Parenting

Atasi Masalah Pertumbuhan Anak dengan Terapi Growth Hormone

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Senin, 06 Juni 2022
Atasi Masalah Pertumbuhan Anak dengan Terapi Growth Hormone

Pentingnya memperhatikan dan memaksimalkan pertumbuhan anak (Foto: pixabay/bessi)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PERTUMBUHAN anak menjadi salah satu hal yang sangat diperhatikan para orangtua. Tumbuh kembang si kecil menjadi anak yang pintar dan tubuh yang sehat merupakan dambaan orangtua.

Para orangtua akan mengecek secara berkala tumbuh kembang anak untuk memastikan anak tak mengalami gangguan secara fisik atau mental.

Baca Juga:

Pentingnya Deteksi Dini Penyakit Jantung Bawaan Pada Anak

Pertumbuhan anak bisa terlihat dari beberapa faktor (Foto: pixabay/bessi)

Umumnya, para orangtua melihat beberapa faktor, seperti gemuk, kurus, tinggi dan pendek, padahal tumbuh kembang anak tidak hanya itu.

Hal tersebut dipaparkan dokter spesialis anak dan konsultan di Brawijaya Hospital Antasari dr Frida Soesanti, Sp.A (K) pada webinar 'Indikasi Terapi Growth Hormone pada Anak dan Remaja', Minggu (5/6).

"Tidak sekadar perihal pendek, tinggi, dan sebagainya. Karena, anak yang mungkin pada kesehariannya terlihat normal, tapi bisa saja terjadi gangguan pertumbuhan," tutur Frida

Satu hal yang cukup menarik untuk diketahui, jelas Frida, baik dan buruknya pertumbuhan anak rupanya turut dipengaruhi pula oleh kesejahteraan negara tempat anak itu tumbuh.

Dalam hal ini yang dimaksud ialah 'semakin sejahtera suatu negara, growth anak-anaknya akan semakin bagus'. Begitu juga sebaliknya, semakin tidak sejahtera suatu negara, pertumbuhan anak-anak semakin jelek.

Untuk memperbaiki pertumbuhan fisik anak, banyak orangtua yang mulai memanfaatkan terapi growth hormone (GH). GH diproduksi kelenjar pituitari yang terletak jauh di dalam otak. Instruksi untuk memproduksi growth hormone berasal dari bagian tubuh yang lain, seperti hipotalamus.

Apabila terjadi masalah dengan hipotalamus, hipofisis atau hubungan antara keduanya, pelepasan GH akan terpengaruh, hal itu kemudian menyebabkan defisiensi dari GH.

Selain itu, GH juga memiliki fungsi untuk melepaskan hormon lain dan bersifat sebagai pembawa pesan kimia. Seperti memberi tahu hati untuk memproduksi insulin like growth factor 1(IGF-1) yang penting untuk pertumbuhan anak-anak

Baca Juga:

Dee Lestari Bagi Tips Agar Anak Gemar Baca Buku

Mendeteksi pertumbuhan anak lebih dini akan lebih baik bagi anak (Foto: pixabay/miguelrperez)

Pada terapi GH, anak masih bisa mengalami pertumbuhan apabila lempeng pertumbuhannya masih terbuka. Hal tersebut didasarkan pada usia tulang. Sementara itu, pada orang dewasa, lempeng pertumbuhannya menutup.

"Anak itu tumbuh karena lempengnya masih terbuka, sedangkan orang dewasa kenapa enggak bisa tambah tinggi? Karena jelas begitu selesai puber, lempeng pertumbuhannya menutup dan enggak akan bisa tambah lagi tingginya," ujar Frida.

Frida mengatakan deteksi kelainan pertumbuhan sebenarnya bisa terlihat pada perawakan anak yang pendek. Dia menegaskan deteksi dini akan lebih baik.

"Deteksi kelainan pertumbuhan untuk perawakan pendek pada anak itu makin cepat makin bagus. Seperti halnya pasien yang diterapi pada usia 10 tahun dengan yang diterapi mulai dari 5 tahun. Mereka yang diterapi umur 5 tahun akan jauh lebih bagus daripada yang ditangani di umur 10 tahun. Jadi, lebih cepat mendeteksinya akan lebih baik," tuturnya.

Untuk mendeteksi kelainan pertumbuhan, langkah pertama yang bisa dilakukan, yakni mengukur berat badan dan tinggi badan di dalam plot kurva. "Kemudian yang kedua pada plot tinggi badan potensi genetik," jelas Frida. (Ryn)

Baca Juga:

Rekomendasi Buku Menarik dari Sherina Munaf

#Anak #Pertumbuhan Anak #Tumbuh Kembang Anak
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
BNPT mengungkap 620 anak usia 11-18 tahun terpapar kekerasan dan radikalisme. 6 anak di Jakarta diarahkan menjalani rehabilitasi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
Lainnya
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Usus buntu bisa mengakibatkan kematian. Jangan anggap semua sakit perut anak sebagai keluhan biasa.
Wisnu Cipto - Selasa, 01 September 2026
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Berita Foto
Jaring Bibit Padel Muda Lewat Rosiade Padel Tournament Youth Series 2026
Sejumlah anak mengikuti pertandingan padel dalam ajang Rosiade Padel Tournament Youth Series 2026 di Tangerang, Banten, Sabtu (29/8/2026).
Didik Setiawan - Sabtu, 29 Agustus 2026
Jaring Bibit Padel Muda Lewat Rosiade Padel Tournament Youth Series 2026
Indonesia
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Survei Forum Anak di Jawa Tengah terhadap lebih dari 20 ribu anak menunjukkan 80 persen lebih nyaman curhat kepada teman dibanding orang tua.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Foto Essay
Peluh dan Semangat Anak Menteng Berlatih Tinju Melawan Keterbatasan
Gio dan Hamzah berlatih tinju dengan alat seadanya di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (15/8/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 19 Agustus 2026
Peluh dan Semangat Anak Menteng Berlatih Tinju Melawan Keterbatasan
Indonesia
Ramai Bincang Anak Jadi Bintang Vape di Media Sosial, DPR Desak Polisi Bertindak
Perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama. Jangan pernah menjadikan anak sebagai alat untuk memperoleh keuntungan ekonomi
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 03 Agustus 2026
Ramai Bincang Anak Jadi Bintang Vape di Media Sosial, DPR Desak Polisi Bertindak
Indonesia
KPAI Soroti Dugaan Anak Dijadikan Promosi Vape, Minta Penegak Hukum Bertindak
KPAI menyoroti dugaan keterlibatan anak dalam promosi vape di YouTube dan meminta aparat penegak hukum segera melakukan penyelidikan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 03 Agustus 2026
KPAI Soroti Dugaan Anak Dijadikan Promosi Vape, Minta Penegak Hukum Bertindak
Fun
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
S-26 Exceptional Journey: Journey Inside The Brain menghadirkan pengalaman edukatif imersif yang mengajak orang tua memahami perkembangan anak.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 25 Juli 2026
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
Lifestyle
Festival Pahlawan Anak 2026 Digelar di Jakarta, Angkat Isu Kekerasan hingga Stunting
Save the Children menggelar Festival Anak Pahlawan pada 13-16 Agustus 2026. Acara ini mengajak masyarakat mewujudkan lingkungan aman.
Soffi Amira - Jumat, 17 Juli 2026
Festival Pahlawan Anak 2026 Digelar di Jakarta, Angkat Isu Kekerasan hingga Stunting
Indonesia
Ancol Gratiskan Tiket Unit Rekreasi Saat Hari Anak, Tapi Ada Kuota
Pemberian tiket gratis hanhya bagi anak-anak untuk menikmati pengalaman rekreasi wisata edukatif dan hiburan dalam memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 16 Juli 2026
Ancol Gratiskan Tiket Unit Rekreasi Saat Hari Anak, Tapi Ada Kuota
Bagikan