Art Jakarta 2023 Siap Digelar di JIEXPO, Catat Tanggalnya

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Selasa, 31 Oktober 2023
Art Jakarta 2023 Siap Digelar di JIEXPO, Catat Tanggalnya

Art Jakarta 2023 siap digelar pada pertengahan November. (Foto: merahputih.com/Zulthan Vigilio)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PAMERAN seni rupa terbesar se-Indonesia, Art Jakarta, kembali akan digelar pada 17 - 19 November 2023. Art Jakarta yang ada sejak 2009 ini, akan hadir dengan wajah baru. Gelaran tahun ini akan diselenggarakan di lokasi yang berbeda, tepatnya di JIEXPO Kemayoran Jakarta Pusat.

Nantinya Art Jakarta akan menempati area gabungan Hall B3 dan C3, dengan luas ruangan sekitar 10 ribu meter persegi.

“Tempat yang baru ini memungkinkan kami menghadirkan banyak koleksi karena ruang hall yang lebih besar untuk Art Jakarta tahun ini,” ujar Director Artistik Art Jakarta Enin Supriyanti dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Graha Bimasena, Jakarta Selatan, Selasa (31/10).

Baca juga:

Jakarta Art Hub, Cocok untuk Gallery Date

Enin mengungkapkan gelaran Art Jakarta 2023 berbeda dengan Art Fair pada umumnya. (Foto: merahputih.com/Zulthan Vigilio)

Lebih lanjut Enin juga membeberkan alasan Art Jakarta tahun ini pindah ke lokasi berbeda. “Alasannya singkatnya sebenarnya tempat yang biasa kita gunakan (Senayan JCC), sedang dibersihkan untuk acara KTT Asean. Sehingga jadwal kami dianggap bertabrakan, mau tidak mau kita harus cari lokasi yang lain, JIEXPO lah jadi lokasi yang pas karena secara ukuran juga sangat besar. Saya juga berharap dengan venue yang baru ini pengunjung bisa lebih mengeksplor setiap sudut hall,” terangnya.

Dengan lokasi yang lebih besar, Art Jakarta 2023 akan menghadirkan area pameran yang lebih luas, mencakup lebih banyak ekshibitor dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun ini total ada 68 galeri yang hadir, 40 dari Indonesia dan 28 galeri dari mancanegara. Galeri mancanegara yang datang termasuk dari Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Vietnam, Taiwan, Korea Selatan, China, Jepang, Rusia, dan Australia.

Event pameran seni rupa Art Jakarta juga didukung oleh beberapa mitra dari latar belakang industri yang berbeda. seperti perbankan, aplikasi investasi digital, bahkan institusi yang bergerak dalam sektor wealth management. Namun, dalam rangkaian event Art Jakarta 2023 para mitra juga akan mempertunjukkan karya seni yang berkolaborasi dengan para seniman lokal.

“Kami sangat beruntung rekanan kami setia dan makin banyak. Di luar itu kami juga mewajibkan para mitra membuat projek karya seni yang spesifik buat Art Jakarta,” sambung Enin.

Baca juga:

ArtScience Museum Hadirkan Fiksi Ilmiah Karya Perempuan Asia

View this post on Instagram

A post shared by Art Jakarta (@artjakarta)

Perbedaan yang mencolok dari Art Jakarta dengan event seni lainnya, yaitu program-program yang diusung. Program tersebut dibagi menjadi tiga yaitu Gallery, Spot, Play, Scene.

Masing-masing program tentu memiliki perbedaan. Program 'Galeri' menyajikan beberapa rangkaian karya seni dari Indonesia maupun mancanegara. Kemudian, program 'Spot' menyajikan beragam instalasi yang dari para penggiat seni. Sementara, program Play dirancang khusus untuk menyediakan area bermain anak untuk mengasah kreativitas, kepekaan, dan imajinasi.

Terakhir program 'Scene', menjadi segmen spesial para seniman baru untuk berjejaring dengan sesama seniman, kurator, dan kolektor. Lalu program ini juga sebagai sarana unjuk gigi karya yang telah digarapnya.

“Dari banyaknya art fair yang ada di Indonesia, hanya Art Jakarta yang memiliki program ‘Scene’. Program ini hanya boleh diikuti para kelompok dan pelaku seni untuk menunjukkan karya dan bertemu dengan pasarnya,” tukas Enin. (zvw)

Baca juga:

Pameran ART SG Tampilkan 115 Galeri Seni dari 33 Negara

#Seni Rupa #Pameran Seni
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Hari Terakhir Art Jakarta 2026, Jangan Lewatkan Deretan Kolaborasi Kreatif Ini
Bagi pencinta seni, hari ini, Minggu (4/10) menjadi kesempatan terakhir untuk menikmati Art Jakarta 2026.
Yusuf Abdillah - Minggu, 04 Oktober 2026
Hari Terakhir Art Jakarta 2026, Jangan Lewatkan Deretan Kolaborasi Kreatif Ini
Lifestyle
TACO dan Palette Studio Hadirkan 'The Curiosity Engine' di Art Jakarta 2026
Menerjemahkan semangat eksplorasi melalui sebuah karya yang mengajak pengunjung melihat material dengan cara yang berbeda.
Dwi Astarini - Sabtu, 03 Oktober 2026
TACO dan Palette Studio Hadirkan 'The Curiosity Engine' di Art Jakarta 2026
Lifestyle
Art Jakarta 2026 Panggung Unjuk Karya Enam Ekosistem Seni Rupa Daerah
Enam pameran atau pasar seni rupa dari berbagai daerah untuk berpartisipasi dalam Art Jakarta 2026 melalui program MTN (Manajemen Talenta Nasional) Market.
Dwi Astarini - Sabtu, 03 Oktober 2026
Art Jakarta 2026 Panggung Unjuk Karya Enam Ekosistem Seni Rupa Daerah
Fun
JICAF 2026 Resmi Dibuka, Bawa Tema The World We Draw dan Hadirkan Beragam Kolaborasi
JICAF 2026 resmi dibuka hingga 4 Oktober dengan tema The World We Draw. Simak kolaborasi seniman, Disney Jajan, DUBKIL PROJECT, hingga Stereoflow.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 02 Oktober 2026
JICAF 2026 Resmi Dibuka, Bawa Tema The World We Draw dan Hadirkan Beragam Kolaborasi
Fun
Art Jakarta 2026 Hadirkan 75 Galeri, Perkuat Jejaring Seni Kontemporer Indonesia
Art Jakarta 2026 digelar 2-4 Oktober di JIExpo Kemayoran dengan 75 galeri, termasuk 33 galeri internasional dan 19 peserta baru.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 02 Oktober 2026
Art Jakarta 2026 Hadirkan 75 Galeri, Perkuat Jejaring Seni Kontemporer Indonesia
ShowBiz
RM BTS Pamerkan Koleksi Seni Pribadinya di SFMOMA, Bertindak sebagai Co-Curator
Pameran ini akan menyatukan sekitar 180 karya yang dipilih RM dan pihak museum.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
RM BTS Pamerkan Koleksi Seni Pribadinya di SFMOMA, Bertindak sebagai Co-Curator
Lifestyle
Dari SPOT hingga SCOPE, Art Jakarta 2026 Buka Ruang Kolaborasi Pelaku Seni
Art Jakarta 2026 tetap membawa fokus pada perkembangan seni rupa kontemporer, khususnya dari Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.
Dwi Astarini - Senin, 21 September 2026
Dari SPOT hingga SCOPE, Art Jakarta 2026 Buka Ruang Kolaborasi Pelaku Seni
Fun
Art Jakarta 2026 Bakal Hadirkan 75 Galeri Seni dari Indonesia dan Asia Tenggara
Art Jakarta 2026 digelar 2-4 Oktober di JIExpo Kemayoran dengan menghadirkan 75 galeri seni dari Indonesia dan Asia Tenggara.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 19 September 2026
Art Jakarta 2026 Bakal Hadirkan 75 Galeri Seni dari Indonesia dan Asia Tenggara
Fun
Seniman Swedia Tyra Kleen dan Perjalanannya Melihat Jawa-Bali dari Seabad Silam
Kleen ialah seniman yang memfokuskan pada objek, warna, bentuk, atau figur sebagai cara mengekspresikan pesan kebatinan serta emosi yang dia rasakan.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Seniman Swedia Tyra Kleen dan Perjalanannya Melihat Jawa-Bali dari Seabad Silam
Lifestyle
Menatap Jawa-Bali di Awal Abad ke-20 dari Mata Seniman Swedia Tyra Kleen lewat 'A Journey Through Java and Bali 1919–1921'
Daniel bercerita Tyra ialah perempuan pemberani dan punya visi. Seorang petualang yang mendokumentasikan perjalanannya dengan banyak medium.
Dwi Astarini - Kamis, 10 September 2026
Menatap Jawa-Bali di Awal Abad ke-20 dari Mata Seniman Swedia Tyra Kleen lewat 'A Journey Through Java and Bali 1919–1921'
Bagikan