APBD 2020 Terkuras karena Corona, Pemprov DKI Pastikan Nasib Tenaga Kontrak Aman

Andika PratamaAndika Pratama - Kamis, 18 Juni 2020
APBD 2020 Terkuras karena Corona, Pemprov DKI Pastikan Nasib Tenaga Kontrak Aman

Pasukan Oranye. ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta memastikan tenaga kontrak atau Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) tak terimbas dengan adanya wabah virus corona yang menyebabkan pemangkasan APBD DKI 2020 yang semula Rp 87,95 triliun menjadi Rp 47,18 triliun atau turun 53,65 persen.

PJLP sendiri termasuk petugas prasarana dan sarana umum (PPSU), pegawai harian lepas (PHL) dan pengamanan dalam (Pamdal) Pemda DKI.

Baca Juga

Pesepeda Bandel di Jakarta Bakal Dikenakan Denda

Menurut Kepala BKD, Chaidir menegaskan Pemprov DKI akan memperpanjang masa kerja tenaga kontrak bila kinerja selama bekerja dinilai baik dan bagus.

Ia juga menilai, sekitar 130.000 tenaga harian lepas DKI saat ini masih dirasa aman tak ada rumur diberhentikan meskipun APBD DKI menurun.

"Dia setahun sekali diperpanjang. Ga ada masalah, dari 130.000 PJLP itu ga ada masalah," terangnya.

Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) atau dikenal dengan sebutan Pasukan Oranye. Foto: Antara

Chaidir pun mengatakan, untuk gaji kontra di DKI ialah UMR (Upah Minimum Provinsi) DKI sebesar Rp 4.267.349. Gaji yang diterima pun utuh tidak ada potongan apapun.

"Pemda DKI itu berfikiran itu (PJLP) sebagai padat karya. Intinya itu sebagai penggerak multi player efek ekonomi," jelas dia.

Menurutnya, tenaga kontrak di Pemprov DKI sangat dibutuhkan, contohnya PPSU. Kehadirannya membantu Pemda DKI dalam kebersihan Jakarta.

"Tenaganya di lapangan sangat membantu, terutama di lapangan itu. PPSI, Pasukan Kuning, Pasukan Biru. Itu membantu semua," tutup dia.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, Jawa Tengah hanya mampu gaji tenanga kontrak sampai September 2020 mendatang.

Baca Juga

PSI Minta Anies Libatkan TNI Polri Awasi Protokol Kesehatan di Pasar

Tak gajian pekerja harian lepas itu karena anggaran APBD 2020 Pemkot Solo habis terkuras untuk menangani COVID-19.

"Kami minta Pemkot segera memprioritaskan kekurangan gaji tenaga kontrak dan Linmas dalam pembahasan APBD Perubahan 2020. Jangan sampai gaji mereka tidak dibayar bisa mengganggu pelayanan," kata Ketua Komisi I DPRD Solo, Suharsono, Selasa (16/6) kemarin. (Asp)

#PPSU #Pemprov DKI
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
CFD Sudirman-Thamrin Minggu Besok Ditiadakan, Lokasi Digeser ke Kebayoran Lama
Kegiatan Car Free Day (CFD) Sudirman-Thamrin Minggu, 25 Oktober 2026 ditiadakan karena ada Jakarta Running Festival, dan dialihkan ke Jalan Sultan Iskandar Muda, Kebayoran Lama.
Wisnu Cipto - Kamis, 22 Oktober 2026
CFD Sudirman-Thamrin Minggu Besok Ditiadakan, Lokasi Digeser ke Kebayoran Lama
Berita Foto
Pemprov DKI Perluas Akses Hunian Layak lewat Pembiayaan Rumah
Suasana pemukiman padat penduduk di Kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (12/10/2026).
Didik Setiawan - Senin, 12 Oktober 2026
Pemprov DKI Perluas Akses Hunian Layak lewat Pembiayaan Rumah
Indonesia
Bank Jakarta dan PAM Jaya Bakal IPO, Pramono Tegaskan DKI Tetap Pemegang Saham Mayoritas
Bank Jakarta dan PAM Jaya bakal IPO. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menegaskan, Pemprov tetap memegang saham mayoritas.
Soffi Amira - Minggu, 11 Oktober 2026
Bank Jakarta dan PAM Jaya Bakal IPO, Pramono Tegaskan DKI Tetap Pemegang Saham Mayoritas
Indonesia
Direncanakan Sejak Era Fauzi Bowo, Proyek Jalan Sejajar Rel Pasar Minggu Ditargetkan Rampung 2027
Proses pembebasan lahan yang berjalan secara bertahap sempat terhenti akibat pandemi COVID-19.
Yusuf Abdillah - Senin, 14 September 2026
Direncanakan Sejak Era Fauzi Bowo, Proyek Jalan Sejajar Rel Pasar Minggu Ditargetkan Rampung 2027
Indonesia
PJLP DKI Menjerit Upah Masih Pakai UMP 2025, PSI Tuntut Tanggung Jawab Pemprov
Staf PJLP Pemprov DKI Jakarta mengeluhkan upah yang diterima masih menggunakan perhitungan UMP 2025, meski tahun 2026 sudah berjalan.
Wisnu Cipto - Sabtu, 05 September 2026
PJLP DKI Menjerit Upah Masih Pakai UMP 2025, PSI Tuntut Tanggung Jawab Pemprov
Indonesia
El Nino Ancam Jakarta, 1.027 Petugas Disiagakan Hadapi Puncak Musim Kemarau
Difokuskan pada antisipasi kekeringan, kekurangan air bersih, kebakaran, dan penurunan kualitas udara.
Yusuf Abdillah - Rabu, 02 September 2026
El Nino Ancam Jakarta, 1.027 Petugas Disiagakan Hadapi Puncak Musim Kemarau
Indonesia
Jakarta Targetkan Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca 30 Persen pada 2030
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 30 persen pada 2030.
Yusuf Abdillah - Kamis, 20 Agustus 2026
Jakarta Targetkan Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca 30 Persen pada 2030
Berita Foto
Pemprov DKI Masih Kaji Rencana Kenaikan Tarif Transjakarta
Bus Transjakarta memasuki Halte TB Simatupang kawasan Cilantak, Jakart Selatan, Selasa (28/7/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 28 Juli 2026
Pemprov DKI Masih Kaji Rencana Kenaikan Tarif Transjakarta
Indonesia
Pemprov DKI Jakarta Buru-Buru Revitalisasi 11 Gedung Rusak Parah Buntut Atap Sekolah Ambruk di Kebayoran
Pemerintah menetapkan besaran alokasi dana khusus guna memastikan proses renovasi total berjalan sesuai standar keamanan gedung
Angga Yudha Pratama - Minggu, 26 Juli 2026
Pemprov DKI Jakarta Buru-Buru Revitalisasi 11 Gedung Rusak Parah Buntut Atap Sekolah Ambruk di Kebayoran
Indonesia
Bundaran HI Siap Pecah! Padi Reborn dan Mahalini Guncang Malam Puncak HUT Jakarta
Suharini Eliawati menegaskan seluruh rangkaian kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah menghadirkan manfaat langsung bagi warga
Angga Yudha Pratama - Kamis, 25 Juni 2026
Bundaran HI Siap Pecah! Padi Reborn dan Mahalini Guncang Malam Puncak HUT Jakarta
Bagikan