Wagub DKI Minta Pemerintah Tambah Waduk untuk Kendalikan Banjir di Jakarta

Andika PratamaAndika Pratama - Senin, 19 Oktober 2020
Wagub DKI Minta Pemerintah Tambah Waduk untuk Kendalikan Banjir di Jakarta

Wagub DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria. Foto: MP/Asropih

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berharap kepada pemerintah pusat untuk menambahkan lagi bendungan atau waduk untuk mengendalikan banjir di ibu kota.

Sebab, Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria menilai, untun saat ini jumlah waduk yang ada untuk menampung air dari guyuran hujan atau air kiriman dari hulu masih di rasa kurang.

"Dan kita harap ada tambahan waduk di tempat lain," ujar Riza Patria usai menggelar pengesahan Raperda Penanganan COVID-19 menjadi Perda di gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Senin (19/10).

Baca Juga

Pansus: Anies Tak Ada Keinginan Politik Atasi Masalah Banjir

Meski demikian, Wagub Riza, menyambut baik niatan Presiden Jokowi dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Mochamad Basoeki Hadimoeljono yang memikirkan DKI dalam penanggulangan banjir dengan pembangunan 2 bendungan yakni Waduk Ciawi dan Bendungan Sukamahi.

"Yang konsen pada Jakarta termasuk dibuat waduk besar di Ciawi dan Cimahi," terang Riza.

Politikus Gerindra ini menyampaikan, permintaan peningkatan waduk pernah dilancarkan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat menjabat menjadi pimpinan Pemprov DKI.

Yang diketahuinya, Ahok pernah meminta Jokowi untuk membuat waduk di kawasan Tegal Alur, Jakarta Barat, yang luasnya mencapai 900 hektar (Ha).

Baca Juga

Hadapi Banjir, DKI Bakin Rencana Evakuasi Warga

"Dulu seingat saya pak Ahok minta persetujuan pak Jokowi pak presiden untuk membuat waduk, kalau tidak salah di Tegal Alur atau di mana sejumlah 900 hektar," tutupnya. (Asp)

#Wagub DKI Jakarta #Waduk #Banjir #Banjir Jakarta #Penanggulangan Banjir Jakarta #Ahmad Riza Patria
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Jalan Solok-Padang Ditutup Akibat Banjir Bandang, 4 Orang Dikabarkan Terluka
Akses jalan Solok-Padang di kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, putus sementara akibat tertutup material banjir bandang yang menerjang kawasan tersebut pada Senin (21/9) malam.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Jalan Solok-Padang Ditutup Akibat Banjir Bandang, 4 Orang Dikabarkan Terluka
Indonesia
Tak Ada Warga Mengeluh Kekeringan, Pemkot Jaktim Beruntung Punya Waduk Hingga Embung
Keberadaan waduk dan embung di Jakarta Timur dangat membantu menjaga ketersediaan air saat musim kemarau.
Dwi Astarini - Kamis, 17 September 2026
Tak Ada Warga Mengeluh Kekeringan, Pemkot Jaktim Beruntung Punya Waduk Hingga Embung
Indonesia
Pemerintah Pulihkan 3 Jembatan di Lintas Timur Aceh
Penanganan infrastruktur jembatan di wilayah terdampak bencana merupakan hal penting demi memastikan konektivitas masyarakat tetap terjaga.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 16 September 2026
 Pemerintah Pulihkan 3 Jembatan di Lintas Timur Aceh
Dunia
5.083 Orang Masih Hilang Akibat Banjir Bandang Nepal, Keluarga Upacara Pemakaman Simbolis
Para korban yang kehilangan semuanya dan sedang berupaya mencari tempat di Kathmandu juga tak dapat menemukan fasilitas publik yang layak untuk melakukan ritual.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 04 September 2026
5.083 Orang Masih Hilang Akibat Banjir Bandang Nepal, Keluarga Upacara Pemakaman Simbolis
Dunia
Lebih 20 Orang Dikabarkan Hilang Akibat Banjir Bandang Melanda Grand Canyon
Banjir melanda kawasan Bright Angel Canyon dan Phantom Ranch, yang berada di bagian dalam taman nasional yang terpencil
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 31 Agustus 2026
Lebih 20 Orang Dikabarkan Hilang Akibat Banjir Bandang Melanda Grand Canyon
Indonesia
Korban Tewas Banjir Bandang di Nepal 298 Orang, 10 Ribu Orang Kehilangan Rumah
Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC), Kamis, yang menggambarkan situasi tersebut sebagai "katastropik".
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 28 Agustus 2026
Korban Tewas Banjir Bandang di Nepal 298 Orang, 10 Ribu Orang Kehilangan Rumah
Indonesia
Normalisasi Kali Cakung Lama Ditargetkan Rampung 2028, Begini Progresnya
Normalisasi Kali Cakung Lama ditargetkan selesai pada 2028. Progresnya kini sudah mencapai 25 persen.
Soffi Amira - Kamis, 13 Agustus 2026
Normalisasi Kali Cakung Lama Ditargetkan Rampung 2028, Begini Progresnya
Dunia
Banjir Terjang Texas, Sedikitnya 1 Orang Tewas
Banjir terjadi di daerah yang sama yang menelan lebih dari 130 korban jiwa akibat banjir bandang pada musim panas 2025.
Dwi Astarini - Jumat, 17 Juli 2026
Banjir Terjang Texas,  Sedikitnya 1 Orang Tewas
Dunia
Hujan Deras dan Banjir Bandang Melanda Bangladesh, 51 Orang Tewas
Ribuan orang kehilangan tempat tinggal setelah banjir bandang dan tanah longsor melanda berbagai wilayah di negara tersebut, termasuk ibu kota Dhaka.
Dwi Astarini - Senin, 13 Juli 2026
 Hujan Deras dan Banjir Bandang Melanda Bangladesh, 51 Orang Tewas
Indonesia
APBD DKI Rp 300 Miliar Disiapkan, Warga Kali Krukut dan Cakung Lama Tetap Menolak Pindah
Pemprov DKI Jakarta menyiapkan Rp 300 miliar dalam APBD 2026 untuk pembebasan lahan normalisasi Kali Ciliwung, Krukut, dan Cakung Lama. Target 170 bangunan, namun warga masih enggan pindah ke rusun.
Wisnu Cipto - Sabtu, 11 Juli 2026
APBD DKI Rp 300 Miliar Disiapkan, Warga Kali Krukut dan Cakung Lama Tetap Menolak Pindah
Bagikan