Bali Zoo Hapus Selama Wahana Menunggang Gajah, Fokus ke Program Edukasi

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Kamis, 15 Januari 2026
Bali Zoo Hapus Selama Wahana Menunggang Gajah, Fokus ke Program Edukasi

Gajah sumatera menikmati pelepah pohon kelapa sembari berendam di kolam salah satu lembaga konservasi di Bali, Kamis (15/1/2026) ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Bali Zoo resmi menghentikan program gajah tunggang mulai 1 Januari 2026 untuk memperkuat kesejahteraan satwa, sekaligus menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Nomor 6 Tahun 2025 dari Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Kehutanan.

“Kesejahteraan satwa adalah prioritas utama kami,” kata Kepala Humas Bali Zoo, Emma Kristiana Chandra, kepada media, di Gianyar, Bali, Kamis (15/1).

Baca juga:

4 Gajah Bantu Pemulihan Bencana di Aceh, Bersihkan Sisa Kayu dan Material Berat

Wahana Naik Gajah Diganti Program Edukasi

Menurut dia, penghentian program ini diharapkan memberi ruang lebih baik bagi gajah untuk menjalani perilaku alami, interaksi sosial, serta program perawatan dan pengayaan.

Sebagai gantinya, Bali Zoo akan fokus pada edukasi konservasi, perawatan harian, dan pengalaman pengunjung yang berorientasi pada pembelajaran.

Bali Zoo menegaskan penghentian aktivitas gajah tunggang dilakukan secara permanen dengan koordinasi bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali.

Baca juga:

Sedih, Molly si Gajah Betina Bali Zoo Mati Setelah Hanyut 3 Kilometer di Sungai

83 Ekor Gajah Sumatera Hidup di Bali

Sementara itu. Kepala BKSDA Bali, Ratna Hendratmoko, menyampaikan apresiasi atas langkah Bali Zoo menghentikan program gajah tunggang secara permanen.

“Kami berikan apresiasi kepada Bali Zoo yang berinisiatif dan berkomitmen untuk menghentikan gajah tunggang per 1 Januari 2026,” tuturnya, dikutip Antara.

Berdasarkan data BKSDA Bali, terdapat 13 lembaga konservasi di Pulau Dewata, dengan lima di antaranya mengelola Gajah Sumatera. Total gajah yang dikelola mencapai 83 individu, termasuk 14 ekor di Bali Zoo (10 betina dan 4 jantan). (*)

#Gajah Sumatra #Konservasi #Bali Zoo
Bagikan
Ditulis Oleh

Wisnu Cipto

Berita Terkait

Indonesia
Bali Zoo Hapus Selama Wahana Menunggang Gajah, Fokus ke Program Edukasi
Bali Zoo resmi menghentikan program gajah tunggang mulai 1 Januari 2026. Fokus baru pada kesejahteraan satwa, edukasi konservasi, dan pengalaman pengunjung.
Wisnu Cipto - Kamis, 15 Januari 2026
Bali Zoo Hapus Selama Wahana Menunggang Gajah, Fokus ke Program Edukasi
Indonesia
Dunia Konservasi Bersukacita, 4 Harimau Sumatra Terekam Kamera di TNBT
Kamera jebak yang dipasang di Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT) berhasil merekam empat individu harimau sumatra dalam kondisi sehat.
Wisnu Cipto - Kamis, 08 Januari 2026
Dunia Konservasi Bersukacita, 4 Harimau Sumatra Terekam Kamera di TNBT
Indonesia
Rio si Bayi Panda Raksasa Lahir di TSI, Bukti Kesuksesan Upaya Konservasi
Bayi panda raksasa itu lahir pada 27 November 2025 di Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Dwi Astarini - Selasa, 09 Desember 2025
Rio si Bayi Panda Raksasa Lahir di TSI, Bukti Kesuksesan Upaya Konservasi
Indonesia
Beruang Madu Diselamatkan Dari Jerat di Jambi Lahirkan Anak, Belum Akan Dilepas Liarkan
Satwa Beruang Madu tersebut melahirkan pada 25 Agustus 2025, diketahui oleh petugas TPS dalam kondisi sehat.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 17 September 2025
Beruang Madu Diselamatkan Dari Jerat di Jambi Lahirkan Anak, Belum Akan Dilepas Liarkan
Berita Foto
Menilik Konservasi Tugu Pancoran Simbol Kemajuan Dirgantara Indonesia di Kota Jakarta
Suasana petugas menyelesaikan perbaikan saat konservasi Monumen Patung Dirgantara atau Patung Pancoran di Jalan Jenderal Gatot Subroto, Kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu (6/9/2025).
Didik Setiawan - Sabtu, 06 September 2025
Menilik Konservasi Tugu Pancoran Simbol Kemajuan Dirgantara Indonesia di Kota Jakarta
Indonesia
Sedih, Molly si Gajah Betina Bali Zoo Mati Setelah Hanyut 3 Kilometer di Sungai
Molly terempas air sungai akibat tingginya curah hujan.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 17 Desember 2024
Sedih, Molly si Gajah Betina Bali Zoo Mati Setelah Hanyut 3 Kilometer di Sungai
Indonesia
Kematian 2 Gajah Sumatra Koleksi Solo Safari Dipastikan Akibat Virus Herpes
Teka-teki matinya dua Gajah Sumatra koleksi Solo Safari akhirnya terungkap.
Wisnu Cipto - Senin, 02 September 2024
Kematian 2 Gajah Sumatra Koleksi Solo Safari Dipastikan Akibat Virus Herpes
Indonesia
2 Koleksi Gajah Sumatera Mati Mendadak, Solo Safari Tambah Dokter Hewan
Dua koleksi gajah Solo Safari yang mati bernama Inova dan Manohara, berjenis kelamin betina.
Wisnu Cipto - Rabu, 21 Agustus 2024
2 Koleksi Gajah Sumatera Mati Mendadak, Solo Safari Tambah Dokter Hewan
Indonesia
Aktor Chicco Datangi Polda Riau Minta Pengusutan Kematian Gajah Rahman
Chicco juga sempat bermalam di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN). Aktor ini melihat langsung lokasi kejadian serta kuburan gajah Rahman.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 25 Maret 2024
Aktor Chicco Datangi Polda Riau Minta Pengusutan Kematian Gajah Rahman
Indonesia
Dua Gajah Sumatera Mati Tersengat Listrik di Aceh
Merujuk daftar dari The IUCN Red List of Threatened Species, gajah sumatra hanya ditemukan di Pulau Sumatera. Hewan ini berstatus spesies terancam kritis, berisiko tinggi untuk punah di alam liar.
Wisnu Cipto - Sabtu, 16 Maret 2024
Dua Gajah Sumatera Mati Tersengat Listrik di Aceh
Bagikan