Merahputih.com - Pengamat perkotaan dan kebijakan publik, Azas Tigor Nainggolan mengkritik kebijakan Gubernur DKI Anies Baswedan yang membatasi jam operasional dan pergerakan angkutan umum seperti MRT dan Transjakarta. Para pengguna layanan transportasi publik khususnya Transjakarta tidak dilayani secara manusiawi.
"Jelas, Anies membuat kebijakan mengurangi layanan transportasi ini konyol dan tidak memperhitungkan kebutuhan serta situasi aktual. Alasan kebijakan mengurangi interaksi secara dekat jadi tidak benar," kata Azas dalam keterangannya di Jakarta, Senin (16/3).
Baca Juga
Stok Pangan Aman, Anies Minta Warga Tetap Tenang dan Tidak Panik
Pengurangan kapasitas layanan ini juga akan menambah panik masyarakat di Jakarta dan sekitarnya. "Aneh sekali kebijakan yang diambil oleh Anies, mengurangi layanan transportasi publik MRT, LRT dan Transajakarta," sesal Koordinator Forum Warga Kota Jakarta ini.
"Apakah fakta ini tidak terlihat oleh gubernur Jakarta hanya karena hendak memaksa agar bisa menutup Jakarta? Bisa dibayangkan betapa panik, takut dan kacaunya masyarakat pengguna transportasi publik di Jakarta," sambung dia.
Azas menambahkan, pengurangan layanan transportasi publik ini jadi membingungkan masyarakat dan akan menimbulkan masalah kekacauan di area layanan transportasi publik MRT, LRT dan Transjakarta.
"Kebingungan dan kekacauan itu akan terjadi karena kebijakan yang diambil seperti situasi mengisolasi atau menutup Jakarta," jelas dia.
Dengan menutup Jakarta dalam kondisi seperti sekarang ini bukanlah mudah. Banyak hal yang harus dipertimbangkan dan dipersiapkan jika Jakarta ingin ditutup.
Baca Juga
Selain pertimbangan yang saya sampaikan di atas juga perlu pertimbangan menyiapkan kebutuhan logistik serta keamanan Jakarta dan sekitarnya.
"Artinya kebijakan menutup Jakarta atau setidaknya mengurangi akses dan layanan transportasi publik Jakarta tidak bisa hanya dibuat berdasarkan hitungan kondisi Jakarta saja," terang Azas. (Knu)

