Bandara YIA DIY Rawan Tsunami, Cemara Udang dan Pandan Laut Jadi Benteng

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Selasa, 10 Februari 2026
Bandara YIA DIY Rawan Tsunami, Cemara Udang dan Pandan Laut Jadi Benteng

Simulasi embarkasi haji yang dilakukan PT Angkasa Pura Bandara YIA di Kulon Progo, Yogyakarta, Kamis (5/2/2026). ANTARA/HO-Angkasa Pura YIA

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah mengembangkan riset dengan pendekatan Nature-based Solutions (NbS) sebagai strategi mitigasi gelombang laut ekstrem dan tsunami di kawasan Bandar Udara Internasional Yogyakarta (YIA), Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Bandara YIA memiliki tingkat risiko tinggi karena lokasinya di pesisir selatan Jawa yang berhadapan langsung dengan zona subduksi lempeng aktif.

“Bandara Internasional Yogyakarta merupakan salah satu infrastruktur strategis yang berpotensi terdampak gelombang ekstrem maupun tsunami akibat aktivitas tektonik,” kata Periset Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika BRIN, Khusnul Setia Wardani, dalam keterangannya, dikutip Media, Selasa (10/2).

Baca juga:

Tahun Ini Bandara YIA Jadi Embarkasi Keberangkatan Jemaah Haji

Pendekatan Benteng Berlapis

Khusnul menjelaskan tanggul laut alami yang dikembangkan untuk menciptakan sistem perlindungan pantai yang efektif, berkelanjutan, dan selaras dengan ekosistem pesisir. Menurut dia, perlindungan kawasan YIA memerlukan pendekatan berlapis (multi-layer defense).

“Di zona laut, groin dibangun menjorok ke arah laut untuk mengendalikan arus sejajar pantai dan pergerakan sedimen sehingga mengurangi abrasi dan melemahkan energi gelombang. Sementara itu, pantai berpasir di darat berperan sebagai peredam alami awal energi gelombang ekstrem,” paparnya.

Oleh karenanya, lanjut dia, perlindungan bandara dapat diperkuat melalui pembangunan tanggul di belakang zona vegetasi sebagai struktur hibrida pelindung terakhir. Tanggul ini juga dapat dirancang multifungsi sebagai jalan untuk meningkatkan efisiensi ruang dan konektivitas wilayah.

Baca juga:

BRIN Pimpin Tim Riset Internasional Jadikan Pisang Liar Sumber Pangan Global

Tanggul Vegetasi dan Benteng Alami

BRIN merekomendasikan elemen alam seperti gumuk pasir, vegetasi pantai, sand nourishment, dan terumbu karang. Vegetasi pantai dinilai menjadi komponen penting dalam NbS.

Cemara udang (Casuarina equisetifolia L.) dan pandan laut (Pandanus tectorius) direkomendasikan sebagai sabuk hijau pesisir yang berfungsi memperlambat aliran air, menahan sedimen, serta meredam sisa energi gelombang tsunami.

“Melalui riset ini, penerapan NbS diharapkan dapat menjadi solusi mitigasi bencana pesisir yang melindungi infrastruktur bandara, memberi manfaat bagi masyarakat sekitar, serta menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir,” tandas peneliti BRIN itu, dilansir Antara. (*)

#Tsunami #BRIN #Yogyakarta
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Berita Foto
Menyusuri Petilasan Mbah Maridjan, Mengenang Sosok Juru Kunci Merapi
Pengunjung melihat berbagai koleksi alat musik Gamelan milik Mbah Maridjan yang terdampak erupsi di Museum Mbah Maridjan Desa Kinarejo, Rabu (14/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 14 Oktober 2026
Menyusuri Petilasan Mbah Maridjan, Mengenang Sosok Juru Kunci Merapi
Berita Foto
Daya Tarik Bunker Kaliadem, Wisata Sejarah dan Alam di Lereng Gunung Merapi
Wisatawan menyusuri bagian dalam Bunker Kaliadem di Lereng Gunung Merapi, Kinarejo, Desa Hargobinangun, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (14/10/26).
Didik Setiawan - Rabu, 14 Oktober 2026
Daya Tarik Bunker Kaliadem, Wisata Sejarah dan Alam di Lereng Gunung Merapi
Berita Foto
Griya Batik Jogja: Transformasi Rumah Rampasan KPK Menjadi Ruang Pelestarian Budaya
Pengunjung berbincang dengan petugas saat kunjungan ke Griya Batik Jogja di Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (13/10/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 13 Oktober 2026
Griya Batik Jogja: Transformasi Rumah Rampasan KPK Menjadi Ruang Pelestarian Budaya
Lifestyle
Manusia Purba Obati Sakit Gigi Pakai Biji Pinang, Menenangkan Saraf
Para arkeolog dan ilmuwan internasional bersama BRIN menemukan bukti empiris praktik ini telah dilakukan sejak 25.000 tahun lalu.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Manusia Purba Obati Sakit Gigi Pakai Biji Pinang, Menenangkan Saraf
Indonesia
Tinggi Anak Krakatau Capai 150 M Setelah Erupsi, PVMBG Jamin Longsor Tidak Picu Tsunami
Tinggi Gunung Anak Krakatau capai 150 meter usai erupsi September 2026, namun dipastikan aman dari potensi tsunami.
Wisnu Cipto - Kamis, 17 September 2026
Tinggi Anak Krakatau Capai 150 M Setelah Erupsi, PVMBG Jamin Longsor Tidak Picu Tsunami
Indonesia
Tragedi KM Virgo Transport Makin Misterius, Data BRIN Tunjukkan Ombak Laut Bersahabat
BRIN merilis analisis ilmiah hilangnya KM Virgo Transport di Laut Jawa. Tinggi gelombang bukan kategori ekstrem hanya 1,5 m. Simak temuan selengkapnya di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 15 September 2026
Tragedi KM Virgo Transport Makin Misterius, Data BRIN Tunjukkan Ombak Laut Bersahabat
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pesisir Banten dan Lampung Darurat Tsunami akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau?
Banten dan Lampung darurat tsunami akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Namun, apakah informasi ini benar?
Soffi Amira - Jumat, 11 September 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Pesisir Banten dan Lampung Darurat Tsunami akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau?
Indonesia
BMKG Pastikan Selat Sunda Aman, Potensi Tsunami akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau Rendah
BMKG mengungkapkan, bahwa potensi tsunami di Selat Sunda tergolong rendah. Hal itu berdasarkan pemantauan data HF Radar.
Soffi Amira - Senin, 07 September 2026
BMKG Pastikan Selat Sunda Aman, Potensi Tsunami akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau Rendah
Indonesia
3 Teknologi untuk Rumah Tahan Gempa, dari Seismic Rubber Bearing hingga Papan Komposit Polimer
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) merilis sejumlah terobosan khusus terkait dengan kesiapan bencana dalam bentuk pembangunan rumah.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
3 Teknologi untuk Rumah Tahan Gempa, dari Seismic Rubber Bearing hingga Papan Komposit Polimer
Indonesia
Bantul Gempa Magnitudo 3,6, 20 KA Daops 6 Yogyakarta Berhenti Luar Biasa
Setelah hasil pemeriksaan oleh tim lapangan menyatakan semua lintas dan jalur KA aman, seluruh kereta api telah melanjutkan perjalanannya kembali.
Dwi Astarini - Kamis, 20 Agustus 2026
Bantul Gempa Magnitudo 3,6, 20 KA Daops 6 Yogyakarta Berhenti Luar Biasa
Bagikan