Angin Kencang Rusak Belasan Rumah di Yogyakarta

Zaimul Haq Elfan HabibZaimul Haq Elfan Habib - Kamis, 11 Januari 2018
Angin Kencang Rusak Belasan Rumah di Yogyakarta

Ilustrasi pohon tumbang. (MP/Noer Ardiansjah)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Belasan rumah rusak dan satu rumah roboh diterjang angin kencang di Daerah Istimewa Yogyakarta. Angin kencang turut menyebabkan puluhan pohon tumbang dan menutupi jalanan penghubung di desa.

Kepala Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalop) BPBD DIY Danang Syamsu menjelaskan, kejadian pada Selasa 9 Januari 2018 sore. Siang hari seluruh wilayah DIY dilanda hujan lebat disertai angin kencang. Kencangnya angin membuat pohon-pohon di 29 titik di Gunungkidul berjatuhan.

Pohon paling banyak tumbang di Kecamatan Playen yakni di 27 titik. Smeentara dua titik lainnya ada di Kecamatan Wonosari.

“Pohon tumbang juga membuat kerusakan pada enam belas rumah, enam kandang ternak warga, dua sekolah dan satu kantor desa,” kata Danang di Yogyakarta, Rabu (10/1).

Batang pohon yang jatuh turut menutup sembilan titik jalanan. Akibatnya mobilitas warga sempat terganggu.

"Sebagian besar rusak ringan. Rata-rata yang rusak adalah bagian atap. Tidak menimbulkan korban luka,"katanya.

Sementara di Kulon Progo, hujan lebat dan angin kencang menyebabkan sebuah rumah kayu roboh total. Rumah tersebut milik Ibu Aneh, warga Kaliagung, Sentolo.

“Kondisi rumah memang sudah rapuh dan lapuk. Jadi saat hujan deras dan angin kencang, rumah ga kuat digoyang angin,” papar Danang.

Beruntung sang pemilik rumah tidak ditempat sehingga tidak menimbulkan korban.

Salah seorang saksi mata pohon tumbang, Subarjono menjelaskan, angin kencang timbul sekitar pukul 15.00 Wib. Pria yang tinggal di Kecamatan Playen, Gunungkidul ini mendengar suara gemuruh kencang ditengah-tengah hujan lebat.

"Saya lagi dalam dalam rumah waktu hujan deras turun. Tiba-tiba ada suara gemuruh angin yang kencang datang ke rumah saya. Atap rumah saya terbang. Saya denger ada bunyi Brakk, benda jatuh disebelah rumah. Ternyata itu dahan pohon tumbang ke rumah tetangga,"tuturnya.

Tim dan sukarelawan BPBD sudah melakukan mitigasi darurat. Atap rumah yang rusak ditutup terpal. (*)

Berita ini merupakan laporan dari Teresa Ika, kontributor merahputih.com untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Baca juga berita lainnya dalam artikel: KAI Siapkan 3.154 Kursi Tambahan

#Angin Topan #Bencana Alam
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Banjir Bandang Padang: 120 Rumah Terdampak, Kementerian PU Percepat Pemulihan
Kementerian PU merampungkan tanggul darurat 200 meter di Padang setelah banjir bandang merendam 120 rumah. Simak rencana normalisasi sungai dan pembangunan check dam.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 13 Oktober 2026
Banjir Bandang Padang: 120 Rumah Terdampak, Kementerian PU Percepat Pemulihan
Dunia
Lagi, Banjir Bandang Terjang Nepal, Rumah-Rumah dan Jembatan Tersapu
Air bah yang dahsyat menerjang lembah dan menyapu seluruh kompleks bangunan.
Dwi Astarini - Senin, 12 Oktober 2026
Lagi, Banjir Bandang Terjang Nepal, Rumah-Rumah dan Jembatan Tersapu
Indonesia
Banjir Rendam 9 Kecamatan di Aceh Tamiang
Saat ini, petugas gabungan dari BPBD, Dinas Damkarmat serta Satgas SAR masih berada di lapangan untuk melakukan observasi, pendataan kerugian materiil, serta membantu proses evakuasi warga terdampak.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Oktober 2026
Banjir Rendam 9 Kecamatan di Aceh Tamiang
Indonesia
87 Rumah Sakit dan 4.922 Sekolah Terdampak Bencana Sumatra Kembali Beroperasi
Rumah sakit hingga sekolah terdampak bencana Sumatra kini sudah kembali beroperasi. Hal itu diungkapkan Ketua PRR Pascabencana Sumatra, Tito Karnavian.
Soffi Amira - Minggu, 11 Oktober 2026
87 Rumah Sakit dan 4.922 Sekolah Terdampak Bencana Sumatra Kembali Beroperasi
Dunia
Nepal Hentikan Pencarian Ribuan Korban Banjir, Fokus pada Rehabiitasi
Sejauh ini, tim penyelamat telah menemukan setidaknya 1.455 jenazah, tetapi 5.285 orang lainnya masih dinyatakan hilang, termasuk ratusan warga negara asing.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Nepal Hentikan Pencarian Ribuan Korban Banjir, Fokus pada Rehabiitasi
Indonesia
2 Orang Meninggal Tertimbun Longsor di Pekalongan Jawa Tengah
Tim petugas gabungan termasuk dari BPBD Pekalongan saat ini sedang melakukan kaji cepat terhadap dampak dari longsor ini.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Oktober 2026
 2 Orang Meninggal Tertimbun Longsor di Pekalongan Jawa Tengah
Dunia
Longsor masih Mengintai Nepal, para Pendaki Dievakuasi dengan Helikopter
Ratusan pendaki di Jalur Annapurna, yang sangat krusial bagi perekonomian Nepal, harus menghentikan pendakian lebih awal untuk menyelamatkan diri.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Longsor masih Mengintai Nepal, para Pendaki Dievakuasi dengan Helikopter
Indonesia
Banjir Bandang Solok Tewaskan Warga, 1 Jasad Ditemukan Lainnya Masih Dicari
Banjir bandang menerjang Nagari Batang Barus, Solok. Satu korban ditemukan meninggal dunia, tim SAR masih mencari korban hilang lainnya.
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Banjir Bandang Solok Tewaskan Warga, 1 Jasad Ditemukan Lainnya Masih Dicari
Indonesia
Jalan Solok-Padang Ditutup Akibat Banjir Bandang, 4 Orang Dikabarkan Terluka
Akses jalan Solok-Padang di kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, putus sementara akibat tertutup material banjir bandang yang menerjang kawasan tersebut pada Senin (21/9) malam.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Jalan Solok-Padang Ditutup Akibat Banjir Bandang, 4 Orang Dikabarkan Terluka
Dunia
Seorang Perempuan Selamat Setelah 10 Hari Tertimbun di Bawah Reruntuhan Lonsor Nepal
Perempuan berusia 64 tahun itu diselamatkan dari lantai teratas sebuah bangunan empat lantai yang tertimbun reruntuhan di Betrawati, Nuwakot
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Seorang Perempuan Selamat Setelah 10 Hari Tertimbun di Bawah Reruntuhan Lonsor Nepal
Bagikan