Teknologi

Kebijakan Baru YouTube Turunkan Jumlah Video Hoaks

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Minggu, 17 Oktober 2021
Kebijakan Baru YouTube Turunkan Jumlah Video Hoaks

Fitur kebijakan YouTube ampuh menekan angka berita hoaks (Foto: pixabay/tymonozymblewski)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SEBUAH penelitian baru menemukan kebijakan yang diterapkan YouTube untuk mencegah penyebaran berita bohong atau hoaks rupanya berdampak signifikan pada jumlah video misinformasi di Facebook dan Twitter.

Seperti yang dilansir dari laman Engadget, temuan tersebut berasal dari sebuah laporan tim peneliti Pusat Media Sosial dan Politik di Universitas New York.

Baca Juga:

YouTube Siapkan Dana Segar Untuk Saingi TikTok

Pada gelaran pemilu Amerika Serikat 3 Novembe 2020, peneliti tersebut mencatat bahwa adanya peningkatan yang luar biasa video hoaks di YouTube yang dibagikan di Twitter. Bahkan, pada bulan yang sama video hoaks mewakili sekitar sepertiga dari seluruh video terkait pemilu, yan dibagikan di platform.

Banyaknya hoaks membuat YouTube mengmbil langkah tegas (Foto: pixabay/stocksnap)

Kemudian, paska tanggal 8 Desember 2020 satu bulan seetalh pemilu AS, YouTube mengumumkan bahwa akan menghapus video yang menuduh penipuan pemilu, serta video yang memanipulasi hasil pemungutan suara. Saat itu, ada penurunan signifikan tentang klaim pemilu yang menyesatkan di Twitter.

Pada jangka waktu tersebut, jumlah video hoaks alias berita bohong terkait pemilu yang dibadikan di Twitter dari YouTube, turun menjadi dibawah 20 persen.

Jumlah tersebut kian menurun setelah kerusuhan di Capitol Amerika Serikat, saat YouTube mengatakan akan memblokir saluran apapun yang menyebarkan hoaks tentang hasil pemilu.

Kala itu, Presiden AS Joe Biden melakukan sumpah jabatan di 20 Januari 2021. Hanya sekitar 5 persen dari seluruh video hoaks pemilu di Twitter, yang berasal dari YouTube.

Menariknya, peneliti juga melihat tren yang sama terjadi pada Facebook. Karena sebelum keputusan kebijakan YouTube 8 Desember 2020, ada setidaknya 18 persen dari seluruh video yang dibagikan pada platform tersebut tentang hoaks pemilu. Lalu menjelang pelantikan Presiden AS, jumlah tersebut turun menjadi 4 persen.

Kebijakan YouTube sukses menekan angka hoaks (Foto: pixabay/unsplash kon karampelas)

Sebelum keputusan kebijakan YouTube pada 8 Desember 2020, ada sekitar 18% dari semua video yang dibagikan di platform terkait dengan teori palsu pemilu. Menjelang hari pelantikan Presiden AS, jumlah itu turun menjadi 4%.

Baca Juga:

Rusia akan Larang Facebook, Twitter, dan YouTube

Tim peneliti di Universitas New York mengumpulkan sampel acak 10 persen dari semua tweet setiap harinya, kemudian mengisolasi yang terhubung ke video YouTube. Tim menemukan hal yang sama pada Facebook dengan menggunakan alat CrowdTangle perusahaan.

Temuan menarik itu menyoroti peran besar yang dimainkan YouTube, dalam bagaimana informasi dibagikan pada saat ini. Sebagai salah satu platform video paling terkenal di Internet, YouTube mempunyai kekuatan yang sangat besar untuk membentuk opini politik. Karena, kebijakan yang diambil bisa sangat baik atau sangat merugikan.

Kepada The Times, seorang peneliti di Center for Social Media and Politics, Megan Brown, menuturkan, ini merupakan bagian besar dari ekosistem informasi. Disaat platform YouTube menjadi lebih sehat, maka yang lain juga melakukannya. (Ryn)

Baca Juga:

YouTube Telah Keluarkan Lebih dari Rp422 Triliun untuk Kreator

#YouTube
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
“Genie” Girls' Generation Tembus 100 Juta Tayangan, Ini Makna dan Lirik Lagunya
Pencapaian tersebut membuat video musik “Genie” menjadi video musik ke-10 milik Girls' Generation yang berhasil melewati angka 100 juta penayangan
Frengky Aruan - Minggu, 27 September 2026
“Genie” Girls' Generation Tembus 100 Juta Tayangan, Ini Makna dan Lirik Lagunya
Indonesia
Daftar 22 Platform Berisiko Tinggi untuk Anak Menurut Komdigi, Ada YouTube dan Telegram
Berikut 22 produk, fitur, dan layanan yang masuk kategori risiko tinggi bagi anak berdasarkan hasil verifikasi Komdigi.
Yusuf Abdillah - Rabu, 16 September 2026
Daftar 22 Platform Berisiko Tinggi untuk Anak Menurut Komdigi, Ada YouTube dan Telegram
Tekno
Skema Baru Cara Hitung View YouTube Mulai 24 Agustus, Kreator Bisa Panen Tayangan Instan
YouTube resmi ubah cara hitung view video mulai 24 Agustus 2026. Tayangan kini tercatat sejak video diputar, kreator bisa panen tayangan instan.
Wisnu Cipto - Rabu, 19 Agustus 2026
Skema Baru Cara Hitung View YouTube Mulai 24 Agustus, Kreator Bisa Panen Tayangan Instan
Indonesia
Polisi Mulai Selidiki Promosi Vape Libatkan Anak-Anak di Kanal Youtube MJ
Petugas juga terus mendalami materi digital yang telah diperoleh, yakni rekaman siaran langsung media sosial (live streaming), cuplikan video, rekaman yang diduga berkaitan dengan promosi produk
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 04 Agustus 2026
Polisi Mulai Selidiki Promosi Vape Libatkan Anak-Anak  di Kanal Youtube MJ
Indonesia
Komdigi Kasih Tenggat 3 Hari YouTube Tindak Bigmo Buntut Anak Promosi Vape
Komdigi beri tenggat 3 hari kepada YouTube untuk menindak konten promosi vape kreator Bigmo yang melibatkan anak. Jika tidak, sanksi administratif menanti.
Wisnu Cipto - Senin, 03 Agustus 2026
Komdigi Kasih Tenggat 3 Hari YouTube Tindak Bigmo Buntut Anak Promosi Vape
Indonesia
Kemkomdigi Layangkan Teguran ke YouTube usai Temukan Konten Vape yang Libatkan Anak
Kemkomdigi melayangkan teguran ke YouTube, setelah menemukan konten vape yang melibatkan anak-anak.
Soffi Amira - Minggu, 02 Agustus 2026
Kemkomdigi Layangkan Teguran ke YouTube usai Temukan Konten Vape yang Libatkan Anak
Indonesia
Komdigi: YouTube Setuju Batasi Usia 16 Tahun dan Hapus Iklan untuk Anak
YouTube Indonesia resmi patuhi aturan pemerintah dengan batas usia minimum 16 tahun dan penghapusan iklan untuk anak dan remaja.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 April 2026
Komdigi: YouTube Setuju Batasi Usia 16 Tahun dan Hapus Iklan untuk Anak
Indonesia
Akhirnya, YouTube Patuhi Aturan Batasan Usia Pengguna 16 Tahun di Indonesia
Kini halaman Bantuan YouTube di Indonesia, tertulis pernyataan resmi: “Jika Anda berusia di bawah 16 tahun di Indonesia, akses ke akun Anda di YouTube mungkin akan dinonaktifkan.”
Wisnu Cipto - Rabu, 22 April 2026
Akhirnya, YouTube Patuhi Aturan Batasan Usia Pengguna 16 Tahun di Indonesia
Indonesia
YouTube Tetap Bandel Langgar PP Tunas, Google Kena Rapor Merah dan Surat Teguran
Pemerintah Indonesia menjatuhkan rapor merah dan sanksi kepada Google sebagai pemilik YouTube karena dinilai tidak menunjukkan iktikad untuk batas usia minimal pengakses 16 tahun yang diatur dalam PP Tunas.
Wisnu Cipto - Kamis, 09 April 2026
YouTube Tetap Bandel Langgar PP Tunas, Google Kena Rapor Merah dan Surat Teguran
Indonesia
YouTube Sempat Down Pagi ini, Sekarang Bisa Diakses Kembali
Saat membuka aplikasi YouTube di ponsel Android maupun iOS, halaman beranda (Home) tampak kosong dan tidak menampilkan daftar rekomendasi.
Dwi Astarini - Rabu, 18 Februari 2026
YouTube Sempat Down Pagi ini, Sekarang Bisa Diakses Kembali
Bagikan