APPI-REI Minta BI Turunkan BI Rate

Luhung SaptoLuhung Sapto - Jumat, 07 Agustus 2015
APPI-REI Minta BI Turunkan BI Rate

Ilustrasi Rumah

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih, Bisnis-Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) dan Real Estate Indonesia (REI) mengharapkan bank sentral dapat menurunkan tingkat suku bunga acuan (BI Rate) yang dampak lanjutannya dapat menurunkan angsuran kredit.

"Agar angsuran bisa lebih murah apa syaratnya? Ya turunkan tingkat suku bunga (BI Rate). Sekarang bagaimana mau menurunkan angsuran kalau suku bunganya tidak turun," kata Sekretaris Jenderal APPI Efrizal Sinaga di Jakarta, seperti dari dikutip Antara, Jumat  (7/8) pagi.

Menurut dia, penurunan BI Rate sebesar 25 basis point (bps) dari 7,75 persen menjadi 7,5 persen dianggap kurang berdampak besar terhadap kredit pembiayaan.

"Contoh seperti kemarin BI Rate pernah turun 25 bps, itu nggak menggigit karena 25 bps kalau diturunkan ke cost of fund, itu secara rupiah paling hanya beberapa ribu saja. Tapi kalau bisa turun 50 persen itu kan bisa membawa stimulus dan dampak psikologis yang lebih baik, ya minimal 50-75 bps," ujar Efrizal.

Ia mengharapkan penurunan BI Rate bisa dilakukan secepatnya karena didukung kuatnya cadangan devisa dan turunnya inflasi komponen inti. 

Berdasarkan data BPS, tingkat inflasi komponen inti Juli 2015 tercatat sebesar 4,86 persen atau lebih rendah daripada inflasi komponen inti Juli tahun lalu yang secara year on year sebesar 5,04 persen.

Regulator juga dinilai tidak perlu menunggu kenaikan suku bunga The Fed yang tidak pasti kapan kenaikannya agar kebijakan yang dikeluarkan tersebut tidak terlambat sehingga mampu mendorong laju perekonomian nasional.

"Kalau misalnya The Fed nanti akan menaikkan semuanya bisa buyar kan nantinya, nah sekarang apakah kita menunggu sampai Oktober dulu baru setelah itu kita lihat. Kalau kita menunggu sampai Oktober lalu November melalukan perubahan setelah itu orang juga orientasinya sudah liburan sudah masuk tutup buku dan hari kerja juga sudah tidak banyak lagi, terus mau berapa banyak yang bisa kita tingkatkan," kata Efrizal.

Sekretaris Jenderal Real Estate Indonesia Hari Raharta Sudrajat berharap BI dapat menurunkan suku bunga acuan perbankan (BI Rate) untuk mendorong pertumbuhan pasar properti dalam negeri.

Bank Indonesia telah menurunkan aturan uang muka properti menjadi 20 persen dari sebelumnya 30 persen, namun hal tersebut belum mampu meningkatkan daya beli masyarakat terhadap properti.

"Uang muka sudah turun, kami harapkan BI Rate juga turun menjadi lima persen atau enam persen," ujarnya.

Hari menuturkan dengan tingginya BI Rate, maka cicilan untuk kredit pemilikan rumah (KPR) kurang bersahabat, yakni bunganya "double digit". 

Padahal, katanya, masyarakat membeli rumah tidak hanya memikirkan uang muka tetapi cicilan menjadi pertimbangan juga.

"Kita harapkan KPR itu single digit, sekarang kan double digit, jadi masyarakat masih berat. Sekarang buat apa double digit kalau sedikit yang mengajukan KPR, mendingan single digit tapi ini meningkatkan permintaan KPR," kata Hari. (Luh)

#BI Rate
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Luhung Sapto

Penggemar Jones, Penjelajah, suka makan dan antimasak
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Stabilkan Rupiah, BI Tahan BI Rate di 5,75 Persen
Selain mempertimbangkan dampak ke pertumbuhan, BI memilih menggunakan instrumen lain untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan mendorong aliran modal masuk.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 28 September 2026
Stabilkan Rupiah, BI Tahan BI Rate di 5,75 Persen
Indonesia
Bunga Kredit Usaha Rakyat Tetap 6 Persen, Target Menjangkau 1,3 Juta Debitur Baru
Pemerintah tetap memberikan subsidi bunga KUR untuk menjaga akses pembiayaan yang terjangkau bagi pelaku UMKM.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 30 Juni 2026
Bunga Kredit Usaha Rakyat Tetap 6 Persen, Target Menjangkau 1,3 Juta Debitur Baru
Indonesia
Suku Bunga Naik Tiap Bulan Sejak Mei, Jurus BI Tahan Modal Asing Kabur Saat Rupiah Loyo
Bank Indonesia menaikkan BI-Rate total 100 bps sejak Mei 2026 hingga 5,75% untuk menjaga stabilitas rupiah dan menarik modal asing.
Wisnu Cipto - Kamis, 18 Juni 2026
Suku Bunga Naik Tiap Bulan Sejak Mei, Jurus BI Tahan Modal Asing Kabur Saat Rupiah Loyo
Indonesia
BI Kembali Naikkan Suku Bunga
BI-Rate secara kumulatif telah naik sebesar 75 bps dalam bulan ini.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 18 Juni 2026
BI Kembali Naikkan Suku Bunga
Indonesia
Rupiah Sempat Jebol Rp18.000, Bank Indonesia Diprediksi Pertahankan BI-Rate
Melengkapi analisis makro tersebut, Chief Economist BTN Myrdal Gunarto mengingatkan pentingnya aspek sektor riil di luar pasar keuangan
Angga Yudha Pratama - Kamis, 18 Juni 2026
Rupiah Sempat Jebol Rp18.000, Bank Indonesia Diprediksi Pertahankan BI-Rate
Indonesia
Dolar Makin Ganas Bikin Rupiah Babak Belur, Bank Indonesia Naikkan Suku Bunga Demi Jinakkan Pasar
Evaluasi pasca-RDG Bulanan tanggal 19-20 Mei 2026 menunjukkan pergerakan nilai tukar rupiah bergejolak melebihi perkiraan awal
Angga Yudha Pratama - Selasa, 09 Juni 2026
Dolar Makin Ganas Bikin Rupiah Babak Belur, Bank Indonesia Naikkan Suku Bunga Demi Jinakkan Pasar
Indonesia
BI Rate Naik Jadi 5,25%, Senjata Bank Sentral Kendalikan Inflasi
Bank Indonesia optimistis pertumbuhan ekonomi tetap 5,7% dan inflasi terkendali dalam kisaran sasaran pemerintah.
Wisnu Cipto - Rabu, 20 Mei 2026
BI Rate Naik Jadi 5,25%, Senjata Bank Sentral Kendalikan Inflasi
Indonesia
BI Rate Naik 50 Poin Jadi 5,25%, 'Jamu Kuat' Buat Rupiah di Juli-Agustus
Gubernur BI Perry Warjiyo menyebut kebijakan ini akan memperkuat nilai tukar rupiah yang diperkirakan menguat pada Juli–Agustus mendatang.
Wisnu Cipto - Rabu, 20 Mei 2026
BI Rate Naik 50 Poin Jadi 5,25%, 'Jamu Kuat' Buat Rupiah di Juli-Agustus
Indonesia
66 Poin Lagi 1 Dolar Tembus Rp 17 Ribu, BI Rate Jadi Kunci Tahan Rupiah Anjlok
Investor menanti hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas rupiah dengan mempertahan suku bunga saat ini agar tidak kian tergerus.
Wisnu Cipto - Kamis, 19 Februari 2026
66 Poin Lagi 1 Dolar Tembus Rp 17 Ribu, BI Rate Jadi Kunci Tahan Rupiah Anjlok
Indonesia
BI Rate Sudah Turun Tapi Bunga Kredit Bank Lambat Turun
Imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) untuk tenor 2 tahun menurun sebesar 218 bps dari 6,96 persen pada awal 2025 menjadi 4,78 persen pada 21 Oktober 2025.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 22 Oktober 2025
BI Rate Sudah Turun Tapi Bunga Kredit Bank Lambat Turun
Bagikan