Atlet Internasional Boleh Masuk AS Untuk Ikut Event Olahraga

Leonard Leonard - Selasa, 02 Juni 2020
Atlet Internasional Boleh Masuk AS Untuk Ikut Event Olahraga

Event olahraga di AS akan kembali diadakan (Foto: Unsplash/Steven Lelham)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PEJABAT Sekretaris Keamanan Dalam Negeri AS, Chad F. Wolf menandatangani surat yang menyatakan atlet internasional boleh masuk AS untuk ikut event olahraga tertentu. Hal ini dilakukan demi kepentingan nasional.

Melansir laman Now This, pihak Administrasi Presiden Donald Trump membebaskan atlet profesional tertentu dari pembatasan terkait COVID 19 di AS, sehingga mereka dapat melakukan perjalanan untuk ikut berpartisipasi dalam pertandingan. Para staff dan pembantu atlet juga mendapatkan akses tersebut.

Baca juga:

Dubai Longgarkan ‘Lockdown’, Aturan Ketat Ini Harus Dipatuhi Warga

1
Atlet beserta staf dan pembantu diizinkan masuk ke AS (Foto: Unsplash/dylan nolthe)

Wolf mengatakan acara olahraga perlu diadakan kembali agar warga AS kembali bersemangat. "Di lingkungan hari ini, orang Amerika membutuhkan olahraga mereka. Sudah waktunya untuk membuka kembali perekonomian dan inilah saatnya kita membuat atlet profesional kita kembali bekerja," ujarnya.

Acara olahraga AS yang akan kembali diadakan termasuk Major League Baseball (MLB), National Basketball Association (NBA), Women’s National Basketball Association (WNBA), Professional Golfers’ Association (PGA) Tour, Ladies Professional Golf Association (LPGA) Tour, National Hockey League (NHL), Association of Tennis Professionals (ATP), dan Women's Tennis Association (WTA).

Baca juga:

Bali Siap Menyambut Pelancong di bulan Oktober

2
Event olahraga akan berbeda dari sebelumnya (Foto: Unsplash/Branden Collum)

U.S. Customs and Border Protection masih dapat memeriksa atlet yang bepergian ke negara itu. Wolf juga dapat menambah atau menghapus individu dari pengecualian berdasarkan penilaian kepentingan nasional.

Beberapa fasilitas latihan liga di negara-negara termasuk New York dan Utah telah dibuka kembali ketika pembatasan terkait COVID-19 di seluruh negeri dicabut. Namun, beberapa pengamat, termasuk pemilik klub NBA Dallas Mavericks, Mark Cuban menduga acara olahraga akan berbeda dari biasanya.

Dalam sebuah wawancara dengan CNN, Cuban memperkirakan semua event olahraga di AS akan diadakan tanpa penonton demi keamanan bersama. (lgi)

Baca juga:

Beberapa Ketentuan Baru Perjalanan yang perlu Kamu Ketahui

#Olahraga #COVID-19 #Amerika Serikat
Bagikan
Ditulis Oleh

Leonard

Berita Terkait

Indonesia
Demo Bela Venezuela di Depan Kedubes AS, Perhimpunan Ojol Sebut Amerika tak lagi Jadi Acuan Demokrasi
Ketua Umum Perhimpunan Ojek Online Indonesia (O2) Cecep Saripudin menyebut pihaknya menentang aksi Amerika Serikat menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Dwi Astarini - Rabu, 14 Januari 2026
Demo Bela Venezuela di Depan Kedubes AS, Perhimpunan Ojol Sebut Amerika tak lagi Jadi Acuan Demokrasi
Dunia
Unggahan di Truth Social, Trump Mengklaim Sebagai Presiden Sementara Venezuela
Tangkapan layar di Truth Social yang dibuat seperti biografi Wikipedia, mengklaim Trump sebagai presiden sementara Venezuela mulai Januari 2026.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Januari 2026
Unggahan di Truth Social, Trump Mengklaim Sebagai Presiden Sementara Venezuela
Dunia
AS Siapkan Rencana Aneksasi, Pasukan NATO Bakal Ditempatkan di Greenland
Greenland memiliki pemerintahan sendiri dan kewenangan luas dalam mengatur urusan domestik, meski kebijakan luar negeri dan pertahanan tetap berada di tangan Kopenhagen.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 11 Januari 2026
AS Siapkan  Rencana Aneksasi, Pasukan NATO Bakal Ditempatkan di Greenland
Olahraga
NOC Terima Kunjungan KSOC, Perkuat Kerja Sama Olahraga Indonesia-Korea Selatan
KSOC mengunjungi NOC Indonesia pada Jumat (9/1). Pertemuan ini memperkuat kerja sama dan pengembangan olahraga di kedua negara.
Soffi Amira - Sabtu, 10 Januari 2026
NOC Terima Kunjungan KSOC, Perkuat Kerja Sama Olahraga Indonesia-Korea Selatan
Dunia
Senat AS Loloskan Resolusi Kewenangan Perang, Tolak Ancaman Militer Donald Trump terhadap Venezuela
Keputusan ini menandai sikap tidak setuju atas ambisi Trump yang kian meluas di belahan Barat.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Januari 2026
Senat AS Loloskan Resolusi Kewenangan Perang, Tolak Ancaman Militer Donald Trump terhadap Venezuela
Dunia
Presiden AS Donald Trump akan Bertemu Pemimpin Oposisi Venezuela Maria Corina Machado, meski Ogah Bekerja Sama
Meski begitu, Gedung Putih tidak segera memberikan tanggapan ketika dimintai keterangan tambahan terkait dengan pertemuan tersebut.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Januari 2026
Presiden AS Donald Trump akan Bertemu Pemimpin Oposisi Venezuela Maria Corina Machado, meski Ogah Bekerja Sama
Indonesia
Presiden Prabowo Minta Atlet Dihargai secara Nyata, jangan hanya Diberi Terima Kasih,
Sebagai bentuk penghargaan kepada para atlet, pemerintah memberikan sejumlah bonus yang berkisar Rp 157 juta hingga Rp 1 miliar.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Januari 2026
Presiden Prabowo Minta Atlet Dihargai secara Nyata, jangan hanya Diberi Terima Kasih,
Dunia
Presiden Donald Trump Tarik Keikutsertaan Amerika Serikat dari Puluhan Organisasi Internasional, Sebut tak Melayani Kepentingan Negaranya
Disebut tidak lagi melayani kepentingan Amerika dan mendorong agenda yang tidak efektif atau bersifat bermusuhan.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Januari 2026
Presiden Donald Trump Tarik Keikutsertaan Amerika Serikat dari Puluhan Organisasi Internasional, Sebut tak Melayani Kepentingan Negaranya
Dunia
Gedung Putih Tegas akan Dikte Keputusan dan Penjualan Minyak Venezuela
Trump akan melakukan hal itu dengan mengandalkan blokade laut serta ancaman penggunaan kekuatan lebih lanjut.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Januari 2026
Gedung Putih Tegas akan Dikte Keputusan dan Penjualan Minyak Venezuela
Indonesia
Menlu: AS Ingin Beli Greenland Bukan Menginvasi
Retorika keras Gedung Putih bertujuan untuk membujuk Denmark agar menjual Greenland kepada Amerika Serikat.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Januari 2026
Menlu: AS Ingin Beli Greenland Bukan Menginvasi
Bagikan