Merahputih.com - Aroma masakan sahur yang biasanya tercium dari dapur-dapur rumah di Kebon Pala, Kampung Melayu, Jakarta Timur, berganti dengan aroma luapan air sungai. Di tengah heningnya dini hari bulan suci Ramadan, warga tidak terbangun oleh suara beduk, melainkan oleh gemericik air yang merayap masuk ke dalam ruang tamu.
Menjelang siang, pemukiman padat penduduk ini telah berubah menjadi kolam raksasa dengan kedalaman mencapai dada orang dewasa.
"Pagi ini, lalu pukul 13.00 WIB, sekarang air sudah mencapai 120 sentimeter, udah satu meter lebih," ungkap Ketua RT 13/RW 04 Kampung Melayu, Sanusi.
Baca juga:
Aksi Ditpolairud Polda Metro Terjang Banjir 50 CM Kebon Pala Jaktim Pakai Perahu
Lantai Dua Jadi Penyelamat di Tengah Nihilnya Bantuan
Meskipun genangan air terus meningkat signifikan sejak pukul 02.00 WIB, gelombang pengungsian besar-besaran belum terlihat. Sebagian besar masyarakat di RW 04 dan RW 05 memilih untuk bertahan di dalam bangunan rumah masing-masing.
Keputusan ini diambil karena mayoritas hunian di wilayah terdampak telah memiliki konstruksi dua lantai yang memungkinkan warga mengamankan diri beserta harta benda.
"Rata-rata di lantai dua semua. Jadi, barang-barang dan untuk singgah, masih ada lantai dua," jelas Sanusi.
Meski demikian, kemandirian warga ini dibarengi dengan fakta pahit mengenai distribusi logistik. Hingga kini, bantuan resmi dari pemerintah daerah belum menyentuh dapur-dapur warga yang terisolasi. Untuk urusan perut, warga masih mengandalkan sisa stok pangan mandiri atau nekat menerjang arus.
Perjuangan Ibadah dan Aksi Sigap Tim SAR
Ibadah puasa di tengah kepungan banjir menghadirkan tantangan ganda. Terbatasnya akses jalan membuat aktivitas paling sederhana seperti membeli makan sahur menjadi misi penyelamatan pribadi.
Sejumlah warga terpaksa menggunakan perahu kayu kecil hanya untuk menjangkau warung atau area yang tidak terendam.
"Kalau untuk sahur, agak terhambat juga, ya, walaupun tadi pagi masih ada yang gunakan perahu untuk beli makan sahur, tapi masih berjalan lancar ibadahnya," tambah Sanusi.
Di sisi lain, respons cepat datang dari jajaran Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Metro Jaya. Sejak pagi hari, personel kepolisian telah bersiaga dengan perlengkapan evakuasi lengkap, mulai dari perahu karet hingga life jacket. Selain evakuasi jiwa, petugas juga terlihat sibuk memindahkan sepeda motor warga ke area yang lebih tinggi guna mencegah kerusakan mesin akibat rendaman air yang semakin pekat.
Baca juga:
Air Kirim Dari Ciliwung Rendam Kawasan Kebon Pala Jakarta Sampai 130 Cm
Fokus utama petugas adalah menyelamatkan kelompok rentan dan aset warga yang terancam rusak.
"Sejak pagi, Tim SAR Ditpolairud turun ke lokasi dan melakukan aksi cepat membantu warga terdampak. Petugas telah mengevakuasi bayi dan memindahkannya ke tempat yang lebih aman," pungkas Dirpolairud Polda Metro Jaya, Kombes Mustofa.