Aturan Perjalanan Longgar, Rute Penerbangan Panjang Baru Bermunculan
Rute baru penerbangan panjang bermunculan. (foto: Freepik/snowing)
SETELAH dua tahun berlalu, aturan perjalanan di berbagai negara diperlonggar. Saat perjalanan udara di seluruh dunia kembali beroperasi, bermunculan banyak penerbangan panjang.
Baru pekan ini, dua pengumuman baru dibuat untuk penerbangan jarak jauh ultra baru. Penerbangan nonstop selama 17 jam lebih dari Air New Zealand antara Auckland dan JFK akan dimulai pada September 2022, sedangkan penerbangan langsung Melbourne-ke-Dallas Qantas akan dimulai pada Desember.
BACA JUGA:
5 Tempat Ngabuburit Local Pride Warga +62 Paling Bikin Kangen
Saat ini, pemegang rekor penerbangan terlama yakni penerbangan langsung Singapore Airlines antara Bandara Changi dan JFK. Penerbangan dengan Airbus A350-900URL pada Oktober 2018, menempuh waktu lebih dari 17 jam di antara kedua kota. Semua itu bukan satu-satunya pesaing baru untuk penerbangan terpanjang di dunia.
Cathay Pacific mungkin akan mengoperasikan penerbangan komersial terpanjang di dunia dengan mengalihkan layanan regulernya dari kota asalnya di Hong Kong ke New York melalui Atlantik. Rute tersebut akan menghindari wilayah udara Rusia, alih-alih mengambil jalur yang biasa melintasi Pasifik.
Meskipun belum sepenuhnya berkomitmen pada rute tersebut, Cathay mengatakan jalur penerbangan transatlantiknya akan mencakup hanya kurang dari 9.000 mil laut, setara dengan 10.357 mil standar atau 16.668 kilometer. Jika dikonfirmasi, rute penerbangan itu akan melebihi jarak penerbangan terpanjang di dunia saat ini, yaitu 9.534 mil standar antara Singapura dan New York.
Saat banyak maskapai penerbangan telah menghindari wilayah udara Rusia setelah invasi negara itu ke Ukraina, mayoritas karena blokade udara timbal balik, Cathay mengatakan pengalihan rutenya karena kondisi angin yang menguntungkan.
"Kami selalu menjalankan rute darurat untuk peristiwa atau skenario potensial dalam dunia penerbangan. Kami membandingkan rute penerbangan setiap hari, dan akan merencanakan dan menerbangkan rute mana yang paling efisien pada hari itu," kata perwakilan maskapai kepada CNN dalam sebuah pernyataan pada Kamis (31/3).
Cathay mengatakan jalur penerbangan transatlantiknya akan mencakup hanya kurang dari 9.000 mil laut. (Foto: Asiatoday)
"Opsi transatlantik bergantung pada fasilitasi angin kencang musiman yang kuat pada saat ini sepanjang tahun agar waktu penerbangan antara 16 dan 17 jam, sehingga membuatnya lebih menguntungkan daripada rute transpasifik. Kami memantau situasi angin belakang setiap hari karena sudah mendesak," pihak mereka mengatakan.
"Pesawat Airbus A350-1000 kami dapat dengan nyaman mencapai [rute] ini dalam 16 hingga 17 jam dengan konsumsi bahan bakar yang serupa dengan penerbangan transpasifik," tambahnya.
Cathay, tidak seperti maskapai lain, belum mengklarifikasi apakah pesawatnya akan dengan sengaja melewati Rusia.(aru)
Bagikan
Berita Terkait
Promo Ancol 2026: Tiket Masuk Rp 35 Ribu, Gratis Voucher Makan Rp 20 Ribu
Syahbandar Larang Kapal Wisata Labuan Bajo Berlayar Malam Hari
Kereta Panoramic Jadi Favorit Wisata Nataru 2025-2026, Pelanggan Capai 11.819 Orang
Cirebon Jadi Tujuan Pariwisata Baru saat Nataru 2026, KAI Catat 274 Ribu Penumpang Kereta Api Turun dan Naik
Penumpang KA Panoramic Tembus 150 Ribu Orang per Tahun, Bukti Naik Kereta Jadi Tren Baru Berlibur
Menikmati Keindahan Senja di Pantai Pattaya, Wajah Lain Wisata Alam Thailand
Teater Bintang Planetarium Buka Sampai April 2026, Fasilitas Canggih Siap Bikin Pemuda Jakarta Pintar
Setelah Kemalingan, Museum Louvre Alami Kebocoran yang Merusak Koleksi Buku
Ketok Harga Bikin Orang Kapok Liburan di Banten, DPRD Desak Regulasi Tarif Wisata
Wisatawan Indonesia Andalkan Fitur AI untuk Rekomendasi dan Layanan Hotel