Barisan Wanita Muda NU Dukung Kebiri Pelaku Paedofil

Eddy FloEddy Flo - Sabtu, 24 Oktober 2015
Barisan Wanita Muda NU Dukung Kebiri Pelaku Paedofil

Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) (Sumber: MP/Aka)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih Peristiwa - Anggia Ermarini MKM, Ketua Umum PP Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) mengungkapkan dukungannya terhadap langkah pemerintah untuk mengebiri pelaku kekerasan seksual, yang belakangan marak terjadi. Hal tersebut diungkapkan Anggia dalam pidatonya di gedung Nahdlatul Ulama, Jl Kramat Raya Jakarta (24/10).

"Kami mendukung langkah pemerintah untuk membuat Perpu tentang kejahatan seksual pada anak. Dan Fatayat NU akan berada di garda depan, untuk membela hak-hak anak indonesia, karena anak-anak Indonesia adalah anak-anak Fatayat Juga," Ujar Anggia, sesaat setelah memberikan santunan kepada puluhan anak yatim-piatu di gedung PBNU Jakarta.

Fatayat juga akan melakukan langkah kongkret dalam melakukan pendidikan alat reproduksi kepada anak sejak dini. Dengan memperkenalkan alat-alat reproduksi sebagai pendidikan seks sejak dini kepada para keluarga muda, dan juga kepada anak didik paud, binaan Fatayat di seluruh Indonesia. Anggia berharap kasus seperti ini dapat di minimalisir.

"Kalau di kebiri itu kan, lelaki juga nggak bisa berbuat apa-apa lagi kan?, makanya kita akan memberikan edukasi, khususnya khususnya para keluarga muda. Yang memang menjadi bagian dari program kami, dan lebih khusus kepada anak-anak didik kami, karena Fatayat memiliki jaringan sekolah Paud diseluruh Indonesia, jadi pengenalan organ-organ reproduksi sejak dini kepada anak itu penting, misal anak kalau sudah tau organ reproduksinya, kalau dipegang harus teriak," begitu tuturnya.

Penerapan hukum kebiri bagi pelaku pedofilian, dianggap setimpal oleh Anggia, karenanya. Fatayat NU beserta kepengurusan yang baru saja dikukuhkan pada bulan september kemarin. Akan gencar memerangi pelaku paedofilia, dan mengedukasi generasi muda, agar tidak terjebak, terhasut, apalagi sampai terjebak dalam modus operandi yang dilakukan oleh para pelaku pedofilia yang ada disekitar kita. (aka)

Baca Juga:

  1. Geram, Alexandra Gottardo Minta Pelaku Kekerasan Anak Dikebiri
  2. Kak Seto: Jangan Kebiri Predator Anak, Hukum Seumur Hidup Saja
  3. Sejumlah Negara yang Menerapkan Kebiri Pada Pelaku Paedofil
  4. Pemerintah Setuju Pelaku Paedofil Dikebiri
  5. Yohana Yembise: Kebiri Bagi Pelaku Paedofil Belum Tepat
#Kekerasan Seksual Anak #Paedofilia #Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) #Nahdlatul Ulama (NU)
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Tutup Muktamar ke-35 NU, Prabowo Sampaikan Pesan untuk Gus Kikin dan Kiai Miftach
Prabowo Subianto menutup Muktamar ke-35 NU di Jombang. Ia memberi selamat kepada Gus Kikin dan Kiai Miftach serta berpesan soal pengabdian bagi bangsa.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 31 Agustus 2026
Tutup Muktamar ke-35 NU, Prabowo Sampaikan Pesan untuk Gus Kikin dan Kiai Miftach
Indonesia
Prabowo Hadiri Penutupan Muktamar ke-35 NU, Terima Kartanu dari PBNU
Presiden Prabowo Subianto menghadiri penutupan Muktamar ke-35 NU di Jombang. Prabowo menerima Kartanu dari PBNU yang tertulis sebagai anggota seumur hidup.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 31 Agustus 2026
Prabowo Hadiri Penutupan Muktamar ke-35 NU, Terima Kartanu dari PBNU
Indonesia
Jadwal Lengkap Muktamar NU ke-35 Jombang, Presiden Prabowo Siap Buka Acara
Muktamar Ke-35 NU Tambakberas Dimulai Besok! Cek Jadwal, Agenda, dan Isu Panas di Sini
Angga Yudha Pratama - Rabu, 26 Agustus 2026
Jadwal Lengkap Muktamar NU ke-35 Jombang, Presiden Prabowo Siap Buka Acara
Indonesia
Kiai Sepuh Tebuireng Bongkar Politik Uang Jelang Muktamar NU: Bukan Isu, Ada yang Ngaku!
Menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), isu politik uang kembali mencuat.
Wisnu Cipto - Rabu, 19 Agustus 2026
Kiai Sepuh Tebuireng Bongkar Politik Uang Jelang Muktamar NU: Bukan Isu, Ada yang Ngaku!
Indonesia
Jadi Biang Kegaduhan NU, Kiai Miftah dan Gus Yahya Dinilai tak Layak Maju lagi di Muktamar
Warga NU di tingkat bawah memiliki aspirasi sederhana, yakni agar para muktamirin memilih calon pemimpin yang benar-benar mampu membawa perubahan.
Dwi Astarini - Sabtu, 08 Agustus 2026
Jadi Biang Kegaduhan NU, Kiai Miftah dan Gus Yahya Dinilai tak Layak Maju lagi di Muktamar
Indonesia
Ahmad Baso Ungkit Sejarah NU, Minta Larangan Rangkap Jabatan Dibahas di Muktamar ke-35
Ahmad Baso menilai larangan rangkap jabatan dalam ART NU perlu ditinjau kembali dan mendorong pembahasannya dalam Muktamar ke-35 NU.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 07 Agustus 2026
Ahmad Baso Ungkit Sejarah NU, Minta Larangan Rangkap Jabatan Dibahas di Muktamar ke-35
Indonesia
Jelang Muktamar NU, Guru Besar UI: Ketum PBNU Harus Miliki Program Konkret, bukan Mengawang-Awang
Organisasi sebesar NU membutuhkan kemampuan manajerial yang mampu menggerakkan perubahan secara nyata.
Dwi Astarini - Sabtu, 01 Agustus 2026
Jelang Muktamar NU, Guru Besar UI: Ketum PBNU Harus Miliki Program Konkret, bukan Mengawang-Awang
Indonesia
PDIP Menyeru ke NU untuk Tetap Jadi Penjaga Moral Bangsa, Bebas dari Kooptasi Kekuasaan
NU telah ikut membentuk DNA Indonesia bersama PNI, Muhammadiyah, dan seluruh komponen bangsa lainnya. 

Dwi Astarini - Sabtu, 25 Juli 2026
PDIP Menyeru ke NU untuk Tetap Jadi Penjaga Moral Bangsa, Bebas dari Kooptasi Kekuasaan
Indonesia
Soroti Dinamika PBNU, Cak Imin: Yang Berpolitik Silakan di Partai Saja
Cak Imin menanggapi dinamika yang terjadi di PBNU menjelang Muktamar ke-35. Ia mengatakan, bahwa yang bermain-main di NU bisa dikeluarkan.
Soffi Amira - Senin, 22 Juni 2026
Soroti Dinamika PBNU, Cak Imin: Yang Berpolitik Silakan di Partai Saja
Indonesia
PBNU Minta Jangan Hakimi Pesantren Akibat Ulah Bejat Segelintir Oknum Akibat Kasus Kekerasan Seksual
PBNU mendukung penuh langkah penegakan hukum sekaligus penguatan sistem perlindungan santri secara internal
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 30 Mei 2026
PBNU Minta Jangan Hakimi Pesantren Akibat Ulah Bejat Segelintir Oknum Akibat Kasus Kekerasan Seksual
Bagikan