MerahPutih Bisnis- Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) mendesak Badan Usaha Milik Negara (BUMN) agar lebih serius dalam memberdayakan Pedagang Kaki Lima (PKL).
?Ketua Umum DPP APKLI, Ali Mahsun M. Biomed mengatakan, ?kapasitas Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) BUMN adalah cukup besar untuk menata dan memberdayakan PKL di seluruh Indonesia. Dana PKBL BUMN dari 2% laba BUMN setiap tahunnya tersebut tidaklah sedikit.
Kabarnya, tak kurang Rp 15 triliun dana program kemitraan BUMN semestinya bisa di akses untuk memperkuat modal usaha PKL. Juga hampir Rp 1 trilyun per tahun dana bina lingkungan BUMN dapat digunakan untuk penataan kawasan dan tingkatkan kapasitas building PKL.
"Namun demikian realita dilapangan hingga saat ini masih jauh dari panggang api," kata Ali dalam siaran persnya kepada redaksi, Senin (8/12).
Ia yang merupakan Ketua Umum Pergerakan Merah-Putih (PMP) Indonesia menambahkan, dana PKBL yang demikian besar tersebut disinyalir diselewengkan oleh pihak-pihak tertentu.
Tak kurang Rp 9,26 trilyun dana PKBL BUMN disinyalir rawan terjadi penyimpangan dalam kurun waktu enam tahun terkahir 2007-2013, hal tersebut diperkuat dengan ucapan Ketua BPK, Rizal Djalil, Juni 2014 lalu.
Disamping tata peraturan dan perundangan yang mengatur penggunaan dana PKBL BUMN tidak tegas dan abu-abu, realita dilapangan seringkali hanya retorika belaka. Sangat sedikit yang konkrit, kecuali Pameran UKM Binaan BUMN, dan ini reduplikasi setiap tahunnya. Pengelolaan Dana PKBL BUMN yang tidak efektif dan kurang transparan dimasa lalu harus dihentikan dan tak boleh terulang lagi.
"Ke depan pemerintah (BUMN) wajib transparan, efektif dan lebih serius mengelola dana PKBL BUMN, khusunya yang dialokasikan untuk menata dan berdayakan PKL, dan menyudahi retorika pencitraan," tegas Ali.
Bekas aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menambahkan, dana program kemitraan BUMN yang tak kurang Rp15 trilyun adalah cukup besar dan dapat dialokasikan untuk kredit tanpa agunan (KTA) bagi 3-7,5 juta PKL dengan plafon Kredit Tanpa Agunan (KTA) Rp 2-5 juta.
Lebih dari itu, KTA modifikasi grameen bank sudah terbukti efektif mendongkrak modal dan pengembangan usaha PKL. Untuk itu, dalam hadapi era pasar bebas ke depan, efektifitas alokasi dana kemitraan BUMN untuk modal dan pengembangan PKL harus jelas karena sangat vital dan strategis agar mereka mampu survival dan bersaing di era AEC 2015 dan Pasar tunggal dunia 2020.
"Untuk itu, APKLI mendesak pemerintah agar mengelola dana PKBL BUMN lebih efektif, tepat sasaran dan transparan, dan mengalokasikan untuk menata dan berdayakan PKL.
Jika ada political will BUMN (pemerintah), maka APKLI menyediakan diri menjadi mitra strategis BUMN (pemerintah) dalam tingkatkan efektifitas penggunaan dana PKBL BUMN yang dialokasikan untuk menata dan memberdayakan PKL. Kredit Tanpa Agunan (KTA) Modifikasi Grameen Bank berbasis komunitas PKL (selektif dan tanggung jawab gandeng renteng) dengan pendampingan dan syaratkan 4 kriteria PKL penerima kredit (berani, disiplin, kerja keras dan miliki solidaritas tinggi) merupakan salah satu solusi konkrit tingkatkan modal dan pengembangan usaha PKL yang berasal dari dana program kemitraan BUMN.
"Demikian juga, APKLI menjamin efektifitas dana bina lingkungan BUMN untuk menata kawasan dan upgrade kapasitas building PKL di seluruh tanah air. Jika hal tersebut dapat terwujud maka BUMN buktikan peran nyata dalam penguatan ekonomi dan mata pencarian rakyat demi tegaknya kedaulatan ekonomi bangsa, prasyarat kokohnya eksistensi dan keutuhan NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945," tutupnya mengakhiri pembicaraan.
APKLI Mendesak BUMN agar Lebih Serius Memberdayakan PKL
Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:
Bagikan
Berita Terkait
Dunia
Bos Baru Apple John Ternus Diharap Bawa Perbedaan, Mengubah Arah ke Pengembangan iPhone
Penunjukan Ternus menjadi sinyal bahwa Apple mencari diferensiasi dalam produknya.
Dwi Astarini - Selasa, 21 April 2026
Dunia
Apple Tunjuk Bos Anyar, John Ternus Siap Bawa Era Baru
Apple menunjuk John Ternus sebagai chief executive officer (CEO) baru untuk menggantikan Tim Cook yang mengundurkan diri setelah 15 tahun memimpin raksasa teknologi tersebut.
Dwi Astarini - Selasa, 21 April 2026
Indonesia
Syahmudrian Lubis Jadi Dirut Baru Ancol
Perubahan direksi ini berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk.
Dwi Astarini - Rabu, 15 April 2026
Indonesia
Geliatkan Ekonomi Jakarta, Gubernur Pramono Sederhanakan Birokrasi di Dunia Usaha
Pemerintah DKI Jakarta akan membuka ruang seluas-luasnya bagi pelaku usaha untuk berkembang.
Dwi Astarini - Senin, 09 Maret 2026
Olahraga
Jelang Tinggalkan Manchester United, Marcus Rashford Tarik Rp 193 Miliar dari Bisnisnya
Marcus Rashford menarik Rp 193 miliar dari bisnisnya, menjelang ia meninggalkan Manchester United.
Soffi Amira - Jumat, 20 Februari 2026
Indonesia
Balai Latihan Kerja Bakal Jadi Tempat Inkubator Bisnis
Transformasi BLK ditujukan agar manfaat pelatihan lebih terasa bagi publik dimana keterampilan yang dipelajari lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 01 Februari 2026
Fun
Brosur hingga Billboard: Alasan Promosi Offline Masih Efektif Menjangkau Konsumen
Promosi offline tetap relevan di era digital. Kenali jenis media promosi offline, manfaat, dan strategi efektif untuk bisnis dan event.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 13 Januari 2026
Lifestyle
'Summarecon Discovery', Pengalaman Visual Perjalanan 50 Tahun Bisnis Properti
Summarecon Discovery menampilkan perjalanan lima dekade perusahaan properti Indonesia ini.
Dwi Astarini - Jumat, 28 November 2025
Indonesia
Sosok Hans Patuwo yang Jebolan Universitas dan Perusahaan Ternama di AS, Calon ‘Orang Nomor Satu’ di GoTo
Pengangkatan akan diajukan dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 17 Desember 2025.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
Indonesia
Alasan Prahara Banyak Startup Bangkrut & Gagal Versi BRIN
BRIN menyoroti ketidaksesuaian antara produk yang dikembangkan startup dengan kebutuhan masyarakat sebagai faktor utama.
Wisnu Cipto - Rabu, 22 Oktober 2025