Anies Dilaporkan ke Polisi, Gerindra: Ada yang Belum Move On

Zulfikar SyZulfikar Sy - Jumat, 23 Februari 2018
Anies Dilaporkan ke Polisi, Gerindra: Ada yang Belum Move On

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik. (MP/Asropih)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta Jakarta Anies Baswedan telah dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Sekjen Cyber Indonesia Jack Body Lapian terkait soal penutupan Jalan Jati Baru, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Menanggapi laporan tersebut, Wakil Ketua DPRD M Taufik mengatakan tindakan tersebut merupakan hal yang wajar dan suatu risiko menjadi seorang gubernur. Pasalnya, ada saja masyarakat yang tak suka dengan kebijakan yang ia buat.

"Ya biasa saja itu mah tadi kan saya bilang biasa saja. Jadi gubernur pasti banyak yang ngelaporin," ujar Taufik di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Jumat (23/2).

Sementara itu, Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta itu berkata bahwa pelapor terhadap Anies tersebut merupakan suatu kelompok yang belom "move on" di Pilkada DKI Jakarta 2017 kemarin.

"Apalagi sekarang masih banyak yang belum move on," jelasnya.

Lebih lanjut, menurut Taufik, kebijakan yang diterapkan oleh Pemprov DKI soal penataan Tanah Abang merupakan suatu kebijakan yang pro dengan rakyat kecil. Untuk itu, ia meminta kepada masyarakat untuk mendukungnya bukan dilaporkan.

"Saya kasih tahu saja sekarang gubernurnya Anies-Sandi programnya buat rakyat kecil," pungkasnya.

Seperti diketahui, Sekjen Cyber Indonesia Jack Body Lapian didampingi Muannas Alaidid mendatangi Kepolisian Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, pada Kamis (22/2) malam.

Kedatangan mereka untuk melaporkan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan dengan perkara perbuatan yang mengakibatkan terganggunya fungsi jalan.

Dari laporan tersebut Anies didugaan dijerat Pasal 12 UU RI no 38 tahun 2004 tentang jalan.

Anies Baswedan sendiri tak mau berkomentar atas pelaporan terhadap dirinya tersebut. Saat ditanya wartawan di Balai Kota Jakarta terkait pelaporan Jack Body Lapian terhadap dirinya, Anies hanya menjawab, "tidak ada."

Ketika ditanya langkah yang akan diambil oleh mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu terkait soal pelaporan tersebut, ia tak mengomentari serius. "Cukup, cukup," kata Anies. (Asp)

Baca juga berita selengkapnya terkait komentar Gubernur Anies Baswedan terhadap pelaporan dirinya oleh Jack Body Lapian dalam artikel: Dilaporkan ke Polisi Terkait Penutupan Jalan, Ini Jawaban Anies

#Gerindra #Politikus Partai Gerindra M Taufik #Anies Baswedan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Gerindra Akui Istana Kebobolan dalam Kasus Penyadapan Prabowo
Menurut Sugiono, tindakan tersebut merupakan persoalan serius yang perlu diusut tuntas.
Dwi Astarini - Kamis, 05 November 2026
Gerindra Akui Istana Kebobolan dalam Kasus Penyadapan Prabowo
Indonesia
Buntut Pesta Narkoba di Hotel Surabaya, Gerindra Resmi Pecat 3 Anggota DPRD Jatim!
Tiga anggota DPRD Jatim resmi dipecat Partai Gerindra usai terciduk pesta narkoba di sebuah hotel di Surabaya. Cek kronologi dan fakta lengkapnya di sini!
Angga Yudha Pratama - Selasa, 03 November 2026
Buntut Pesta Narkoba di Hotel Surabaya, Gerindra Resmi Pecat 3 Anggota DPRD Jatim!
Indonesia
Jokowi Belum Bicara soal Prabowo-Gibran 2 Periode, Begini Sikap Gerindra
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, belum tegas menyatakan dukungan Prabowo-Gibran dua periode. Gerindra pun menanggapi hal tersebut.
Soffi Amira - Senin, 12 Oktober 2026
Jokowi Belum Bicara soal Prabowo-Gibran 2 Periode, Begini Sikap Gerindra
Indonesia
Gerindra Ogah Kometari Mendalam Soal Jokowi Pamer KTA PSI
setiap warga negara, termasuk mantan presiden, memiliki hak politik yang sama.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Gerindra Ogah Kometari Mendalam Soal Jokowi Pamer KTA PSI
Indonesia
Gerindra Setuju Parliamentary Threshold 5 Persen
Sugiono menyatakan bakal ada pertemuan lanjutan antara ketua-ketua umum partai koalisi pemerintah untuk menentukan keputusan yang diambil bersama.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 16 September 2026
Gerindra Setuju Parliamentary Threshold 5 Persen
Indonesia
Gerindra Klaim Partai Koalisi Prabowo Solid, Sepakat Ambang Batas Parlemen 5%
Partai Koalisi Pemerintahan Prabowo Subianto sepakat mengusulkan ambang batas parlemen 5 persen dalam revisi UU Pemilu. Simak poin kesepakatan koalisi di sini!
Wisnu Cipto - Rabu, 16 September 2026
Gerindra Klaim Partai Koalisi Prabowo Solid, Sepakat Ambang Batas Parlemen 5%
Indonesia
Adi Prayitno Baca Gejala Sinyal Keretakan di Koalisi Prabowo
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menilai manuver AHY jadi sinyal instabilitas politik di koalisi Prabowo.
Wisnu Cipto - Rabu, 09 September 2026
Adi Prayitno Baca Gejala Sinyal Keretakan di Koalisi Prabowo
Indonesia
Gerindra Bantah Ketum Projo Budi Arie, Sebut Analogi Patahan Sejarah Ahistoris
Wasekjen Partai Gerindra Kawendra Lukistian menegaskan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berjalan berdasarkan konstitusi dan mandat rakyat yang sah.
Dwi Astarini - Rabu, 26 Agustus 2026
Gerindra Bantah Ketum Projo Budi Arie, Sebut Analogi Patahan Sejarah Ahistoris
Indonesia
Anies Baswedan Soroti Bencana di Kalimantan dan NTT, Dorong Penguatan Koordinasi Lintas Sektor Serta Gotong Royong Masyarakat
Anies menilai masyarakat tidak boleh menganggap penderitaan akibat bencana sebagai sesuatu yang biasa.
Dwi Astarini - Sabtu, 22 Agustus 2026
Anies Baswedan Soroti Bencana di Kalimantan dan NTT, Dorong Penguatan Koordinasi Lintas Sektor Serta Gotong Royong Masyarakat
Indonesia
Gerindra akan Kaji Hasil Survei SMRC, Jadikan Masukan bagi Pemerintah
Dasco mengatakan Gerindra tidak hanya mencermati survei SMRC, tetapi juga hasil survei dari lembaga lain yang dipublikasikan ke publik.
Dwi Astarini - Kamis, 30 Juli 2026
Gerindra akan Kaji Hasil Survei SMRC, Jadikan Masukan bagi Pemerintah
Bagikan