MerahPutih.com - Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menegaskan prajurit TNI yang tergabung dalam Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF) di Gaza, Palestina, tidak akan terlibat dalam operasi militer maupun agenda demiliterisasi.
Sugiono menambahkan Indonesia telah menyampaikan batasan pengerahan pasukan atau national caveat kepada komando ISF.
“Kemudian kami tidak melakukan pelucutan senjata, kami tidak melakukan apa yang disebut demiliterisasi,” kata Sugiono saat memberikan keterangan pers di Washington DC, Minggu (22/2).
Baca juga:
Indonesia Ditunjuk Jadi Wakil Komandan ISF di Gaza, 8.000 TNI Berangkat
Mandat Perlindungan Sipil
Menurutnya, mandat pasukan Indonesia di Gaza sepenuhnya berfokus pada perlindungan masyarakat sipil dan dukungan kemanusiaan. Prajurit TNI hanya diperkenankan bertindak dalam koridor rule of engagement apabila menghadapi ancaman langsung.
Menlu juga menekankan, ribuan personel TNI yang akan dikirim secara bertahap bertugas menjaga keamanan warga sipil di kedua belah pihak serta mendukung distribusi bantuan kemanusiaan di wilayah terdampak konflik.
Baca juga:
Pemerintah Tegaskan Pasukan TNI di Gaza Fokus Kemanusiaan, Bukan Operasi Militer
Struktur Komando ISF
Dalam struktur ISF, Amerika Serikat bertindak sebagai komandan pasukan. Posisi tersebut diemban oleh Mayor Jenderal Jasper Jeffers dari Angkatan Bersenjata AS.
Indonesia ditunjuk sebagai Wakil Komandan ISF bidang Operasi, mendampingi dua deputi lainnya. Penunjukan ini dinilai bentuk pengakuan atas rekam jejak prajurit TNI dalam berbagai misi penjaga perdamaian dunia. (Knu)