Bisnis

Balsem Otot Geliga Resmi Diekspor ke Afrika Selatan

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 25 Oktober 2023
Balsem Otot Geliga Resmi Diekspor ke Afrika Selatan

Cap Lang ekspor balsem perdana ke Afrika Selatan.(foto: Merahputih.com/Aqil Baihaqi)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

RATUSAN kotak berisi Balsem Otot Geliga dimasukkan ke peti kemas di Pabrik PT Eagle Indo Pharma, Rabu (25/10). Saat semua kotak kardus telah rampung termuat, peti kemas ditutup. Siap meluncur. Namun, sebelum peti kemas itu memulai perjalanan panjangnya ke Cape Town, Afrika Selatan, sebuah seremoni pelepasan dilakukan. Inilah penanda pengiriman perdana Balsem Otot Geliga ke Cape Town, Afrika Selatan.

Balsem Otot Geliga dari brand Cap Lang, yang juga terkenal dengan Minyak Kayu Putih Cap Lang, Balsem Lang, Minyak Angin Lang, dan GPU (Gosok Pijat Urut), telah lama dikenal masyarakat Indonesia. Saking lekatnya, produk-produk tersebut bahkan jadi andalan pertolongan pertama saat sakit.

BACA JUGA:

Piaggio Indonesia Rilis Helm Vespa Terbaru

Ini bukan kali pertama Cap Lang melakukan ekspor. Sebagai perusahaan Tanah Air, Cap Lang sudah mengirimkan produk mereka ke berbagai negara, seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kamboja, Malaysia, Singapura, Vietnam, Brunei Darussalam, Timor Leste, Papua Nugini, Amerika Serikat, Hong Kong, Taiwan, dan Australia. "Ekspor ini merupakan pencapaian yang luar biasa dan membanggakan. Ini menjadi bukti bahwa produk obat tradisional asal Indonesia dapat diterima di luar negeri dan diakui kualitasnya. Produk-produk Cap Lang diproduksi PT Eagle Indo Pharma yang telah besertifikat CPOTB dan halal,” jelas Direktur PT Borden Eagle Indonesia Budianto.

cap lang
Cap Lang sudah pernah mengekspor ke negara lain, tetapi kebanyakan ke Asia Tenggara.(foto: Merahputih.com/Aqil Baihaqi)

"Masyarakat di Afrika itu suka sekali dengan aktkvitas luar ruang jadi kami yakin produk kami akan jadi kegemaran masyarakat di sana" tambah Budianto selaku direktur pada perusahaan perdagangan untuk Cap Lang tersebut.

Produk Cap Lang yang diekspor ke Afrika Selatan saat ini baru Balsem Otot Geliga. Head of International Business of PT Eagle Indo Pharma Firman Marpaung menjelaskan ekspor ke Afrika Selatan dilakukan secara bertahap. "Penggunaan balem di negara-negara lain sudah cukup umum khususnya di Afrika Selatan. Oleh karena itulah kami melihat adanya peluang. Setelah itu, kami mengecek regulasinya lalu bertemu dengan distribution partner. Akhirnya, kami memutuskan ekspor ke sana," jelasnya saat sesi temu wartawan.

BACA JUGA:

UMKM Kuliner Sangat Penting Mengurus Sertifikasi Halal

Firman mengatakan, berdasarkan pengalaman mereka, produk balsem lebih mudah diterima. Nantinya, mereka akan mencoba mengenalkan kategori produk lain, seperti minyak kayu putih. "Karena setelah balsem masuk, produk lainnya relatif lebih mudah untuk dikenal. Itu akan mempermudah kami juga untuk menjelaskan kegunaan produk tersebut ke masyarakat," imbuhnya.

Budianto menambahkan, komposisi yang ada pada Geliga sudah disesuaikan dengan peraturan kesehatan di Afrika Selatan. "Untuk komposisi pada Geliga kita sudah sesuaikan kompisisinya mengikuti peraturan kesehatan di sana," jelas Budianto

cap lang
Proses penganggkutan kardus terakhir sebelum berangkat.(foto: Merahputih.com/Aqil Baihaqi)

Jumlah produk yang diekspor ke Afrika Selatan yakni 768 karton dengan nilai pasar USD 160 ribu atau sekitar Rp 2,5 miliar. Pengiriman ini menjadi komitmen Cap Lang untuk memperluas pasar keluar negeri.(Aqb)

BACA JUGA:

New Era Buka Gerai Terbaru di Mall Grand Indonesia

#Bisnis
Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Love to read, enjoy writing, and so in to music.

Berita Terkait

Lifestyle
'Summarecon Discovery', Pengalaman Visual Perjalanan 50 Tahun Bisnis Properti
Summarecon Discovery menampilkan perjalanan lima dekade perusahaan properti Indonesia ini.
Dwi Astarini - Jumat, 28 November 2025
'Summarecon Discovery', Pengalaman Visual Perjalanan 50 Tahun Bisnis Properti
Indonesia
Sosok Hans Patuwo yang Jebolan Universitas dan Perusahaan Ternama di AS, Calon ‘Orang Nomor Satu’ di GoTo
Pengangkatan akan diajukan dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 17 Desember 2025.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
Sosok Hans Patuwo yang Jebolan Universitas dan Perusahaan Ternama di AS, Calon ‘Orang Nomor Satu’ di GoTo
Indonesia
Alasan Prahara Banyak Startup Bangkrut & Gagal Versi BRIN
BRIN menyoroti ketidaksesuaian antara produk yang dikembangkan startup dengan kebutuhan masyarakat sebagai faktor utama.
Wisnu Cipto - Rabu, 22 Oktober 2025
Alasan Prahara Banyak Startup Bangkrut & Gagal Versi BRIN
Indonesia
FLEI 2025 Dorong Jenama Lokal Tembus Pasar Global, Kadin Sebut Potensi Ekspor maki Terbuka
Dengan peluang yang sangat potensial, ajang tahunan ini menjadi magnet bagi pelaku usaha waralaba dan kemitraan.
Dwi Astarini - Sabtu, 11 Oktober 2025
FLEI 2025 Dorong Jenama Lokal Tembus Pasar Global, Kadin Sebut Potensi Ekspor maki Terbuka
Indonesia
Dharma Jaya Catat Lonjakan Bisnis 190 Persen Sambil Jaga Ketahanan Pangan
Dharma Jaya mencatat lonjakan bisnis 190 persen sambil menjaga ketahanan pangan.
Soffi Amira - Jumat, 03 Oktober 2025
Dharma Jaya Catat Lonjakan Bisnis 190 Persen Sambil Jaga Ketahanan Pangan
ShowBiz
‘KPop Demon Hunters’ Mewarnai Lorong Camilan di Korea Selatan, dari Mi Instan hingga Cake Bikin Perusahaan Cuan Besar
Perusahaan makanan berebut menggandeng megahit Netflix tersebut.
Dwi Astarini - Rabu, 01 Oktober 2025
 ‘KPop Demon Hunters’ Mewarnai Lorong Camilan di Korea Selatan, dari Mi Instan hingga Cake Bikin Perusahaan Cuan Besar
Lifestyle
Tersangkut Kasus Pajak, Ketua Ferrari Jalani Hukuman Kerja Sosial
John Elkann dan saudara-saudaranya, Lapo dan Ginerva, akan membayar 183 juta euro atau sekira Rp 3,53 triliun kepada otoritas pajak Italia.
Dwi Astarini - Rabu, 10 September 2025
 Tersangkut Kasus Pajak, Ketua Ferrari Jalani Hukuman Kerja Sosial
Indonesia
Unsur Politis Harus Dihindari Dalam Rencana Bisnis Kopdes, Bisa Gagal Jika Ambil Alih Bisnis Eksisting
Kopdes adalah program besar yang mahal dan berisiko, sehingga pemerintah perlu test the water dengan melakukan piloting
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 Juli 2025
Unsur Politis Harus Dihindari Dalam Rencana Bisnis Kopdes, Bisa Gagal Jika Ambil Alih Bisnis Eksisting
Indonesia
Pendapatan KAI Melonjak 29 Persen, Catatkan Laba Bersih Rp 2,21 T di 2024
Sejalan dengan itu, kinerja operasional KAI terus menunjukkan tren perbaikan yang konsisten dan berkelanjutan.
Dwi Astarini - Selasa, 01 Juli 2025
Pendapatan KAI Melonjak 29 Persen, Catatkan Laba Bersih Rp 2,21 T di 2024
Indonesia
Indonesia Ingin Ada Peluang Bisnis Baru Dengan Prancis
Prancis dan Indonesia dapat memberi sumbangan yang baik kepada stabilitas geopolitik dan geo ekonomi.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Mei 2025
Indonesia Ingin Ada Peluang Bisnis Baru Dengan Prancis
Bagikan