Australia Beli Kapal Nuklir, Rivalitas AS dan Tiongkok di Indo-Pasifik Meningkat
Australia. (Foto: Tangkapan Layar)
MerahPutih.com - Kemitraan keamanan trilateral yang terjalin antara Australia, Inggris, dan Amerika Serikat melalui kesepakatan pembelian kapal selam bertenaga nuklir, diyakini akan meningkatkan rivalitas di kawasan.
Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI Mahendra Siregar menyampaikan,pembentukan kerja sama keamanan antara Amerika Serikat, Inggris, dan Australia atau dikenal dengan AUKUS pada tanggal 15 September, dilihat sebagai manifestasi rivalitas antara Amerika Serikat dan Tiongkok (China) di kawasan Indo-Pasifik.
"Karena itu, diprediksi isu terkait kondisi di kawasan Indo-Pasifik akan mewarnai situasi pada tahun 2022," katanya.
Baca Juga:
Gempa 6,0 Magnitudo Guncang Australia
Sementara itu, Rusia meyakini jika pembentukan AUKUS, tidak akan memperkuat stabilitas dan perdamaian di kawasan.
"Kami telah melihat rencana yang diumumkan oleh Australia untuk membangun kapal selam tenaga nuklir sebagai bagian dari kemitraan keamanan ini. Tentu saja ada beberapa aspek dari perkembangan ini," kata Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Vorobieva, dalam konferensi pers yang diselenggarakan dari Jakarta, Rabu (22/9).
Aspek pertama yang diperhatikan oleh Rusia, adalah pembentukan kerja sama dengan struktur yang eksklusif di Asia Pasifik, seperti ‘the quad’ (beranggotakan AS, India, Jepang dan Australia), dan kemitraan trilateral yang baru ini, tak akan memperkuat stabilitas dan perdamaian di kawasan Asia-Pasifik.
“Karena contoh-contoh tersebut bukanlah struktur atau organisasi yang inklusif di mana semua negara dapat berpartisipasi, ini semacam klub eksklusif untuk beberapa negara saja, tentunya struktur semacam ini tak akan membawa perdamaian dan keamanan di kawasan,” katanya.
Selain itu, Rusia juga turut memperhatikan komitmen Australia terkait pemenuhan kewajiban non-proliferasi nuklir.
"Kami berharap Canberra memastikan kerja sama antar-badan yang penting untuk memastikan tak ada risiko-risiko proliferasi nuklir," ujarnya.
Dubes meyakini, kemitraan baru itu tak dapat berkontribusi dalam memastikan sentralitas ASEAN dalam urusan regional.
"Kita tahu bagaimana sikap negara-negara ASEAN dan keinginan mereka untuk bebas dari nuklir,” ujarnya.
AS, Inggris, dan Australia telah mencapai kesepakatan keamanan trilateral, di mana AS dan Inggris akan memberikan Australia teknologi kapal selam bertenaga nuklir. Kesepakatan itu telah memicu kemarahan Prancis, karena Australia membatalkan pesanan kapal selam konvensional senilai puluhan miliar serta Tiongkok. (Pon)
Baca Juga:
Rencana Australia Bikin Kapal Selam Nuklir Bikin Panas Kawasan, Indonesia Prihatin
Bagikan
Ponco Sulaksono
Berita Terkait
Kapal Induk AS USS Abraham Lincoln Standby di Timur Tengah, Siapkan Serangan ke Iran jika Diminta
Kapal Induk AS Tiba di Timur Tengah, Dikirim untuk Berjaga-Jaga
[HOAKS atau FAKTA]: Pengakuan Kezia Syifa Jadi Tentara AS karena Dapat Gaji Besar dan Merasa Dipersulit di Indonesa
7 Tewas dan 800 Ribu Rumah tanpa Listrik saat Badai Musim Dingin Landa Amerika Serikat
Iran Mengaku Lebih Siap Hadapi Serangan AS
AS dan Kanada Makin Panas, Trump Ancam Terapkan Tarif 100 Persen
Isu Akuisisi Greenland oleh AS, Menlu: Indonesia Tegaskan Posisi Non-Align
Keluar dari WHO, Amerika Serikat Wajib Bayar Utang Rp 4,3 Triliun
Indonesia dan Negara Timur Tengah Bakal Tempuh Prosedur Internal Gabung ke Dewan Perdamaian Gaza Ala Trump
1.440 WNI Datangi KBRI Phnom Penh Ingin Balik ke Indonesia