Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Babarsari, Dari Desa Pinggiran ke Arena Bentrokan

Hendaru Tri HanggoroHendaru Tri Hanggoro - Kamis, 07 Juli 2022
Babarsari, Dari Desa Pinggiran ke Arena Bentrokan

Selain kampus, kehadiran infrastruktur jalan berupa ringroad turut mengubah kondisi Babarsari. (Unsplash/Angga Kurniawan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SEORANG lelaki gempal memegang pedang panjang. Dia berjalan santai tengah hari bolong sambil memegang pundak temannya. Sesekali dia melihat ke arah belakang. Temannya lalu mengeluarkan sesuatu dari balik jaket hitamnya. Sebuah golok panjang.

Itulah sepenggal video yang tersebar luas di media sosial. Video itu mengambil tempat di Babarsari, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Saat itu ada bentrok antar kelompok (4/7). Polisi telah menetapkan dua tersangka atas kasus tersebut.

Nama Babarsari bergema beberapa hari di Twitter dan menjadi trending topic. Seorang warganet menyebut Babarsari sebagai "Gotham City". Alasannya, bentrok antar kelompok pernah terjadi beberapa kali sebelumnya.

Babarsari semula hanyalah sebuah desa pinggiran Yogyakarta. Warganya mayoritas mengandalkan pertanian sebagai topangan ekonomi. Ritme kehidupan masih monoton. Namun, karena perkembangan kota, perubahan struktur fisik kota, urbanisasi, dan perubahan fisik kota, Babarsari berubah secara bertahap.

Baca juga:

APBD Kota Yogyakarta 2022 Fokus Pengembangan Infrastruktur Pariwisata

babarsari
Seorang warganet menyebut Babarsari sebagai "Gotham City". (Unsplash/Alex Mccarthy)

Salah satu tonggak yang menandai perubahan tersebut adalah pembangunan kampus Akademi Teknologi Nasional (ATNAS) pada 1973. Kampus lainnya menyusul berdiri di Babarsari seperti Universitas Atmajaya pada 1983 dan Universias Pembangunan Nasional Veteran (UPN-Veteran) pada 1990-an.

Hingga 1990-an, sudah ada 10 kampus swasta di Babarsari. Pernah ada usulan untuk menjadikan Babarsari sebagai kompleks Universitas Swasta, tapi usulan itu menguap begitu saja. Meski begitu, pembangunan kampus-kampus memicu perkembangan kawasan secara pesat.

"Pada kawasan Babarsari terdapat beberapa kampus sehingga memicu perkembangan kawasan di sekitarnya," catat Tutik Rahayu Ningsih dalam "Pengaruh Keberadaan Kampus Terhadap Perubahan Fisik Kawasan di Sekitarnya", termuat di Jurnal Pengembangan Kota Vol 5, No 2, Tahun 2017.

Selain kampus, kehadiran infrastruktur jalan berupa ringroad turut mengubah kondisi Babarsari. Dari yang tadinya desa pertanian, Babarsari menjelma wilayah perkotaan (urbanisasi). Proses ini memicu lagi perubahan di sektor penggunaan lahan.

Lahan pertanian mulai menciut, berganti dengan permukiman untuk mahasiswa seperti rumah kos, kontrakan, atau asrama. Permukiman itu mendorong lagi tumbuhnya bidang jasa dan usaha yang berkaitan dengan kebutuhan mahasiswa seperti warung makan, rental komputer, dan binatu.

Perkembangan fisik kawasan itu merangsang pula perubahan karakteristik masyarakat. Dulunya masyarakat di sini sebagian besar berasal dari Yogyakarta. Kehadiran kampus membuat Babarsari jadi lebih heterogen.

"Puluhan ribu mahasiswa dari berbagai daerah secara langsung maupun tidak langsung telah menggerakkan kehidupan ekonomi kawasan tersebut, dan hal ini memicu pergerakan sosial ekonomi di daerah ini dan memunculkan budaya dengan latar belakang yang yang berbeda-beda antar penduduknya, dan hal ini dapat direspons dengan baik atau tidak baik oleh masyarakat," terang FM Akbar dalam "Asrama Inklusif Mahasiswa Babarsari Depok Sleman".

Pesatnya perkembangan Babarsari juga merangsang munculnya kriminalitas. Banyak rumah kos, asrama, dan kontrakan kurang memperhatikan segi keamanan. "Badan Pusat Statistik memberikan data tentang tingkat kriminalitas di daerah Babarsari Kecamatan Depok yang tinggi tiap tahun," tambah FM Akbar.

Baca juga:

Jalan-jalan ke Wijilan, Pusatnya Gudeg di Yogyakarta

Babarsari
Babarsari membutuhkan fasilitas-fasilitas mahasiswa seperti penyediaan co-working space. (Unsplash/Priscilla Du Preez)

Isu kriminalitas menyangkut pula isu rasisme. Inilah yang sering menjadi pemicu bentrok di Babarsari. Isu itu makin kencang berhembus karena tak ada upaya untuk menciptakan ruang bersama yang mampu bekerja meredam isu tersebut.

Derajad Sulistyo Widhyharto, Sosiolog Universitas Gadjah Mada (UGM), mengatakan bahwa Babarsari membutuhkan fasilitas-fasilitas mahasiswa seperti penyediaan co-working space, bukan justru fasilitas yang dapat mengundang konflik.

"Akan tetapi, kalau yang tumbuh kemudian adalah karaoke, hotel-hotel, apartemen 'kan tidak ada bedanya dengan Jakarta, Surabaya, dan lain-lain," kata Derajad, seperti dikutip Antara.

Derajad menambahkan, sebagai kota pelajar, Yogyakarta membutuhkan ketenangan. Itu bisa tercapai jika semua pihak memiliki sikap inklusif selaras dengan budaya di Yogyakarta yang menerima perbedaan suku dan adat. (dru)

Baca juga:

Putri Keraton Yogyakarta Ungkap Peran Penting Perempuan dalam Tugas Kerajaan

#Yogyakarta #Mahasiswa #Kerusuhan Massa
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Hendaru Tri Hanggoro

Berkarier sebagai jurnalis sejak 2010 dan bertungkus-lumus dengan tema budaya populer, sejarah Indonesia, serta gaya hidup. Menekuni jurnalisme naratif, in-depth, dan feature. Menjadi narasumber di beberapa seminar kesejarahan dan pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan lembaga pemerintah dan swasta.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Bentrokan di Jalan Tambak Menteng Makan Korban, 2 Orang Langsung Diamankan
Bentrokan di Jalan Tambak Menteng memakan korban. Polres Jakarta Pusat langsung mengamankan dua orang.
Soffi Amira - Senin, 27 Juli 2026
Bentrokan di Jalan Tambak Menteng Makan Korban, 2 Orang Langsung Diamankan
Indonesia
Kronologi Saling Serang Dua Kelompok di Menteng, Berawal dari Warung Nasi Uduk
Salah satu kelompok warga mendatangi tempat jualan sarapan, namun merasa kecewa akibat tidak mendapatkan pelayanan secara baik
Angga Yudha Pratama - Minggu, 26 Juli 2026
Kronologi Saling Serang Dua Kelompok di Menteng, Berawal dari Warung Nasi Uduk
Indonesia
Yogyakarta, Bandung, Surabaya Masuk 10 Kota Pelajar Biaya Hidup Termurah Dunia
QS Best Student Cities 2027 menempatkan Yogyakarta, Bandung, dan Surabaya dalam 10 kota dengan biaya studi termurah dunia. Jakarta juga masuk daftar kota pelajar terbaik global.
Wisnu Cipto - Minggu, 26 Juli 2026
Yogyakarta, Bandung, Surabaya Masuk 10 Kota Pelajar Biaya Hidup Termurah Dunia
Indonesia
Refleksi 30 Tahun Kerusuhan 27 Juli 1996, Megawati Ingatkan Soal Netralitas Aparat dan Fenomena Buzzer
Selain menyoroti kinerja aparat, Megawati juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap maraknya fenomena buzzer di media sosial yang didominasi oleh anak muda.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 Juli 2026
Refleksi 30 Tahun Kerusuhan 27 Juli 1996, Megawati Ingatkan Soal Netralitas Aparat dan Fenomena Buzzer
Indonesia
Stasiun Yogyakarta Kini Punya Lelana Gallery, Ruang Kreatif untuk UMKM Berbasis Budaya
Stasiun Yogyakarta kini memiliki Lelana Gallery yang menampilkan produk UMKM berbasis budaya dan keberlanjutan. Inisiatif KAI Wisata ini mendukung ekonomi kreatif lokal.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 16 Juli 2026
Stasiun Yogyakarta Kini Punya Lelana Gallery, Ruang Kreatif untuk UMKM Berbasis Budaya
Indonesia
BBHAR PDIP Gugat Zulfan Lindan dan Total Politik terkait Tudingan Kerusuhan Agustus
Gugatan tersebut diajukan setelah pihaknya terlebih dahulu menempuh mekanisme penyelesaian sengketa pers melalui Dewan Pers.
Dwi Astarini - Kamis, 16 Juli 2026
BBHAR PDIP Gugat Zulfan Lindan dan Total Politik terkait Tudingan Kerusuhan Agustus
Fun
Mahasiswa Telkom Purwokerto Sidang Tugas Akhir dengan Riasan Black Metal, Ternyata Ini Alasannya
Mahasiswa DKV Universitas Telkom Purwokerto, Ragatama Arrauf Rahmaputra, viral setelah tampil dengan corpse paint saat sidang Tugas Akhir.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 09 Juli 2026
Mahasiswa Telkom Purwokerto Sidang Tugas Akhir dengan Riasan Black Metal, Ternyata Ini Alasannya
Berita Foto
Momen Hangat Presiden Prabowo dan PM India Narendra Modi saat Berkunjung ke Candi Prambanan
Presiden Prabowo Subianto mendampingi Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi saat mengunjungi Candi Prambanan di DI Yogyakarta, Rabu (8/7/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 08 Juli 2026
Momen Hangat Presiden Prabowo dan PM India Narendra Modi saat Berkunjung ke Candi Prambanan
Indonesia
Jangan Kelewatan, Hasil Seleksi Mandiri PTN, Diumumkan Selasa (30/6) Jam 16.00 WIB
Seluruh peserta untuk mengakses informasi hasil seleksi hanya melalui kanal resmi SMMPTN-Barat, melalui tautan: https://smmptnbarat.id/#pengumuman.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 29 Juni 2026
Jangan Kelewatan, Hasil Seleksi Mandiri PTN, Diumumkan Selasa (30/6) Jam 16.00 WIB
Indonesia
Mahasiswa Diberi Rp 20 Juta, Waka Komisi X DPR RI: jangan Dimanfaatkan untuk Politik Praktis
Siapa pun yang memberikan uang kepada mahasiswa untuk menggerakkan atau mengarahkan aksi telah merusak independensi, integritas, dan idealisme mahasiswa.
Dwi Astarini - Jumat, 26 Juni 2026
Mahasiswa Diberi Rp 20 Juta, Waka Komisi X DPR RI: jangan Dimanfaatkan untuk Politik Praktis
Bagikan