Apa Sih Bedanya Open Trip dan Private Trip?
Perbedaan open trip dan private trip (Foto: Pixabay/minanfotos)
TRAVELING memang sudah menjadi gaya hidup. Demi menikmati liburan beberapa hari, seseorang bahkan rela mengumpulkan ulang hingga berbulan-bulan. Nah, salah satu cara biaya berlibur menjadi murah ialah dengan ikut open trip.
Sejak 2010, open trip memang semakin populer. Terbukti dengan banyaknya agen travel yang membuka layanan ini untuk para pelaggannya. Bahkan open trip sudah menyasar hingga ke wisata luar negeri seperti Jepang, Singapura dan Malaysia.
Baca juga:
Tapi ada satu lagi metode yang hampir mirip dengan open trip, yakni private trip. Meski sama-sama menggunakan agen travel, private trip sifatnya lebih personal karena tidak dibuka untuk umum. Selain itu, harga private trip juga cenderung lebih mahal.
Dilansir dari open-trip.id, berikut ini perbedaan antara open trip dan private trip.
Open trip
Open trip sering juga disebut trip gabungan. Maksudnya, peserta yang ikut dalam perjalanan wisata terbuka untuk umum dan sering tidak saling kenal. Nah, karena sifatnya yang gabungan inilah yang membuat open trip memiliki harga lebih murah.
Kamu juga tinggal duduk manis karena pihak penyedia jasa akan menyediakan segala persiapan seperti transportasi, penginapan hingga konsumsi. Kelebihan lainnya yakni kamu akan mendapat teman baru selama perjalanan. Bisa saja kan dari sana kamu malah menemukan tambatan hati.
Itu kalau bicara kelebihan, terus kekurangannya apa? seperti yang dijelaskan open trip itu terbuka untuk umum sehingga kesan privasinya tak akan didapat. Selain itu ada beberapa agen travel nakal yang sengaja mengurangi hak pelanggan. Misalnya kamu dijanjikan untuk datang ke tiga tempat tapi hanya dua yang dikunjungi.
Baca juga:
Private trip
Berbeda dengan open trip, private trip akan memberikan kesan privasi saat perjalanan. Hal ini karena private trip tidak terbuka untuk umum, sehingga orang-orang yang ikut dalam perjalanan pasti sudah kamu kenal. Selain itu kamu dipersilakan memilih tempat yang akan dikunjungi, penginapan hingga transportasi.
Kebebasan memilih dan kesan privasi inilah yang membuat private trip memiliki harga lebih mahal. Tapi sebenarnya private trip bisa kamu siasati dengan jumlah teman yang kamu ajak. Semakin banyak, tentu biaya yang akan dikeluarkan semakin berkurang. (Yni)
Baca juga:
Bagikan
Berita Terkait
Promo Ancol 2026: Tiket Masuk Rp 35 Ribu, Gratis Voucher Makan Rp 20 Ribu
Syahbandar Larang Kapal Wisata Labuan Bajo Berlayar Malam Hari
Kereta Panoramic Jadi Favorit Wisata Nataru 2025-2026, Pelanggan Capai 11.819 Orang
Cirebon Jadi Tujuan Pariwisata Baru saat Nataru 2026, KAI Catat 274 Ribu Penumpang Kereta Api Turun dan Naik
Penumpang KA Panoramic Tembus 150 Ribu Orang per Tahun, Bukti Naik Kereta Jadi Tren Baru Berlibur
Menikmati Keindahan Senja di Pantai Pattaya, Wajah Lain Wisata Alam Thailand
Teater Bintang Planetarium Buka Sampai April 2026, Fasilitas Canggih Siap Bikin Pemuda Jakarta Pintar
Setelah Kemalingan, Museum Louvre Alami Kebocoran yang Merusak Koleksi Buku
Ketok Harga Bikin Orang Kapok Liburan di Banten, DPRD Desak Regulasi Tarif Wisata
Wisatawan Indonesia Andalkan Fitur AI untuk Rekomendasi dan Layanan Hotel