MERAHPUTIH.COM - KUARTET instrumental asal Kabupaten Bandung, Basajan, resmi meluncurkan album debut bertajuk Béwara. Setelah memperkenalkan warna musikal mereka lewat sejumlah rilisan, album ini menjadi pernyataan menyeluruh tentang cara Basajan mengolah budaya Sunda ke dalam eksplorasi musik modern yang kaya nuansa.
Béwara berisi 10 lagu, disusun sebagai perjalanan konseptual yang berakar pada filosofi kosmologi Sunda, yakni Tri Tangtu. Konsep ini membagi album ke tiga dimensi kehidupan yang saling berkaitan: ranah spiritual, kehidupan manusia, serta refleksi terhadap akhir kehidupan.
“Béwara bukan sekadar kumpulan karya instrumental, melainkan usaha Basajan dalam merangkai cerita tentang spiritualitas, keseharian, dan perenungan hidup melalui bunyi,” ungkap Adhit, personel Basajan.
Pada bagian Buana Nyungcung, Basajan menghadirkan atmosfer sakral yang menggambarkan relasi manusia dengan Sang Hyang Kersa. Lagu-lagu seperti Wilujeng, Ageman, Nadoman, dan Pamali dikemas dengan pendekatan repetitif dan atmosferik, menciptakan ruang kontemplatif yang mendalam dan transenden.
Baca juga:
Basajan Umumkan Japan Tour 2026, Bawa Musik Sunda ke Panggung Global
Saat memasuki Buana Panca Tengah, fokus bergeser ke dinamika kehidupan sehari-hari. Lewat Uleman, Talaah, dan Sonten, Basajan merefleksikan ritme hidup manusia, mulai dari interaksi sosial hingga momen personal yang sederhana, tapi sarat makna. Nuansa groove yang lebih membumi menjadi ciri utama di bagian ini.
Sementara itu, Buana Larang menjadi ruang eksplorasi yang lebih gelap dan reflektif. Melalui lagu seperti Pileuleuyan, 1971, Panon Poe, dan Waas, Basajan mengangkat tema perpisahan, akhir, serta penerimaan terhadap kefanaan. Lapisan bunyi yang lebih eksperimental dan emosional memperkuat kesan perenungan pada fase ini.
“Album ini menegaskan posisi Basajan sebagai proyek musik yang konsisten mengolah identitas lokal dengan pendekatan kontemporer,” tambahnya.
Secara musikal, Béwara tetap berpijak pada karakter khas Basajan yang mereka sebut sebagai Priangan Psychedelic Groove—perpaduan antara ritme groovy, tekstur psikedelia, serta nuansa musik Sunda. Eksplorasi ini semakin diperkaya kontribusi Rezki Delian pada perkusi, yang menghadirkan dimensi ritmis yang lebih hidup dan dinamis sepanjang album.(Far)
Baca juga:
Basajan Angkat Tradisi Sunda lewat Single Reflektif 'Nadoman'

