Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Kesehatan

Bayi Berisiko Terkena Tuberculosis

P Suryo RP Suryo R - Senin, 14 Mei 2018
Bayi Berisiko Terkena Tuberculosis

Tuberculosis dapat menyerang bayi dan anak. (Foto: parentsneed)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SETIAP orang tua ingin anaknya tumbuh sehat dan kuat. Segala cara dilakukan orang tua agar anaknya terhindar dari berbagai macam penyakit. Namun, beberapa kemungkinan dapat menyebabkan anak jatuh sakit. Lingkungan sekitar anak mempengaruhi penyakit yang bisa diidap mereka.

Demam ringan bukanlah persoalan yang berarti bagi bayi. Apabila gejala ringan ini terjadi dalam waktu yang lama patut di waspadai. Demam secara terus menerus pada bayi bisa saja disebabkan oleh bakteri tuberculosis.

Tuberculosis merupakan penyakit yang penyebarannya melalui udara. Bakteri menyeruak dari mulut pengidap tuberculosis saat mereka sedang bicara, batuk atau bersin. Bakteri tersebut masuk ke tubuh orang sehat ketika mereka menghirup udara yang mengandung bakteri tuberculosis. Infeksi lebih mudah terjadi di ruangan tertutup daripada ruangan terbuka. Perkembangan bakteri tersebut membutuhkan waktu satu tahun sejak seseorang terpapar TB.

bayi
Segera periksa bayi jika demam tidak turun. (Foto: bounty)

Lantas bisakah seorang bayi mengidap tuberculosis? Jawabannya bisa. Berikut beberapa faktor yang menyebabkan seorang anak terinfeksi tuberculosis sejak usia dini:

1. Dari Ibu

Seorang bayi dapat terinfeksi tuberculosis apabila sang ibu mengidap tuberculosis selama masa kehamilan. Penyakit tersebut diturunkan pada anak ketika anak masih di kandungan. Untung mencegahnya, si ibu perlu meminum obat anti-TB selama masa kehamilan.

bayi
Lakukan pemeriksaan medis yang baik untuk mengetahui kondisi bayi. (Foto: pinterest)

2. Pengidap TB

Jika seorang bayi berdekatan dan memiliki kontak langsung dengan penderita TB, mereka dapat terinfeksi penyakit ini. Jauhkan anak dari penderita TB.

3. Meminum Susu Sapi

Bayi tidak disarankan untuk meminum susu sapi. Salah satu alasannya untuk menghindari berbagai bakteri yang mungkin terkandung di susu sapi, salah satunya bakteri TB. Bakteri tuberculosis juga dapat ditemukan di susu sapi. Untuk menghindari bakteri tuberculosis yang terdapat di susu, kita bisa merebus terlebih dahulu susu yang akan dikonsumsi atau memilih susu yang sudah dipasteurisasi.

Ketika terinfeksi bakteri tuberculosis, seorang anak akan memperlihatkan sejumlah ciri-ciri seperti batuk lebih dari dua minggu, demam setiap malam, berat badan menurun, tubuh tak berkembang, tak napsu makan, kontak dengan orang dengan TB.

Ada beberapa tes yang bisa dilakukan untuk mengetahui positif tidaknya seorang anak mengalami TB. Tes tersebut diantaranya Mantoux test, X-Ray, dan mengetes dahak.

Ketika seorang anak dinyatakan positif mengidap TB, hal yang bisa dilakukan adalah memberi pengobatan dan perawatan secara intensif. Setelah dinyatakan positif TB, hal yang bisa dilakukan adalah memberi obat selama enam bulan non stop. Dua minggu awal, sebaiknya sang anak tidak dipertemulan dengan orang lain.

Pencegahan yang bisa dilakukan adalah vaksin sesaat setelah anak lahir, pemberian asi eksklusif enam bulan setelah anak lahir, screening TB, dan menciptakan atmosfer sehat untuk anak. (avia)

#Bayi #Tuberkulosis
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Iftinavia Pradinantia

I am the master of my fate and the captain of my soul
Show More

Berita Terkait

Fun
Unik! Bayi Asal Wonosobo Diberi Nama Muhammad MBG Subianto, Begini Kisahnya
Bayi bernama Muhammad MBG Subianto viral di media sosial. Namanya dinilai unik dan akrab di telinga masyarakat.
Soffi Amira - Rabu, 15 Juli 2026
Unik! Bayi Asal Wonosobo Diberi Nama Muhammad MBG Subianto, Begini Kisahnya
Indonesia
Tragis, Pasangan Muda Tega Buang Bayi 4 Hari di Toilet KA Sancaka
Polresta Surakarta amankan pasangan penumpang KRL yang membuang bayi hasil hubungan gelap di toilet KA Sancaka. Pelaku dijerat pasal KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara.
Wisnu Cipto - Sabtu, 11 Juli 2026
Tragis, Pasangan Muda Tega Buang Bayi 4 Hari di Toilet KA Sancaka
Indonesia
Bayi Ditemukan di Toilet KA Sancaka Diberi Nama Bayu Nawasena Bhayangkara.
Proses penyelidikan masih terus berlangsung. Pihaknya memastikan hak bayi ini dapat terpenuhi, baik dari sisi kesehatan maupun perlindungan hukumnya
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 06 Juli 2026
Bayi Ditemukan di Toilet KA Sancaka Diberi Nama Bayu Nawasena Bhayangkara.
Indonesia
Tega! Bayi Ditinggalkan di Toilet Gerbong 3 Eksekutif KA Sancaka, Polisi Telusuri CCTV
Satreskrim Polresta Surakarta turun tangan mendalami kasus temuan bayi tersebut dengan menelusuri rekaman CCTV di dalam kereta api dan stasiun.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 05 Juli 2026
Tega! Bayi Ditinggalkan di Toilet Gerbong 3 Eksekutif KA Sancaka, Polisi Telusuri CCTV
Indonesia
Pemerintah Temukan 241.000 Kasus Tb di Indonesia Hingga 3 Mei 2026
Tercatat lebih dari 241.000 dengan inisiasi pengobatan mencapai 84 persen dari target nasional 95 persen.
Dwi Astarini - Kamis, 07 Mei 2026
Pemerintah Temukan 241.000 Kasus Tb di Indonesia Hingga 3 Mei 2026
Indonesia
Mayat Bayi Laki-laki Baru Lahir di Kali Anyar Gegerkan Warga Solo
Warga Solo digegerkan penemuan jasad bayi laki-laki baru lahir di Kali Anyar, Mojosongo. Polisi masih menyelidiki penyebab kematian dan pihak yang bertanggung jawab.
Wisnu Cipto - Kamis, 30 April 2026
Mayat Bayi Laki-laki Baru Lahir di Kali Anyar Gegerkan Warga Solo
Indonesia
Ingat Ortu, Popok Itu Jangan Bikin Kulit Bayi Irotasi
Popok tidak hanya berfungsi sebagai perlindungan dasar, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pencegahan untuk menjaga kenyamanan dan mendukung tumbuh kembang si Kecil dalam penggunaan sehari-hari.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 25 April 2026
Ingat Ortu, Popok Itu Jangan Bikin Kulit Bayi Irotasi
Indonesia
Penemuan Bayi Gegerkan Sukoharjo, Ada Surat Minta Dirawat Warga
Seorang bayi perempuan ditemukan di depan rumah warga, Sukoharjo. Kejadian itu terjadi pada Senin (20/4) pukul 06.00 WIB.
Soffi Amira - Selasa, 21 April 2026
Penemuan Bayi Gegerkan Sukoharjo, Ada Surat Minta Dirawat Warga
Indonesia
Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung, Komisi IX DPR Desak Audit Sistem Keamanan Pasien
Keamanan dan keselamatan pasien merupakan prioritas mutlak yang tidak boleh dikompromikan kelalaian sekecil apa pun.
Dwi Astarini - Rabu, 15 April 2026
Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung, Komisi IX DPR Desak Audit Sistem Keamanan Pasien
Indonesia
Jatuhi Sanksi Perawat Salah Kasih Bayi SP1, RSHS Bandung Siap Dievaluasi Kemenkes
RSHS siap menjalani evaluasi dari Kementerian Kesehatan terkait insiden salah kasih bayi.
Wisnu Cipto - Jumat, 10 April 2026
Jatuhi Sanksi Perawat Salah Kasih Bayi SP1, RSHS Bandung Siap Dievaluasi Kemenkes
Bagikan