AS Janji Serang Infrastruktur, Iran Tolak Perundingan di Bawah Ancaman

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 April 2026
AS Janji Serang Infrastruktur, Iran Tolak Perundingan di Bawah Ancaman

Tentara Iran berpatroli di Selat Hormuz, Iran selatan, Selasa (30/4/2019). ANTARA/Xinhua/Ahmad Halabisaz/aa.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Minggu (19/4) mengumumkan bahwa perwakilan AS akan terbang ke Islamabad untuk melakukan negosiasi, meski Teheran belum secara resmi memastikan akan berpartisipasi dan menuntut pencabutan blokade.

Pernyataan itu muncul ketika AS mempertahankan blokade angkatan laut terhadap kapal yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran sejak pekan lalu. Teheran menyebut langkah tersebut sebagai pelanggaran terhadap gencatan senjata yang sedang berlangsung.

Trump juga memperingatkan bahwa AS akan menargetkan infrastruktur Iran jika Teheran tidak menerima persyaratan Washington untuk mengakhiri konflik, menambah kekhawatiran pasar menjelang berakhirnya gencatan senjata pada Selasa malam waktu Washington.

Iran menolak melakukan negosiasi dengan Amerika Serikat (AS) di bawah bayang-bayang ancaman, kata Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf, Senin (20/4).

Baca juga:

Peringatan Keras Trump ke Paus Leo XIV: Anda Tidak Bisa Biarkan Iran Punya Senjata Nuklir, Jutaan Orang akan Mati

Ghalibaf, yang berperan penting dalam perundingan, mengkritik keras Presiden AS Donald Trump atas keputusannya memberlakukan blokade di Selat Hormuz, yang menurut Teheran merupakan pelanggaran terhadap gencatan senjata yang sudah rapuh.

Ketua parlemen tersebut mengatakan melalui platform X, bahwa Trump berupaya menggunakan ancaman untuk mengubah perundingan menjadi “meja penyerahan diri atau untuk membenarkan kembali perang.”

Ia menambahkan, Iran telah menyiapkan opsi militer baru jika gencatan senjata selama dua pekan yang dimediasi Pakistan berakhir pekan ini.

Pada Jumat (17/4) lalu, Selat Hormuz kembali dibuka untuk lalu lintas maritim, berbalik arah pada Sabtu (18/4) dan kembali membatasi pergerakan kapal di jalur perairan strategis tersebut. Media pemerintah menyebut AS belum memenuhi kewajibannya. (*)

#Iran #Selat Hormuz #Perang
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Dunia
Wapres AS Yakin Donald Trump Tak Akan Biarkan Perang Tanpa Akhir dengan Iran
JD Vance menegaskan Donald Trump tidak akan membiarkan AS terjebak dalam perang berkepanjangan dengan Iran di tengah ketegangan dan mandeknya perundingan.
Yusuf Abdillah - Jumat, 30 Oktober 2026
Wapres AS Yakin Donald Trump Tak Akan Biarkan Perang Tanpa Akhir dengan Iran
Dunia
3 Kapal Tengker Hantam Ranjau di Selat Hormuz, Iran Sebut Kapal Matikan Radar
Militer Iran menyebut ketiga kapal tersebut telah menonaktifkan sistem radar dan navigasi mereka dan juga mengabaikan peringatan yang dikeluarkan Angkatan Laut IRGC.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 29 Oktober 2026
3 Kapal Tengker Hantam Ranjau di Selat Hormuz, Iran Sebut Kapal Matikan Radar
Indonesia
Iran Siapkan Serangan Taktis Anyar Jika AS dan Israel Kembali Gempur Taheran
Pendekatan taktis baru tersebut "dapat mengejutkan" dunia dan para pakar militer, sebagaimana Iran sebelumnya mengejutkan dunia dengan kemampuan rudalnya.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 23 Oktober 2026
Iran Siapkan Serangan Taktis Anyar Jika AS dan Israel Kembali Gempur Taheran
Indonesia
Iran Bakal Kembali Digempur Usai Pemilu Paruh Waktu AS
Trump berulang kali menolak rencana kembali melancarkan operasi tempur besar tahun ini.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 22 Oktober 2026
Iran Bakal Kembali Digempur Usai Pemilu Paruh Waktu AS
Dunia
Iran Rencana Kenalkan Senjata Baru, Beri Sinyal Putuskan Kabel Internet Bawah Laut di Selat Hormuz
Mohebbi mengklaim bahwa seluruh lalu lintas data internet dan komersial melewati kabel-kabel tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 20 Oktober 2026
Iran Rencana Kenalkan Senjata Baru, Beri Sinyal Putuskan Kabel Internet Bawah Laut di Selat Hormuz
Indonesia
Selat Hormuz Masih Bergejolak, Harga Bensin Bisa Naik 3 Kali Lipat
Eskalasi di sekitar Iran telah menyebabkan blokade de facto Selat Hormuz, jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
Selat Hormuz Masih Bergejolak, Harga Bensin Bisa Naik 3 Kali Lipat
Indonesia
Houthi Luncurkan Balistik ke Istana Kepresidenan Al-Maashiq di Aden, PM Diklaim Aman
Sejumlah video yang beredar di media sosial menunjukkan asap membumbung dari Istana Kepresidenan Al-Maashiq.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
Houthi Luncurkan Balistik ke Istana Kepresidenan Al-Maashiq di Aden, PM Diklaim Aman
Dunia
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Isak tangis haru berbaur rasa trauma membuncah di San Diego Bay, California, saat kapal induk raksasa Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, akhirnya resmi berlabuh
Wisnu Cipto - Sabtu, 10 Oktober 2026
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Dunia
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Donald Trump menyinggung kemungkinan Iran melancarkan serangan terhadap kota di AS.
Yusuf Abdillah - Selasa, 06 Oktober 2026
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Dunia
Masuk Selat Hormuz Matikan Pelacak, 2 Kapal Minyak Supertanker Uni Emirat Arab Meledak
Dua kapal supertanker meledak di Selat Hormuz usai mematikan alat pelacak dan melanggar aturan navigasi di tengah ketatnya kendali maritim Iran.
Wisnu Cipto - Minggu, 04 Oktober 2026
Masuk Selat Hormuz Matikan Pelacak, 2 Kapal Minyak Supertanker Uni Emirat Arab Meledak
Bagikan