Merahputih.com - Komisioner Bawaslu, Afifudin mencatat hingga saat ini ada 55 petugas Panwaslu yang meninggal. Selain karena kelelahan, ada juga petugas yang mengalami kekerasan dari beberapa pihak.
“Ada petugas kami yang berlumuran darah karena mengalami pengeroyokan," kata Afifudin dalam acara diskusi MNC Trijaya, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (27/4).
Ia menilai, kejadian ini menegaskan kalau aparatur penyelenggara Pemilu, netral dan tak berpihak. Kejadian seperti ini, diakuinya, tak pernah diduga sebelumnya. Karena, tugas Panwaslu adalah independen, tidak berpihak pada salah satu calon.
Dibalik itu semua, Afifudin mengakui, tidak ada persiapan tenaga medis dalam pemilu. Pasalnya, pemilu merupakan pesta demokrasi dan dilakukan dengan penuh sukacita. “Tidak dipikirkan (tenaga medis),” ucap Afifudin.
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan para petugas KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) yang meninggal dalam gelaran pemilu serentak 2019. “Dalam setiap perhelatan demokrasi, kita memberikan dua ruang kepada para petugas. Pertama, ruang apresiasi. Dan kedua, ruang kritik,” kata Afifudin yang mengenakan kemeja hitam ini.
Menurut dia, kejadian meninggalnya ratusan petugas KPPS merupakan beban yang tidak terfikir jauh sebelum pelaksanaan dilapangan. Selain itu, ditambah psikologis yang berat menghadapi berbagai kompleksitas di lapangan, menjadi penyebab kelelahan para petugas KPPS secara fisik dan psikis.
“Evaluasi dari kejadian ini mari kita bersama-sama membuat pemilu yang lebih efisien dan menggembirakan. Jangan sampai membuat banyak korban seperti pemilu sekarang,” ujar dia.
Mengenai rekruitmen petugas KPPS, Afifudin juga mengaku tidak mudah mencari petugas di usia muda. Menurut dia, tingginya masyarakat di usia lanjut yang mendaftar menjadi petugas karena jiwa patriot dan semangat nasionalisme dalam mewujudkan demokrasi yang sehat.
“Kalau dihubungkan dengan materi, saya kira mereka tidak berfikir seperti itu. Di jajaran kecamatan, ada Panwascam kami yang masih di infus, ada yang masih baru sembuh dari kecelakaan, tetapi mereka tetap melakukan tugas pengawasan,” kata Afifudin. (Knu)