Apa itu Doping? ini Jenis dan Efek Sampingnya

Soffi AmiraSoffi Amira - Senin, 22 April 2024
Apa itu Doping? ini Jenis dan Efek Sampingnya

Apa itu doping dan efek sampingnya. Foto: Unsplash/Markus Spiske

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Apa itu doping menjadi perbincangan hangat di dunia olahraga. Penggunaan doping sering dikaitkan dengan tujuan untuk meningkatkan performa fisik para atlet.

Selain itu, doping juga digunakan untuk menangani kondisi mental yang terganggu hingga mencegah stres. Namun, penggunaan doping dilarang keras dalam dunia olahraga.

Baca juga:

Apa itu Narkoba dan Dampaknya bagi Kesehatan

Lalu, apa itu doping dalam dunia olahraga? Mengutip dari BNN, berikut adalah penjelasannya.

Apa itu Doping dalam Olahraga?

Doping adalah zat yang sengaja digunakan untuk meningkatkan performa atlet
Doping adalah zat yang sengaja digunakan untuk meningkatkan performa atlet. Foto: Unsplash/Towfiqu barbhuiya

Doping adalah zat atau metode yang sengaja digunakan untuk meningkatkan prestasi. Namun, pengguna doping tidak melewati proses latihan terlebih dahulu. Jadi, cara ini dianggap ilegal untuk meraih kemenangan dalam sebuah laga atau pertandingan.

Artikel ‘Drug Abuse in Athletes‘ menjelaskan, bahwa atlet yang diteliti tidak hanya menyalahgunakan performance-enhancing drugs (PEDs). Jadi, PEDs merupakan obat-obatan atau zat untuk meningkatkan performa atlet.

Lalu, PEDs juga menjadi bagian dari narkotika dan zat adiktif lainnya. Bahkan, jenis PEDs seperti steroid tidak digolongkan ke dalam zat ilegal atau obat resep. Sebab, dimasukkan ke dalam golongan suplemen. Lalu, kandungan obat-obatan doping juga bisa membahayakan kesehatan atlet.

Banyak dari obat-obatan doping yang sebenarnya umum dan aman dikonsumsi tetapi untuk tujuan medis.

Namun, penggunaan obat sebagai doping sangat berisiko karena diberikan dalam dosis yang begitu tinggi Kebanyakan atlet mendapatkan obat doping secara ilegal sehingga tidak mendapat pengawasan tim medis.

Sebenarnya, terdapat kondisi ketika atlet diperbolehkan mengonsumsi obat-obatan. Izin medis ini dikenal sebagai TUE (Therapeutic Use Exemption) atau EIM (Experimental or Investigational Medications).

Jenis Doping yang Sering Digunakan Atlet

Ada lima jenis doping yang sering digunakan atlet
Ada lima jenis doping yang sering digunakan atlet. Foto: Unsplash/Payam Tahery

World Anti-Doping Agency (WADA) menjelaskan, ada lima jenis doping yang dilarang digunakan dalam dunia olahraga, yaitu:

1. Hormon Peptida

Pada dunia olahraga, doping hormon peptida digunakan untuk menambah jumlah sel darah merah. Jadi, sel darah merah bertugas untuk mengangkat oksigen di dalam tubuh. Penyalahgunaan doping jenis ini juga bertujuan untuk memodulasi pembentukan otot, tendon, hingga vaskularisasi.

2. Stereoid Anabolik

Stereoid anabolik adalah obat yang bisa meniru efek dari testoteron. Jadi, testoteron merupakan hormon yang berperan dalam pembentukan otot pria. Dalam olahraga, stereoid anabolik sering disalahgunakan untuk membentuk otot atlet.

3. Diuretik

Diuretik adalah jenis doping yang dianggap dapat mengurangi bobot badan, kemudian membuang sisa-sisa obat doping lainnya melalui urine. Selain itu, diuretik juga bisa membuat doping-doping lainnya tidak terdeteksi saat dilakukan pemeriksaan.

4. Metabolik

Selanjutnya, doping jenis ini digunakan oleh atlet wanita untuk meningkatkan performanya. Untuk atlet pria, doping ini digunakan untuk mengurangi efek samping gynecomastia.

5. Beta-2 Agonis

Lalu, doping jenis Beta-2 agonis umumnya digunakan untuk membuka jalan napas. Kemudian, juga digunakan untuk meningkatkan performa pernapasan atlet.

Baca juga:

Terbukti Gunakan Doping, Paul Pogba Dihukum Larangan Bermain Selama 4 Tahun

Efek Samping Doping

Efek samping doping sangat berbahaya bagi tubuh
Efek samping doping sangat berbahaya bagi tubuh. Foto: Unsplash/Laurynas Me

Efek samping penggunaan doping bergantung dari jenis obat, jumlah obat, hingga jumlah pemakaiannya. Biasanya, efek samping dari doping bisa berupa:

Hipertensi

Kerusakan hati

Depresi

Gangguan jantung

Stroke

Gangguan perilaku

Kecemasan

Suasana hati yang buruk

Itulah penjelasan mengenai apa itu doping beserta jenis dan efek sampingnya. Umumnya, para atlet menggunakan doping untuk meningkatkan performa hingga membentuk otot tubuh. Namun, penggunaannya sangat dilarang keras. (sof)

Baca juga:

Apa Itu Hernia? Ketahui Penyebab hingga Cara Mengobatinya

#Doping #Kesehatan #Wiki #Atlet #Obat
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Soffi Amira

Content editor, jurnalis digital, content writer yang terbiasa menulis artikel Search Engine Optimization (SEO). Ilmu Komunikasi (Jurnalistik) Universitas Multimedia Nusantara (UMN) 2012-2017. Aktif menulis, mengedit, dan mengembangkan berbagai jenis konten, mulai dari sepak bola, teknologi, hingga isu-isu yang sedang tren.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Indonesia
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sekolah diminta tidak menjalankan aktivitas luar ruangan seolah kualitas udara dalam kondisi normal.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Indonesia
Presiden Prabowo Perintahkan Persingkat Antrean Layanan BPJS
Selain itu tidak boleh ada lagi diskriminasi pelayanan antara peserta BPJS Kesehatan dan pasien non-BPJS.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Presiden Prabowo Perintahkan Persingkat Antrean Layanan BPJS
Indonesia
Program Ambulans Udara Mulai Diujicobakan Pakai Helikopter
Pemerintah telah melakukan uji coba melalui latihan evakuasi medis menggunakan helikopter di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 28 September 2026
Program Ambulans Udara Mulai Diujicobakan Pakai Helikopter
Tekno
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'
Tren olahraga ekstrem seperti lari dan Hyrox kian marak, namun fenomena mendadak atlet tanpa cek kesehatan justru memicu risiko fatal henti jantung!
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'
Kuliner
Belajar Trik Makan Mi Instan Sehat ala Gen Z Korea, Dobel Manfaat sebagai Pereda Pengar
Mi instan sebagian besar terdiri dari karbohidrat olahan, tapi rendah serat.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
Belajar Trik Makan Mi Instan Sehat ala Gen Z Korea, Dobel Manfaat sebagai Pereda Pengar
Indonesia
Kholidin Siapkan Diri Menuju Asian Para Games 2026, Berlatih dengan 500 Anak Panah per Hari
Atlet panahan Indonesia, Kholidin, sudah siap menuju Asian Para Games 2026. Ia terus berlatih dengan 500 anak panah per harinya.
Soffi Amira - Rabu, 23 September 2026
Kholidin Siapkan Diri Menuju Asian Para Games 2026, Berlatih dengan 500 Anak Panah per Hari
Olahraga
Jadwal Lengkap Asian Games 2026 22 September: Indonesia Tampil di 17 Cabor
Jadwal Indonesia di Asian Games 2026 22 September akan menghadirkan 17 cabor. Salah satunya adalah bulu tangkis.
Soffi Amira - Selasa, 22 September 2026
Jadwal Lengkap Asian Games 2026 22 September: Indonesia Tampil di 17 Cabor
Olahraga
Mengenal Mikhayla Shanum Caya, Anak Skate 11 Tahun Atlet Termuda Indonesia di Asian Games 2026
Kenali Mikhayla Shanum Caya, atlet skateboard berusia 11 tahun yang menjadi wakil termuda Indonesia di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya. Cek prestasinya!
Wisnu Cipto - Sabtu, 19 September 2026
Mengenal Mikhayla Shanum Caya, Anak Skate 11 Tahun Atlet Termuda Indonesia di Asian Games 2026
Olahraga
Joanna Wietrzyk Alami Inkontinensia Feses di Tengah Lomba HYROX, Tetap Finis dan Jadi Juara
Atlet HYROX asal Australia Joanna Wietrzyk mengalami inkontinensia feses saat lomba di Beijing, tetapi tetap bertanding hingga keluar sebagai juara.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 17 September 2026
Joanna Wietrzyk Alami Inkontinensia Feses di Tengah Lomba HYROX, Tetap Finis dan Jadi Juara
Bagikan