Banjir Sumba Timur Hanyutkan Dua Rumah Warga

Eddy FloEddy Flo - Rabu, 20 Mei 2020
 Banjir Sumba Timur Hanyutkan Dua Rumah Warga

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati (tengah) (Foto: antaranews)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Banjir menghanyutkan dua rumah warga Dusun Benda, Desa Kaliuda, Kecamatan Pahunga, Sumba Timur. Banjir terjadi pada Rabu dini hari (20/5), pukul 02.00 WITA.

Banjir dipicu salah satunya hujan dengan intensitas tinggi sehingga debit Sungai Pangulado meluap. Selain menghanyutkan dua unit rumah, banjir juga merendam 44 unit rumah di dusun itu.

Baca Juga:

Jakarta Dikepung Banjir, Empat Pintu Air Siaga 1

"BPBD setempat melaporkan 230 jiwa mengungsi di Balai Desa Kaliuda. Mereka masih bertahan di pengungsian sementara," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati dalam keterangannya, Rabu (20/5).

Ilustrasi banjir
Ilustrasi banjir (Foto: antaranews)

Penanganan darurat telah dilakukan oleh pemerintah daerah setempat. Melalui BPBD Kabupaten Sumba Timur, tim reaksi cepat (TRC) diturunkan untuk melakukan kaji cepat. Menghindari jatuhnya korban jiwa, tim juga melakukan evakuasi warga menuju tempat yang aman.

"Pemerintah daerah membantu warga terdampak dengan bantuan logistik," ujar Raditya Jati.

BPBD melaporkan kondisi wilayah itu masih mendung dan berpotensi hujan pada pukul 14.00 waktu setempat. Banjir yang terjadi dini hari tadi berangsur surut dengan tinggi muka air sekitar 40 cm.

Baca Juga:

Gara-gara Banjir, Puluhan Jalan di Ibu Kota Rusak

Kabupaten Sumba Timur merupakan wilayah yang memiliki potensi banjir dengan kategori sedang hingga tinggi. Berdasarkan analisis InaRISK, terdapat 16 kecamatan yang berpotensi banjir dengan luas are terdampak mencapai sekitar 75 ribu hektar.

Selain luas wilayah terdampak, fasilitas publik berupa sekolah dengan jumlah 63 unit berpotensi banjir dengan kategori sedang, dan 7 lainnya pada kategori tinggi.(Pon)

Baca Juga:

Jabodetabek dan Lebak Banjir, 35.502 Warga Mengungsi

#Banjir Bandang #Banjir #BNPB #Bencana Alam
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Luas Karhutla Papua Selatan Turun Jadi 695 Hektare, BNPB Tetap Waspada
Berdasarkan data per 1 November 2026 pukul 17.00 WIB, terdapat 171 titik api dengan sekitar 253 hektare lahan yang masih belum padam.
Dwi Astarini - Senin, 02 November 2026
Luas Karhutla Papua Selatan Turun Jadi 695 Hektare, BNPB Tetap Waspada
Indonesia
Pemerintah Terapkan 8 Langkah Kesiapsiagaan Hadapi Musim Hujan 2026/2027
Mencakup pemetaan wilayah rawan bencana, penyiapan personel dan logistik, pemantauan informasi cuaca, penguatan sistem peringatan dini, hingga edukasi.
Dwi Astarini - Senin, 02 November 2026
Pemerintah Terapkan 8 Langkah Kesiapsiagaan Hadapi Musim Hujan 2026/2027
Indonesia
3 Gunung Api di Indonesia Berstatus Siaga, BNPB Minta Warga Hindari Zona Bahaya
BNPB mengingatkan bahaya Gunung Anak Krakatau, Merapi, dan Semeru yang berstatus Level III atau Siaga. Simak radius larangan aktivitasnya.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 31 Oktober 2026
3 Gunung Api di Indonesia Berstatus Siaga, BNPB Minta Warga Hindari Zona Bahaya
Indonesia
Cuaca Ekstrem Berpotensi Landa Indonesia, BNPB Petakan Wilayah Siaga dan Waspada
BNPB mengimbau masyarakat waspada banjir, angin kencang, dan longsor. Simak daftar wilayah berstatus siaga dan waspada cuaca ekstrem.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 31 Oktober 2026
Cuaca Ekstrem Berpotensi Landa Indonesia, BNPB Petakan Wilayah Siaga dan Waspada
Indonesia
Penyempitan Kali Angke Diklaim Jadi Penyebab Banjir Tangerang
Persoalan penyempitan tersebut cukup serius dan tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena berpotensi semakin memperkecil daya tampung sungai, terutama ketika debit air meningkat pada musim hujan.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 30 Oktober 2026
Penyempitan Kali Angke Diklaim Jadi Penyebab Banjir Tangerang
Indonesia
BNPB Peringatkan Hujan Lebat hingga 31 Oktober 2026, 7 Provinsi Diminta Waspada
Hujan lebat mengancam tujuh provinsi di Indonesia. BNPB memperingatkan hujan lebat terjadi hingga 31 Oktober 2026.
Soffi Amira - Jumat, 30 Oktober 2026
BNPB Peringatkan Hujan Lebat hingga 31 Oktober 2026, 7 Provinsi Diminta Waspada
Indonesia
Bibit Siklon Tropis 91B Ancam Sumatera, Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi Perlu Diwaspadai
Bibit siklon tropis 91B kini muncul di Laut Andaman, yakni dekat perairan utara Aceh. Fenomena ini berpotensi memicu hujan sedang hingga lebat.
Soffi Amira - Jumat, 30 Oktober 2026
Bibit Siklon Tropis 91B Ancam Sumatera, Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi Perlu Diwaspadai
Indonesia
Bibit Siklon Muncul, Waspadai Cuaca Ekstrem di Beberapa Provinsi Ini
Bibit siklon tropis 91B mulai terbentuk di Laut Andaman, dekat perairan utara Aceh, Kamis (29/10) dini hari.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
Bibit Siklon Muncul, Waspadai Cuaca Ekstrem di Beberapa Provinsi Ini
Indonesia
Jabar Bersiap Tetapkan Status Siaga Bencana Hidrometeorologi Sampai Maret 2027
Sebagian besar wilayah Jawa Barat mulai memasuki musim hujan pada November 2026 dengan puncak musim hujan diprakirakan Februari 2027.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 29 Oktober 2026
Jabar Bersiap Tetapkan Status Siaga Bencana Hidrometeorologi Sampai Maret 2027
Indonesia
Antisipasi Banjir, Gubernur Pramono Kebut Normalisasi Kali Mampang Segmen Poncol
Kawasan Mampang dan sekitarnya menjadi salah satu wilayah rawan banjir karena kondisi geografisnya yang berupa cekungan.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
Antisipasi Banjir, Gubernur Pramono Kebut Normalisasi Kali Mampang Segmen Poncol
Bagikan