MerahPutih.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berencana mengundang Partai Gerindra pada pekan pertama bulan Desember membahas uji kelayakan dan kepatutan bakal calon Wakil Gubernur DKI Jakarta.
"Kemudian juga akan mengundang gerindra ke PKS untuk menindaklanjuti termasuk terkait dengan fit and proper test," kata Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta, Abdurrahman Suhaimi di gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Selasa (27/11) malam.
Lebih lanjut, Suhaimi menuturkan, pihaknya juga akan melobi Gerindra terkait untuk tidak adanya uji kelayakan dan kepatutan. Sebab, PKS menyebut bahwa badan tim seleksi Wagub tak penting.
"Ya nanti kan silahturahmi itu mudah-mudahan ada solusinya," jelas Suhaimi.
Hingga saat ini, sambung dia, nama tim seleksi DKI 2 dari PKS masih sama seperti yang diajukan awal yakni Ketua Umum DPW PKS Syakir Purnomo dan Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta, Abdurrahman Suhaimi.
"Saya dan pak Syakir belum ada SKnya," tuturnya.
Seperti diketahui, belum adanya Wakil Gubernur DKI Jakarta membuat Kementerian Dalam Negeri melalui Direktur Jenderal Otonomi daerah Kemendagri, Soni Sumarsono menegur Gubernur DKI Anies Baswedan dan Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi.
Dalam surat 122.31/8779/OTDA yang dikirimkan Kemendagri, Anies dan Prasetio diminta segera cari pengganti Sandiaga Uno.
"Karena DKI Jakarta merupakan ibu kota negara sebagai pusat pemerintahan dengan dinamika pemerintahan yang sangat tinggi, disarankan untuk segera melaksanakan pengisian jabatan wakil gubernur tersebut," kata Soni dalam suratnya.
Dalam surat tersebut dikatakan bahwa sesuai dengan ketentuan 176 ayat 1 dan ayat 4 tentang pengisian kekosongan jabatan wakil gubernur, maka Pemprov DKI Jakarta dapat melakukan pengisian kekosongan jabatan wagub.
Surat tersebut juga tembusan dari Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Kementerian Dalam Negeri, Menteri Sekretariat Negara, dan Sekretaris Kabinet. (Asp)