkan pada anak ketika anak masih di kandungan. Untung mencegahnya, si ibu perlu meminum obat anti-TB selama masa kehamilan.
2. Pengidap TB
Jika seorang bayi berdekatan dan memiliki kontak langsung dengan penderita TB, mereka dapat terinfeksi penyakit ini. Jauhkan anak dari penderita TB.
3. Meminum Susu Sapi
Bayi tidak disarankan untuk meminum susu sapi. Salah satu alasannya untuk menghindari berbagai bakteri yang mungkin terkandung di susu sapi, salah satunya bakteri TB. Bakteri tuberculosis juga dapat ditemukan di susu sapi. Untuk menghindari bakteri tuberculosis yang terdapat di susu, kita bisa merebus terlebih dahulu susu yang akan dikonsumsi atau memilih susu yang sudah dipasteurisasi.
Ketika terinfeksi bakteri tuberculosis, seorang anak akan memperlihatkan sejumlah ciri-ciri seperti batuk lebih dari dua minggu, demam setiap malam, berat badan menurun, tubuh tak berkembang, tak napsu makan, kontak dengan orang dengan TB.
Ada beberapa tes yang bisa dilakukan untuk mengetahui positif tidaknya seorang anak mengalami TB. Tes tersebut diantaranya Mantoux test, X-Ray, dan mengetes dahak.
Ketika seorang anak dinyatakan positif mengidap TB, hal yang bisa dilakukan adalah memberi pengobatan dan perawatan secara intensif. Setelah dinyatakan positif TB, hal yang bisa dilakukan adalah memberi obat selama enam bulan non stop. Dua minggu awal, sebaiknya sang anak tidak dipertemulan dengan orang lain.
Pencegahan yang bisa dilakukan adalah vaksin sesaat setelah anak lahir, pemberian asi eksklusif enam bulan setelah anak lahir, screening TB, dan menciptakan atmosfer sehat untuk anak. (avia)