Kesehatan

Bahaya dan Cara Atasi Anyang-anyangan Kamu Wajib Tahu

P Suryo RP Suryo R - Senin, 20 Juni 2022
Bahaya dan Cara Atasi Anyang-anyangan Kamu Wajib Tahu

Anyang-anyangan dapat diatasi. (Foto: Pixabay/Tama66)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

DISURIA atau yang biasa kita sebut anyang-anyangan merupakan gangguan berupa munculnya nyeri atau perih saat sedang buang air kecil atau setelahnya. Keluhan ini biasanya dirasakan pada orang yang memiliki masalah pada saluran kemih.

Melansir dari laman Alodokter, terdapat beberapa penyakit yang dapat menimbulkan gejala berupa anyang-anyanga. Antara lain infeksi saluran kemih, infeksi kandung kemih, batu ginjal, radang prostat, kram otot kandung kemih, hingga penyakit menular seksual, seperti gonore dan klamidia. Pada wanita, keluhan sering anyang-anyangan juga bisa jadi disebabkan oleh diabetes.

Baca Juga:

Pentingnya Kombinasi Makanan Sehat Setelah Berolahraga

pipis
Dianjurkan untuk minum air putih setidaknya delapan gelas sehari. (Foto: freepik/freepik)

Keluhan nyeri saat buang air kecil juga bisa muncul setelah menjalani suatu prosedur medis, seperti sunat, pemasangan kateter, atau operasi pada saluran kemih. Meski demikian, sebagian besar kondisi anyang-anyangan merupakan gejala dari infeksi saluran kemih.

Menderita anyang-anyangan tentu sangat tidak nyaman. Selain nyeri, anyang-anyangan bisa membuat kamu bolak-balik ke kamar kecil karena ada dorongan untuk buang air kecil, meskipun urine yang keluar hanya sedikit.

Kamu tidak perlu khawatir ya. Untuk meringankan keluhan anyang-anyangan di rumah, ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan, diantaranya:

Menahan buang air kecil

Meskipun sakit, tetaplah buang air kecil saat muncul dorongan untuk pipis. Karena jika pipis ditahan, bakteri justru akan lebih mudah berkembang biak dan membuat keluhan anyang-anyangan semakin memburuk. Dengan buang air kecil, bakteri pada saluran kemih akan dikeluarkan dari tubuh melalui urine.

Perbanyak minum air putih

Kamu sangat dianjurkan untuk minum air putih setidaknya delapan gelas sehari. Selain untuk mencegah dehidrasi, banyak mengonsumsi air putih juga bisa membuat kamu lebih banyak buang air kecil. Seperti dikatakan sebelumnya, bakteri di saluran kemih akan terbuang lewat urine. Jadi, semakin banyak urine yang kamu keluarkan, maka semakin banyak pula bakteri yang terbuang.

Kompres hangat

Memberikan kompres pada area perut bagian bawah dengan handuk yang telah direndam air hangat juga bisa menjadi cara untuk meringankan anyang-anyangan. Lakukan selama 15 menit, 3-4 kali sehari, hingga anyang-anyangan terasa membaik.

Baca Juga:

Aktivitas di Rumah Jadi Lebih Sehat dengan Air Fryer

pipis
Cranberry berkhasiat meredakan gejala anyang-anyangan. (Foto: freepik/kamranaydinov)

Makanan dan minuman

Jika kamu sedang merasakan keluhan anyang-anyangan, ada beberapa jenis makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari, yaitu:

- Makanan dan minuman yang mengandung kafein, teh, dan cokelat.
- Makanan dan minuman yang mengandung pemanis buatan.
- Makanan dan minuman yang rasanya asam.
- Makanan pedas.
- Minuman beralkohol.

Karena makanan dan minuman tersebut dapat mengiritasi saluran kemih dan kandung kemih, sehingga membuat anyang-anyangan sulit membaik.

Gunakan pakaian longgar dan nyaman

Bakteri tumbuh subur di area yang lembap dan hangat. Jadi sebisa mungkin hindari menggunakan skinny jeans atau celana ketat, setidaknya sampai anyang-anyangan hilang.

Sebagai gantinya, kenakan rok atau celana yang longgar, dan kenakan pakaian dalam berbahan katun yang dapat menyerap keringat dengan baik. Dengan begitu, sirkulasi udara di area sensitif akan terjaga, sehingga pertumbuhan bakteri berkurang.

Konsumsi cranberry

Cranberry sudah digunakan sejak lama sebagai pengobatan alami untuk infeksi saluran kemih, termasuk untuk meredakan gejala anyang-anyangan. Ini karena cranberry mengandung zat yang disebut proanthocyanidins. Zat ini berfungsi mencegah bakteri penyebab infeksi menempel pada dinding saluran kemih, sehingga bisa meringankan dan mencegah keluhan anyang-anyangan.

Untuk mendapat manfaat dari cranberry tersebut, kamu bisa mengonsumsinya secara langsung atau mengolahnya menjadi jus. Kamu juga bisa mengonsumsi ekstrak cranberry yang kini sudah banyak dijual bebas.

Jika anyang-anyangan tidak juga membaik meski kamu sudah melakukan berbagai cara. Sebaiknya periksakan ke dokter urologi. Dokter akan melakukan pemeriksaan, seperti tes urine, USG, atau foto Rontgen saluran kemih, untuk menentukan penyebabnya.

Jika anyang-anyangan disebabkan oleh infeksi bakteri, dokter biasanya akan meresepkan obat antibiotik. Untuk mengatasi rasa sakitnya, dokter biasanya memberikan obat pereda nyeri, seperti ibuprofen, diclofenac, atau asam mefenamat. (DGS)

Baca Juga:

Dampak Buruk Kaki Terlalu Sering Menggunakan Sandal Jepit

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Indonesia
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sekolah diminta tidak menjalankan aktivitas luar ruangan seolah kualitas udara dalam kondisi normal.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Indonesia
Presiden Prabowo Perintahkan Persingkat Antrean Layanan BPJS
Selain itu tidak boleh ada lagi diskriminasi pelayanan antara peserta BPJS Kesehatan dan pasien non-BPJS.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Presiden Prabowo Perintahkan Persingkat Antrean Layanan BPJS
Indonesia
Program Ambulans Udara Mulai Diujicobakan Pakai Helikopter
Pemerintah telah melakukan uji coba melalui latihan evakuasi medis menggunakan helikopter di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 28 September 2026
Program Ambulans Udara Mulai Diujicobakan Pakai Helikopter
Tekno
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'
Tren olahraga ekstrem seperti lari dan Hyrox kian marak, namun fenomena mendadak atlet tanpa cek kesehatan justru memicu risiko fatal henti jantung!
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'
Bagikan