RM BTS Pamerkan Koleksi Seni Pribadinya di SFMOMA, Bertindak sebagai Co-Curator

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
RM BTS Pamerkan Koleksi Seni Pribadinya di SFMOMA, Bertindak sebagai Co-Curator

RM BTS jadi kurator tamu untuk San Francisco Museum of Modern Art.(foto: BigHit Music)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — DENGAN badan sedikit membungkuk, RM berjalan ke podium saat acara temu jurnalis digelar di San Francisco Museum of Modern Art (SFMOMA), Rabu (30/9). Leader BTS ini mengaku gugup. Sudah cukup lama ia tak berpidato.

Namun, RM berhasil mengatasi kegugupannya dan mulai berbagi cerita mengenai perannya sebagai co-curator dalam sebuah pameran di SFMOMA. Dalam pameran itu, RM akan membagikan sekitar 140 karya dari koleksi seni pribadinya. Pameran direncanakan dibuka pada 3 Oktober.

Pameran ‘RM x SFMOMA: Between You and Me’, yang akan berlangsung hingga 7 Februari 2027, menandai pameran museum pertama dari koleksi pribadi RM sekaligus kolaborasi pertama SFMOMA dengan seniman K-pop. Pameran ini akan menyatukan sekitar 180 karya yang dipilih RM dan pihak museum, termasuk karya-karya dari koleksi pribadinya serta koleksi milik SFMOMA. Sebagian besar karya yang dikumpulkan RM akan ditampilkan di Amerika Serikat untuk pertama kalinya.

“Ini pertama kalinya saya membagikan koleksi saya atas nama saya sendiri. Menurut saya, tidak banyak hal yang dapat memperlihatkan seseorang secara jujur seperti koleksi yang telah mereka bangun dalam jangka waktu lama. Dalam artian tersebut, pameran ini akan menjadi sebuah perkenalan diri yang cukup panjang,” ujar RM melalui agensinya, BigHit Music.

Baca juga:

Pameran Seni yang Dikuratori RM BTS di SFMOMA Dibuka Oktober 2026


“Koleksi saya mencakup banyak karya dari seniman modern dan kontemporer Korea. Beberapa nama mereka mungkin masih asing di luar Korea. Saya telah mengumpulkannya dengan harapan dapat memberikan perspektif dan sensitivitas yang sedikit lebih baik, dan proses itulah yang mengantarkan pada pameran ini,” tambahnya.

RM berpartisipasi langsung dalam perencanaan dan pengurasian pameran, bekerja sama dengan co-curator SFMOMA, América Castillo dan Kim Hyo-eun, untuk memilih karya serta mengembangkan presentasinya. Ia juga menulis teks pameran dan deskripsi karya seni dalam bahasa Korea dan Inggris, merekam panduan audio (audio guide) dalam kedua bahasa tersebut, serta memilih musik yang diputar di dalam galeri.

SFMOMA mengajukan proyek ini setelah tertarik pada selera seni RM dan keterlibatannya yang berkelanjutan dengan seni kontemporer.

“Proyek ini sangat selaras dengan komitmen SFMOMA untuk memperluas percakapan global seputar seni. Sambil menciptakan ruang bagi suara-suara baru di museum, kami juga mengundang audiens yang telah mengenal seni kontemporer dan seni Korea melalui RM,” kata Direktur SFMOMA Christopher Bedford.

Seniman Korea yang karyanya ditampilkan antara lain Yun Hyong-keun, Park Re-hyun, Chang Uc-chin, Kwon Ok-yon, Kim Yun-shin, dan To Sang-bong. Karya-karya mereka akan ditampilkan berdampingan dengan koleksi milik SFMOMA karya Kim Whan-ki, Nam June-paik, Mark Rothko, Agnes Martin, Henri Matisse, dan Georgia O’Keeffe.

Melalui keramik, kaligrafi, lukisan, dan patung, pameran ini juga akan menelusuri seni Korea dari abad keenam hingga masa kini. SFMOMA menggambarkannya sebagai salah satu pameran seni Korea modern dan kontemporer paling luas yang pernah disajikan di AS.(dwi)

Baca juga:

RM BTS Jadi Kurator untuk Pameran di San Francisco Museum of Modern Art, Menyatukan Budaya lewat Seni

#Pameran Seni #RM BTS #Museum
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
RM BTS Pamerkan Koleksi Seni Pribadinya di SFMOMA, Bertindak sebagai Co-Curator
Pameran ini akan menyatukan sekitar 180 karya yang dipilih RM dan pihak museum.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
RM BTS Pamerkan Koleksi Seni Pribadinya di SFMOMA, Bertindak sebagai Co-Curator
Lifestyle
Dari SPOT hingga SCOPE, Art Jakarta 2026 Buka Ruang Kolaborasi Pelaku Seni
Art Jakarta 2026 tetap membawa fokus pada perkembangan seni rupa kontemporer, khususnya dari Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.
Dwi Astarini - Senin, 21 September 2026
Dari SPOT hingga SCOPE, Art Jakarta 2026 Buka Ruang Kolaborasi Pelaku Seni
Fun
Art Jakarta 2026 Bakal Hadirkan 75 Galeri Seni dari Indonesia dan Asia Tenggara
Art Jakarta 2026 digelar 2-4 Oktober di JIExpo Kemayoran dengan menghadirkan 75 galeri seni dari Indonesia dan Asia Tenggara.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 19 September 2026
Art Jakarta 2026 Bakal Hadirkan 75 Galeri Seni dari Indonesia dan Asia Tenggara
Fun
Seniman Swedia Tyra Kleen dan Perjalanannya Melihat Jawa-Bali dari Seabad Silam
Kleen ialah seniman yang memfokuskan pada objek, warna, bentuk, atau figur sebagai cara mengekspresikan pesan kebatinan serta emosi yang dia rasakan.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Seniman Swedia Tyra Kleen dan Perjalanannya Melihat Jawa-Bali dari Seabad Silam
Indonesia
Tahir Solo Museum Tunggak PBB-P2 Rp600 Juta, Wali Kota Solo Minta Segera Dilunasi
Tahir Solo Museum diketahui memiliki tunggakan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebesar Rp600 juta.
Yusuf Abdillah - Selasa, 15 September 2026
Tahir Solo Museum Tunggak PBB-P2 Rp600 Juta, Wali Kota Solo Minta Segera Dilunasi
Indonesia
Tahir Solo Museum Nunggak PBB Rp 600 Juta, DPRD Minta Segera Diselesaikan
Tahir Solo Museum diketahui menunggak biaya PBB sebesar Rp 600 juta. DPRD Solo meminta masalah tersebut diselesaikan.
Soffi Amira - Minggu, 13 September 2026
Tahir Solo Museum Nunggak PBB Rp 600 Juta, DPRD Minta Segera Diselesaikan
Lifestyle
Menatap Jawa-Bali di Awal Abad ke-20 dari Mata Seniman Swedia Tyra Kleen lewat 'A Journey Through Java and Bali 1919–1921'
Daniel bercerita Tyra ialah perempuan pemberani dan punya visi. Seorang petualang yang mendokumentasikan perjalanannya dengan banyak medium.
Dwi Astarini - Kamis, 10 September 2026
Menatap Jawa-Bali di Awal Abad ke-20 dari Mata Seniman Swedia Tyra Kleen lewat 'A Journey Through Java and Bali 1919–1921'
Dunia
Museum Renoir di Prancis Dibobol Maling, Empat Lukisan Senilai Rp185 Miliar Raib
Museum Auguste Renoir di Cagnes-sur-Mer, Prancis, dibobol pencuri. Sedikitnya empat lukisan dilaporkan raib.
Yusuf Abdillah - Selasa, 08 September 2026
Museum Renoir di Prancis Dibobol Maling, Empat Lukisan Senilai Rp185 Miliar Raib
Fashion
Alasan Mengejutkan Pameran John Galliano di The Met 2027 Dibatalkan
Pameran John Galliano di The Met 2027 resmi dibatalkan. Temukan alasan mengejutkan di balik kontroversi masa lalu, serta keputusan dari Anna Wintour dan pihak museum
Angga Yudha Pratama - Selasa, 01 September 2026
Alasan Mengejutkan Pameran John Galliano di The Met 2027 Dibatalkan
Fun
TERASI 2026 Perluas Ruang Seni Inklusif, Gandeng Seniman Disabilitas dan Penyintas Kanker
TERASI 2026 digelar 13-17 Agustus di Jakarta dengan melibatkan seniman disabilitas, penyintas kanker, dan 60 ilustrator lokal.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 15 Agustus 2026
TERASI 2026 Perluas Ruang Seni Inklusif, Gandeng Seniman Disabilitas dan Penyintas Kanker
Bagikan