Anies Keringkan Waduk-Waduk di Jakarta

Zulfikar SyZulfikar Sy - Rabu, 04 November 2020
Anies Keringkan Waduk-Waduk di Jakarta

Petugas Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta mengoperasikan alat berat untuk mengeruk endapan lumpur di Waduk Ria Rio, Jakarta, Senin (19/10/2020). (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membenarkan pihaknya tengah mengeringkan waduk-waduk yang ada di ibu kota dalam mengantisipasi banjir saat musim penghujan.

Saat ini, ada dua wilayah administrasi yakni Jakarta Selatan dan Jakarta Timur yang tengah proses pengerukan agar waduk di lokasi itu kering.

"Benar (waduk dikeringkan). Jadi waduk di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan sudah dalam proses pengerukan terus menerus," ujar Anies di Jakarta, Rabu (4/11).

Baca Juga:

Pengamat Minta Anies Tambah dan Perdalam Waduk Antisipasi Banjir

Orang nomor satu di Jakarta ini menjelaskan, tujuan dikeringkannya itu agar air dari pegunungan atau hulu, Bogor bisa ditampung dahulu di waduk-waduk tersebut.

Air kiriman dari pengunungan tersebut, ucap Anies. akan dialirkan ke sungai secara bertahap untuk diteruskan ke laut. Dengan begitu bisa mencegah terjadinya banjir dari air kiriman pegunungan.

(ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj)Pemerintah Jakarta Timur mengerahkan satu unit alat berat jenis backhoe untuk menggali lubang sodetan yang menghubungkan Kali Sunter dengan Waduk Pondok Ranggon, Cipayung, Senin (2/3). ANTARA/HO-Komin
Pemerintah Jakarta Timur mengerahkan satu unit alat berat jenis backhoe untuk menggali lubang sodetan yang menghubungkan Kali Sunter dengan Waduk Pondok Ranggon, Cipayung, Senin (2/3). ANTARA/HO-Komin

Anies juga mengakui, pihaknya telah membuat waduk baru dari kawasan yang kerap diterpa banjir. Kawasan ini memiliki kontur tanag yang cekung ke bawah.

"Jadi ada juga yang semula lahan kosong karena kontur tananya cekung dan selama ini terjadi banjir di tempat itu, kita buat waduk. Jadi bikin waduknya untuk mengalirkan air, baru kemudian dipompa untuk dialirkan ke sungai. Karena memang kontur tanahnya cekung," ungkapnya.

Baca Juga:

Wagub DKI Minta Pemerintah Tambah Waduk untuk Kendalikan Banjir di Jakarta

Tak hanya dikeringkan, pengerukan waduk juga terus dikebut dengan menerjunkan ekskavator dari berbagai unsur baik pemerintah maupun swasta.

Sebelumnya, Kepala Suku Dinas Sumber Daya (SDA) Air Jakarta Selatan, Mustajab menuturkan, sejumlah waduk di wilayahnya telah dikeringkan. Hal itu agar bisa menampung air lebih banyak guna mencegah terjadinya banjir saat musim hujan.

"Kami diperintahkan untuk mengosongkan waduk. Jadi kami akan kosongkan sebelum musim hujan," papar dia. (Asp)

Baca Juga:

Tertunda Gegara COVID-19, Proyek Waduk Sunter Dilanjutkan 2021

#Banjir Jakarta #Penanggulangan Banjir Jakarta #Anies Baswedan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Anies Baswedan Soroti Bencana di Kalimantan dan NTT, Dorong Penguatan Koordinasi Lintas Sektor Serta Gotong Royong Masyarakat
Anies menilai masyarakat tidak boleh menganggap penderitaan akibat bencana sebagai sesuatu yang biasa.
Dwi Astarini - Sabtu, 22 Agustus 2026
Anies Baswedan Soroti Bencana di Kalimantan dan NTT, Dorong Penguatan Koordinasi Lintas Sektor Serta Gotong Royong Masyarakat
Indonesia
APBD DKI Rp 300 Miliar Disiapkan, Warga Kali Krukut dan Cakung Lama Tetap Menolak Pindah
Pemprov DKI Jakarta menyiapkan Rp 300 miliar dalam APBD 2026 untuk pembebasan lahan normalisasi Kali Ciliwung, Krukut, dan Cakung Lama. Target 170 bangunan, namun warga masih enggan pindah ke rusun.
Wisnu Cipto - Sabtu, 11 Juli 2026
APBD DKI Rp 300 Miliar Disiapkan, Warga Kali Krukut dan Cakung Lama Tetap Menolak Pindah
Indonesia
Selasa Malam, Jalan Kembangan Raya dan 7 RT Masih Dikepung Banjir
Banjir yang melanda Jakarta sejak Senin (4/5) malam belum sepenuhnya surut hingga Selasa (5/5) malam.
Wisnu Cipto - Selasa, 05 Mei 2026
Selasa Malam, Jalan Kembangan Raya dan 7 RT Masih Dikepung Banjir
Indonesia
Ratusan RT Jakarta Dikepung Banjir, Gubernur Pramono Tunjuk Biang Keroknya Ada 2
Hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak Senin (4/5) malam menyebabkan ratusan Rukun Tetangga (RT) dan sejumlah ruas jalan tergenang banjir pada Selasa (5/5) pagi.
Wisnu Cipto - Selasa, 05 Mei 2026
Ratusan RT Jakarta Dikepung Banjir, Gubernur Pramono Tunjuk Biang Keroknya Ada 2
Indonesia
Banjir di Puri Kembangan Bikin Emosi, Pengendara Adu Mulut Hingga Cekcok Akibat Macet Parah dan Jalan Tol Ditutup
Ketinggian air yang mencapai pinggang orang dewasa membuat banyak pengendara motor nekat berakhir dengan mesin mati
Angga Yudha Pratama - Selasa, 05 Mei 2026
Banjir di Puri Kembangan Bikin Emosi, Pengendara Adu Mulut Hingga Cekcok Akibat Macet Parah dan Jalan Tol Ditutup
Indonesia
Banjir di Jakarta Mulai Surut, Tersisa 80 RT dan 3 Ruas Jalan Tergenang Air
Banjir di Jakarta mulai surut pada Selasa (5/5) siang. Kini, hanya 80 RT yang masih terendam dan tiga ruas jalan tergenang.
Soffi Amira - Selasa, 05 Mei 2026
Banjir di Jakarta Mulai Surut, Tersisa 80 RT dan 3 Ruas Jalan Tergenang Air
Indonesia
Update Banjir Jakarta 5 Mei 2026: 115 RT Masih Terendam, Ketinggian Air Capai 240 Cm
Sebanyak 115 RT di Jakarta masih terendam banjir hingga Selass (5/5) pagi. Hal itu diakibatkan hujan deras pada Senin (4/5).
Soffi Amira - Selasa, 05 Mei 2026
Update Banjir Jakarta 5 Mei 2026: 115 RT Masih Terendam, Ketinggian Air Capai 240 Cm
Indonesia
Malam Ini 55 Rukun Tetangga dan 3 Ruas Jalan di Jakarta Terendam Banjir
Banjir tersebut berada di Jakarta Selatan dan Jakarta Barat.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 04 Mei 2026
Malam Ini  55 Rukun Tetangga  dan 3 Ruas Jalan di Jakarta Terendam Banjir
Indonesia
Banjir Jakarta Meluas: 31 RT Terendam, Pondok Aren Tangsel Ikut Tergenang
Hujan deras picu banjir di Jabodetabek. Sebanyak 31 RT di Jakarta terendam dengan ketinggian air hingga 130 cm, Tangsel juga terdampak.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 01 Mei 2026
Banjir Jakarta Meluas: 31 RT Terendam, Pondok Aren Tangsel Ikut Tergenang
Indonesia
Wacana Kemendikti Saintek Hapus Prodi di Universitas, Anies Baswedan: Harusnya Menjembatani, bukan Menggantikan
Jika negara hadir memanfaatkan alat kuasa lewat sekolah sebagai pencetak tenaga kerja, hal yang muncul ialah Indonesia hanya sebagai negara pengguna, alih-alih menghasilkan inovasi lewat lulusannya.
Dwi Astarini - Rabu, 29 April 2026
Wacana Kemendikti Saintek Hapus Prodi di Universitas, Anies Baswedan: Harusnya Menjembatani, bukan Menggantikan
Bagikan