MerahPutih.com - Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya akan mulai dibangun pada awal 2025, kemudian dilanjutkan tahap II pada 2026 dan operasional seluruhnya pada 2027 yang koridornya akan mencakup wilayah Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, Kota Bandung, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Sumedang.
Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Triadi Machmudin dari rencana 21 koridor saat beroperasi nanti, saat ini baru ada lima koridor yang cukup baik, seperti Dipatiukur-Jatinangor, Baleendah-BEC, Alun-alun-Padalarang, Leuwipanjang-Dago, dan Leuwipanjang-Soreang.
"Untuk tiga koridor di awal itu sudah 56 persen tepat waktu, jadi kami optimistis ini akan menjadi moda transportasi yang bermanfaat, khususnya warga Bandung Raya," ujarnya.
Terkait dengan waktu tempuh sehubungan dengan lalu lintas dan lebar jalan yang ada, Bey mengatakan, BRT itu maksimal berhenti di tiap pemberhentian dua menit, dan headway antara unit bus berdekatan agar tidak terjadi penumpukan, baik di bus atau di tempat pemberhentian.
Ke depan, infrastruktur untuk BRT Bandung Raya akan mulai dibangun pada awal tahun 2025, termasuk pusat komando operasi untuk pengaturan unit bus, perlengkapan CCTV dalam bus untuk keamanan.
Baca juga:
TransJakarta Klaim Jadi Penyedia Sistem BRT Terpanjang di Dunia
"Serta, akan dibuat sistem pembayaran terintegrasi dengan sekali bayar untuk seluruh koridor dengan dibuat titik-titik persinggungan. Anggarannya untuk infrastruktur dari Bank Dunia. Jadi tentu diharapkan masyarakat Bandung Raya berpindah kepada transportasi bus," ujarnya. (*)