AS Cap Presiden Turki Erdogan sebagai 'Anti Semit'
Demonstran pro-Palestina membawa bendera dengan foto Presiden Turki Tayyip Erdogan saat mereka berkendara melewati Konsulat Israel di Istanbul, Turki, Rabu (12/5/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Dilara Senk
MerahPutih.com - Amerika Serikat mengecam keras komentar yang baru-baru ini disampaikan Presiden Turki Tayyip Erdogan terhadap orang-orang Yahudi sebagai bentuk sikap anti Semit.
"Kami mendesak Presiden Erdogan dan para pemimpin Turki lainnya untuk menahan diri dari komentar yang menghasut, yang dapat memicu kekerasan lebih lanjut," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price, dilansir dari Antara, Rabu (19/5)."Bahasa anti Semit tidak memiliki tempat di mana pun."
Baca Juga:
Rudal Israel Dibalas 1.750 Roket Hamas, Maskapai Dunia Kompak Tutup Penerbangan
Anti Semit adalah suatu sikap permusuhan, prasangka, kebencian dan diskriminasi terhadap orang Yahudi, baik sebagai penganut agama Yahudi maupun kelompok etnis.
Namun, Price tidak merinci ucapan Erdogan mana yang dianggap Amerika Serikat sebagai sikap anti Semit. Departemen Luar Negeri AS pun tidak segera menanggapi permintaan klarifikasi.
Sebelumnya, Presiden Turki Erdogan, yang merupakan pembela vokal Palestina, telah mengkritik Israel karena melakukan serangan udara di Gaza dan menyebutnya sebagai "negara teror" setelah polisi Israel menembakkan peluru karet ke orang-orang Palestina yang melempar batu di Yerusalem.
Erdogann juga mengkritik kekuatan Barat dalam konflik kekerasan Israel dan Palestina. Menurutnya, Austria dan Amerika Serikat, "menulis sejarah dengan tangan berdarah". Berbicara setelah rapat kabinet, dia mengkritik persetujuan Presiden AS Joe Biden atas penjualan senjata ke Israel.
"Anda menulis sejarah dengan tangan berdarah dalam insiden yang merupakan serangan serius yang tidak proporsional di Gaza, yang menyebabkan ratusan ribu orang mati syahid," katanya.
Baca Juga:
Langkah-langkah Indonesia Hentikan Serangan Israel ke Palestina
Presiden Turki itu juga menyerang, Kanselir Austria Sebastian Kurz, yang sangat pro-Israel, "Austria sedang mencoba untuk membuat Muslim membayar harga untuk orang Yahudi yang menjadi sasaran genosida."
Adapun Pemerintahan Biden pada Senin menyetujui potensi penjualan $ 735 juta atau sekitar Rp10,5 triliun senjata presisi dipandu ke Israel, menurut sumber kongres. Israel telah menghantam Gaza dengan serangan udara lebih dari seminggu terakhir. (*)
Baca Juga:
Kelompok Buruh Galang Dana untuk Perjuangan Palestina
Bagikan
Wisnu Cipto
Berita Terkait
Dihantam Gelombang Tinggi, Kapal Wisata Tenggelam di Labuan Bajo
Gempa M5,6 Guncang Bengkulu Utara, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Klasemen Super League 2025/2026: Gol Dibatalkan, Persija Kalah 0-1 dari Semen Padang dan Harus Relakan Posisi Kedua Jadi Milik Persib
Klasemen Super League 2025/2026: Persib Geser Persija Usai Kalahkan Bhayangkara FC 2-0
Hasil Futsal Putra SEA Games 2025: Hentikan Dominasi Thailand Lewat Kemenangan 6-1, Timnas Futsal Indonesia Raih Medali Emas
Hasil Final Sepak Bola Putra SEA Games 2025: Comeback, Timnas Vietnam U-23 Kalahkan Thailand 3-2 untuk Raih Medali Emas
Hasil Sepak Bola Putra SEA Games 2025: Timnas Malaysia U-23 Raih Medali Perunggu Usai Kalahkan Filipina 2-1
Israel 813 Kali Langgar Gencatan Senjata Gaza, Banjir Kecaman Negara Eropa
Israel Lakukan 813 Kali Pelanggaran Gencatan Senjata di Gaza, Akses Bantuan Masih Dihambat
Presiden Trump Larang Warga 8 Negara Masuk AS, Termasuk Laos dan Palestina