MerahPutih.com - Art Jakarta kembali hadir pada 2026 dengan membawa beragam karya seni rupa kontemporer dari Indonesia dan Asia Tenggara. Gelaran ini akan berlangsung pada 2-4 Oktober 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Setelah sebelumnya menggelar Art Jakarta Papers dan Art Jakarta Gardens pada awal tahun, Art Jakarta 2026 tetap menjadikan seni rupa kontemporer Asia Tenggara sebagai fokus utama.
Tahun ini, sebanyak 75 galeri akan ambil bagian. Lebih dari setengahnya merupakan galeri dari Indonesia, sementara 33 lainnya berasal dari luar negeri. Sebanyak 19 galeri juga tercatat sebagai peserta baru.
Baca juga:
Art Jakarta Papers 2026 Sukses Digelar, Catat 9.289 Pengunjung di Edisi Perdana
Libatkan 19 Galeri Baru
Kehadiran galeri-galeri baru tersebut menunjukkan antusiasme sekaligus perkembangan dunia seni rupa yang terus tumbuh dari tahun ke tahun.
Direktur Artistik Art Jakarta, Enin Supriyanto, mengatakan Art Jakarta saat ini telah berkembang menjadi salah satu art fair yang dinamis di Asia Tenggara.
Art Jakarta, saat ini telah berkembang menjadi salah satu art fair yang paling dinamis di Asia Tenggara. Untuk mendukung ekosistem seni rupa yang terus berkembang, sejak tahun ini, Art Jakarta berlangsung tiga kali dalam setahun: Art Jakarta Papers, Art Jakarta Gardens, Art Jakarta International Art Fair. Masing-masing punya fokus dan titik berat tersendiri,
Direktur Artistik Art Jakarta, Enin Supriyanto.
Menurut dia, Art Jakarta juga tetap memiliki peran sebagai ruang pertemuan bagi para pemangku kepentingan seni rupa di kawasan Asia Tenggara.
“Sementara pada saat bersamaan Art Jakarta juga perlu tetap menjadi ruang tempat para stakeholder seni rupa di kawasan ini dapat bertemu, bertukar informasi dan pengetahuan, berjejaring dan bekerjasama. Inilah peran utama Art Jakarta yang berlangsung di awal Oktober ini, di JIExpo Kemayoran,” lanjutnya.
Baca juga:
Art Jakarta Gardens 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Seni Kontemporer hingga Panggung Musik Outdoor
Didukung Empat Lead Partners
Art Jakarta 2026 juga mendapat dukungan dari empat Lead Partners, yakni Julius Baer, Bibit dan Stockbit, Treasury, serta BCA.
Keempat mitra tersebut kembali hadir untuk mendukung penyelenggaraan pameran melalui berbagai Presentasi Khusus.
Enin mengatakan keberadaan Art Jakarta diharapkan dapat terus berkontribusi terhadap perkembangan ekosistem seni rupa, termasuk pasar seni rupa di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.
“Harapan kami, jika peran dan fungsi ini dapat terus kami kerjakan dengan baik, maka ekosistem pasar seni rupa di Indonesia dan di kawasan ini juga akan tetap dinamis dan berkembang,” pungkas Enin Supriyanto. (Far)