Bisnis

Apakah Sudah Saatnya Kamu Punya Usaha Sendiri?

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Jumat, 22 Januari 2021
Apakah Sudah Saatnya Kamu Punya Usaha Sendiri?

Banyak orang semangat membuka bisnis. (Foto: 123RF/serezniy

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BAHKAN sebelum ekonomi melambat karena COVID-19, langkanya pekerjaan dengan gaji yang layak, etis, dan memberikan keamanan finansial, telah membuat banyak orang bersemangat untuk mencoba punya usaha sendiri.

Sayangnya, berhasil dalam wirausaha bahkan lebih sulit daripada yang disiratkan statistik. Dikatakan 45 persen bisnis gagal dalam lima tahun pertama. Sisanya, tetap harus terus berjuang meskipun pemiliknya sudah bekerja berjam-jam di bawah tekanan karena mengetahui bahwa jika tidak, uang yang masuk tidak akan cukup.

Baca juga:

Tingkatkan Penghasilan Bisnis Online, Begini Caranya

Dapat dimengerti bahwa kebanyakan bisnis baru gagal. Banyak orang yang suka menunda-nunda menyelesaikan beberapa masalah yang seringkali merupakan batu sandungan para pengusaha.

Kemampuan seperti mengontrol pengeluaran; kemandirian untuk mampu melakukan sebagian besar tugas inti bisnis dari penjualan hingga akuntansi dasar; dan pertimbangan tentang rekan yang harus dibagi keuntungan serta potensi konflik yang menyertainya. Selain itu, perekrutan, bahkan pada waktu yang tepat, tetap dapat merusak arus kas jika terlalu banyak. Uang adalah sumber kehidupan bisnis, jika habis usaha pun mati.

Uang adalah sumber kehidupan bisnis. (Foto: 123RF/fotogestoeber)

Kenali Kemampuan Diri

Untungnya, seperti yang dikatakan iklan, pengalaman kamu mungkin akan berbeda. Semakin jujur jawabanmu untuk pertanyaan-pertanyaan berikut, semakin besar peluangmu untuk berhasil menjadi pengusaha.

1. Apakah kamu memiliki konsep bisnis berisiko rendah yang menawarkan peluang bagus untuk menghasilkan setidaknya pendapatan kelas menengah? "Saya sering merekomendasikan bisnis berbiaya rendah dan berstatus rendah. Bisnis semacam itu membutuhkan biaya yang sedikit untuk dijalankan dan persaingan dalam bisnis berstatus rendah cenderung lebih rendah daripada, katakanlah, bisnis teknologi," kata Marty Nemko, Ph.D., konsultan karier dari California yang telah menulis 10 buku.

2. Apakah pertimbangan yang kamu lakukan berdampak sedikit atau tidak sama sekali pada usaha sebelumnya? Apakah bisnis yang kamu usulkan cukup memotivasi sehingga kamu tidak banyak pertimbangan?

3. Apakah ide-idemu manjur ketika diterapkan untuk mengatasi masalah? Artinya, apakah kamu telah menunjukkan kemampuan untuk memecahkan berbagai masalah praktis, misalnya, dalam pemasaran dasar, IT, perpajakan, dan masalah hukum, atau apakah kamu cukup sering angkat tangan, menerima, dan membayar mahal untuk mendapatkan bantuan?

Baca juga:

Inspiratif, 4 Film ini Wajib Ditonton saat Merintis Bisnis

4. Apakah kamu memiliki atau bisa mendapatkan akses ke cukup uang, sebagai modal, tetapi juga untuk berbulan-bulan atau waktu yang lebih lama dari yang dibutuhkan untuk membangun basis pelanggan, serta untuk membayar biaya hidupmu untuk selama itu?

5. Apakah kamu pintar membujuk orang? Kamu tidak perlu menjadi sales, tetapi bisakah meyakinkan orang, misalnya untuk melakukan suatu kegiatan atau mengubah perilaku mereka? "Kemampuan untuk membujuk penting dalam memulai usaha karena Anda selalu menjual. Misalnya, untuk meyakinkan teman untuk mengizinkan kamu berbagi ruang kantor, agar vendor mau menjual produk mereka secara konsinyasi, dan, tentu saja, membuat pelanggan membeli produk atau layananmu," Nemko menjelaskan dalam artikelnya di psychologytoday.com (21/1).

6. Apakah kamu memiliki penilaian yang baik untuk membeli dengan harga murah? Pelaku bisnis yang sukses cenderung pintar mencari di tempat-tempat yang tidak biasa. Misalnya, jika kamu ingin membeli furnitur untuk kantor psikoterapi, daripada hanya mencari di Google "perabot kantor grosir", kamu dapat melihat palet dan muatan truk di liquidation.com atau situs Administrasi Layanan Pemerintah, yang melakukan beragam lelang.

7. Dapatkah kamu membayangkan dirimu mencurahkan banyak upaya untuk pemasaran dan penjualan, setidaknya sampai bisnis berjalan cukup baik?

8. Dibandingkan dengan pekerjaan yang saat ini kamu miliki atau kemungkinan besar akan kamu miliki jika kamu berusaha keras untuk menemukan posisi yang baik, seberapa besar kemungkinanmu akan lebih bahagia menjadi pengusaha?

Kamu tidak perlu menjadi sales dalam berbisnis. (Foto: 123RF/serezniy)

Ketika kamu dengan jujur merenungkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu, apakah membawa kesimpulan kalau kamu lebih cocok bekerja dengan orang lain? Tentu saja kesimpulan itu tidak apa-apa. Kebanyakan orang memang memilih menjadi karyawan.

Namun, jika kamu berpikir harus mencoba usaha sendiri, melakukan apa? Dan apakah kamu perlu berjanji pada diri sendiri akan melakukan X atau Y untuk memaksimalkan peluang sukses?

Jika berhasil menjadi pengusaha, kamu berpotensi menghasilkan lebih banyak uang dengan melakukan apa yang ingin kamu lakukan sambil memiliki kontrol lebih besar atas kehidupan kerja daripada sebagai karyawan. Pikirkan prospek menarik itu, dan kenali batasan serta kemampuan diri sebelum mengambil keputusan yang mengubah hidupmu. (aru)

Baca juga:

Bisnis Tetap Berkembang di Tengah Wabah COVID-19, Begini Kiatnya

#Bisnis #Pengusaha #Wirausaha
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
IOITE 2026 Resmi Dibuka di PIK 2, Fokus Perkuat Bisnis MICE dan Corporate Travel
Indonesia Outing & Incentive Travel Expo (IOITE) 2026 resmi dibuka di PIK 2, Tangerang. Pameran bisnis ini berlangsung hingga 11 Oktober 2026.
Soffi Amira - Kamis, 08 Oktober 2026
IOITE 2026 Resmi Dibuka di PIK 2, Fokus Perkuat Bisnis MICE dan Corporate Travel
Lifestyle
30 Tahun Erajaya Group, Berkembang dan Bertransformasi untuk Selalu Relevan
Perubahan preferensi konsumen menjadi kompas utama kami dalam melangkah dan mengembangkan bisnis Erajaya.
Dwi Astarini - Rabu, 07 Oktober 2026
  30 Tahun Erajaya Group, Berkembang dan Bertransformasi untuk Selalu Relevan
Indonesia
Hasil Survei Kadin Sebut Birokrasi dan Kebijakan Pengaruhi Perkembangan UMKM
Sebanyak 16,4 persen responden pelaku bisnis mengatakan, permasalahan pengembangan bisnis masih ada pada birokrasi,
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 06 Oktober 2026
Hasil Survei Kadin Sebut Birokrasi dan Kebijakan Pengaruhi Perkembangan UMKM
Indonesia
Mayoritas Tenaga Kerja Ada di Sektor Informal, Kemenaker Dorong Penguatan Kewirausahaan
Kementerian Ketenagakerjaan tidak hanya menyiapkan tenaga kerja siap masuk industri, tetapi juga mencetak masyarakat yang siap menjadi wirausaha
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 10 Agustus 2026
Mayoritas Tenaga Kerja Ada di Sektor Informal, Kemenaker Dorong Penguatan Kewirausahaan
Indonesia
Generasi Muda Dominasi Bisnis Waralaba, FLEI Business Show 2026 Buka Peluang Ekspansi Global
Bisnis waralaba kini tumbuh pesat di Indonesia. FLEI Business Show 2026 pun siap membuka peluang tersebut bagi generasi muda.
Soffi Amira - Kamis, 25 Juni 2026
Generasi Muda Dominasi Bisnis Waralaba, FLEI Business Show 2026 Buka Peluang Ekspansi Global
Indonesia
Kemendag Ingin Franchise Jadi Model Bisnis Tingkatkan Wirausaha
Masyarakat untuk lebih cermat dan bijak dalam memilih penawaran bisnis dengan menggunakan prinsip 2L, yang berarti legal dan logis.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 07 Mei 2026
Kemendag Ingin Franchise Jadi Model Bisnis Tingkatkan Wirausaha
Dunia
Bos Baru Apple John Ternus Diharap Bawa Perbedaan, Mengubah Arah ke Pengembangan iPhone
Penunjukan Ternus menjadi sinyal bahwa Apple mencari diferensiasi dalam produknya.
Dwi Astarini - Selasa, 21 April 2026
 Bos Baru Apple John Ternus Diharap Bawa Perbedaan, Mengubah Arah ke Pengembangan iPhone
Dunia
Apple Tunjuk Bos Anyar, John Ternus Siap Bawa Era Baru
Apple menunjuk John Ternus sebagai chief executive officer (CEO) baru untuk menggantikan Tim Cook yang mengundurkan diri setelah 15 tahun memimpin raksasa teknologi tersebut.
Dwi Astarini - Selasa, 21 April 2026
  Apple Tunjuk Bos Anyar, John Ternus Siap Bawa Era Baru
Indonesia
Syahmudrian Lubis Jadi Dirut Baru Ancol
Perubahan direksi ini berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk.
Dwi Astarini - Rabu, 15 April 2026
Syahmudrian Lubis Jadi Dirut Baru Ancol
Indonesia
Geliatkan Ekonomi Jakarta, Gubernur Pramono Sederhanakan Birokrasi di Dunia Usaha
Pemerintah DKI Jakarta akan membuka ruang seluas-luasnya bagi pelaku usaha untuk berkembang.
Dwi Astarini - Senin, 09 Maret 2026
Geliatkan Ekonomi Jakarta, Gubernur Pramono Sederhanakan Birokrasi di Dunia Usaha
Bagikan