AP I Dukung Upaya Hukum Kasus Kekerasan Terhadap Petugas Bandara

Yohannes AbimanyuYohannes Abimanyu - Jumat, 07 Juli 2017
 AP I Dukung Upaya Hukum Kasus Kekerasan Terhadap Petugas Bandara

Seorang penumpang tampar Elizabeth Monica Wehantow atau Jeny petugas Aviation Security (Avsec) Bandara Sam Ratulangi Manado. (Foto: Screenshoot)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PT Angkasa Pura I (Persero) mendukung penanganan tindak kekerasan yang dilakukan oleh seorang penumpang terhadap Elizabeth Monica Wehantow atau Jeny petugas Aviation Security (Avsec) Bandara Sam Ratulangi Manado melalui proses hukum.

"Kami menyesalkan tindak kekerasan seorang penumpang terhadap petugas Avsec kami yang tengah menjalankan tugas dan tanggung jawabnya untuk memastikan keamanan dan keselamatan penumpang. Dukungan tersebut sebagai upaya penegakan hukum terkait keselamatan dan keamanan penumpang pesawat udara," kata Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Danang S. Baskoro dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (7/7).

Selain itu langkah ini diambil sebagai upaya edukasi bagi masyarakat luas terkait fungsi dan wewenang petugas Avsec untuk memeriksa penumpang dan barang bawaannya sebelum memasuki daerah keamanan terbatas dan atau ruang tunggu di bandara.

Tujuan pemeriksaan ini adalah untuk menjamin tidak ada barang terlarang yang dapat digunakan untuk melakukan tindakan melawan hukum yang tentunya dapat membahayakan keselamatan dan keamanan penerbangan.

"Segala aktivitas Angkasa Pura I sebagai salah satu pemangku kepentingan dalam industri penerbangan diatur oleh undang-undang, khususnya Undang-Undang Nomor 1 tentang Penerbangan. Angkasa Pura I berkepentingan untuk menegakkan peraturan khususnya untuk memastikan keamanan dan keselamatan penumpang pesawat udara," katanya menambahkan.

Danang melanjutkan bahwa dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 pasal 335 dinyatakan bahwa terhadap penumpang, personil pesawat udara bagasi kargo, dan pos yang akan diangkut harus dilakukan pemeriksaan dan memenuhi persyaratan keamanan penerbangan. Oleh karena itu seluruh penumpang berkewajiban menaati peraturan ini.

Secara umum ketentuan tersebut menyatakan bahwa personel keamanan bandara yang bertugas sebagai pengatur arus masuk penumpang, personel pesawat udara, dan orang perseorangan serta barang bawaan mengatur, memeriksa dan mengarahkan serta memastikan mantel, jaket, topi, ikat pinggang, ponsel, jam tangan, kunci dan barang-barang yang mengandung unsur logam diperiksa melalui mesin x-ray.

Oleh karena itu, katanya, penumpang diwajibkan untuk mengikuti arahan yang dilakukan oleh petugas Avsec seperti memasukkan seluruh barang bawaan ke dalam mesin x-ray termasuk jam tangan, handphone, melepas ikat pinggang dan jaket.

Manajemen PT Angkasa Pura I (Persero) juga memberikan dukungan bagi Jeny melalui pendampingan secara total selama proses hukum berlangsung karena ia telah menjalankan tugas sesuai prosedur. Selain itu, manajemen juga memberikan waktu kepada Jeny untuk pemulihan kondisi psikologis dengan dibebastugaskan sementara.

"Upaya menjaga keselamatan dan keamanan penumpang ini kami lakukan dengan memberikan sikap profesional, santun, dan beretika saat melakukan pemeriksaan keamanan. Kami berharap penumpang juga kooperatif dalam menjalani proses pemeriksaan di bandara agar tercapai tujuan bersama yaitu keselamatan dan keamanan perjalanan udara," kata Danang.

Kronologi API menyampaikan kronologis kejadian, yaitu pada pukul 07.46 WITA dua orang calon penumpang melalui pemeriksaan Security Check Point 2 Bandara Sam Ratulangi Manado dan pada saat calon penumpang melalui "Walk Through Metal Detector" alarm berbunyi.

Pukul 07.48 WITA petugas Avsec melakukan pemeriksaan tubuh kepada calon penumpang dan petugas Avsec meminta melepas jam tangan calon penumpang tersebut dan pemeriksaan dilakukan kembali dengan melalui X-Ray. (Berdasarkan Surat Keputusan Dirjen Perhubungan Udara SKEP/2765/XII/2010 tentang Tata Cara Pemeriksaan Keamanan Penumpang, Personel Pesawat Udara Dan Barang Bawaan Yang Diangkut Dengan Pesawat Udara Dan Orang Perseorangan, sesuai Pasal 23 huruf b angka 2); Pada pukul 07.49 WITA calon penumpang emosi pada saat mengambil barang-barang miliknya, dan pukul 08.15 WITA permasalahan ditangani pihak Kepolisian Sektor Bandara Sam Ratulangi Manado dan kemudian informasinya sudah ditangani Polres setempat.

Sumber: ANTARA

#Angkasa Pura II #Petugas Keamanan #Video Kekerasan #Tindak Kekerasan
Bagikan
Ditulis Oleh

Yohannes Abimanyu

Wonderful Indonesia, Pesona Indonesia dan pesona gw adalah satu

Berita Terkait

Indonesia
1.000 Lebih Kasus Kekerasan Terjadi Selama 2025, Jadi Alarm Serius Dunia Pendidikan
Sebanyak 1.000 lebih kasus kekerasan terjadi selama 2025. Komisi X DPR RI pun menyoroti maraknya kasus tersebut.
Soffi Amira - Jumat, 23 Januari 2026
1.000 Lebih Kasus Kekerasan Terjadi Selama 2025, Jadi Alarm Serius Dunia Pendidikan
Dunia
Korban Tewas di Iran Bertambah Jadi 2.500, Jumlah Terbesar dalam Beberapa Dekade Terakhir
Besarnya jumlah korban mengingatkan pada kekacauan yang menyertai Revolusi Islam 1979.
Dwi Astarini - Rabu, 14 Januari 2026
Korban Tewas di Iran Bertambah Jadi 2.500, Jumlah Terbesar dalam Beberapa Dekade Terakhir
Indonesia
Legislator Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Penganiayaan Lansia Pelawan Tambang di Pasaman
Tindakan tersebut dinilai merupakan pelanggaran serius terhadap Hak Asasi Manusia (HAM) yang harus diusut hingga ke akar permasalahannya.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Januari 2026
Legislator Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Penganiayaan Lansia Pelawan Tambang di Pasaman
Indonesia
70 Anak Terpapar Konten Kekerasan, Pemerintah Siapkan Aturan Perlindungan di Sekolah
70 anak di 19 provinsi kini terpapar konten kekerasan. Pemerintah pun akan menyiapkan aturan perlindungan di sekolah.
Soffi Amira - Kamis, 08 Januari 2026
70 Anak Terpapar Konten Kekerasan, Pemerintah Siapkan Aturan Perlindungan di Sekolah
Indonesia
Ancaman Serius Generasi Muda, Densus 88 Ungkap 70 Anak di 19 Provinsi Terpapar Konten Kekerasan Ekstrem
Densus 88 mengungkapkan, sebanyak 70 anak di 19 provinsi terpapar konten kekerasan ekstrem.
Soffi Amira - Kamis, 08 Januari 2026
Ancaman Serius Generasi Muda, Densus 88 Ungkap 70 Anak di 19 Provinsi Terpapar Konten Kekerasan Ekstrem
Indonesia
Temuan Densus 88, Anak-Anak yang Marah saat Dilarang Main Ponsel Terindikasi Terpapar Paham Terorisme
Ada komunitas digital yang berkembang secara masif di media sosial dan berpotensi mendorong kekerasan ekstrem, khususnya pada anak-anak.
Dwi Astarini - Rabu, 07 Januari 2026
Temuan Densus 88, Anak-Anak yang Marah saat Dilarang Main Ponsel Terindikasi Terpapar Paham Terorisme
Indonesia
Teror terhadap Influencer dan Aktivis, Bentuk Pembungkaman Kritis Ternyata masih Lazim di Indonesia
Aksi teror dan intimidasi terhadap pegiat media sosial, jurnalis, hingga aktivis lingkungan hidup belakangan marak terjadi di sejumlah daerah.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Januari 2026
Teror terhadap Influencer dan Aktivis, Bentuk Pembungkaman Kritis Ternyata masih Lazim di Indonesia
Indonesia
Kasus Matel Kalibata, 6 Polisi Jadi Tersangka, DPR: Pembakar Kios Juga Harus Dihukum
Peristiwa perusakan dan pembakaran kios merupakan tindak pidana serius yang meresahkan masyarakat.
Dwi Astarini - Selasa, 16 Desember 2025
Kasus Matel Kalibata, 6 Polisi Jadi Tersangka, DPR: Pembakar Kios Juga Harus Dihukum
Indonesia
6 Orang Polisi Jadi Tersangka Pengeroyokan Diduga 'Mata Elang' di Kalibata Jakarta
Enam orang anggota Polri, di sini adalah anggota pada satuan pelayanan markas di Mabes Polri,
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 13 Desember 2025
6 Orang Polisi Jadi Tersangka Pengeroyokan Diduga 'Mata Elang' di Kalibata Jakarta
Indonesia
Utang Motor Berujung Maut, Dua 'Mata Elang' Tewas Dikeroyok di Dekat Makam Pahlawan
Pasca-insiden maut ini, terjadi ketegangan di lokasi kejadian
Angga Yudha Pratama - Jumat, 12 Desember 2025
Utang Motor Berujung Maut, Dua 'Mata Elang' Tewas Dikeroyok di Dekat Makam Pahlawan
Bagikan