Anggota DPR Desak Pelaku Penyiram Air Keras Andrie Diadili Oaralel di Peradilan Militer dan Umum

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Selasa, 31 Maret 2026
Anggota DPR Desak Pelaku Penyiram Air Keras Andrie Diadili Oaralel di Peradilan Militer dan Umum

Diduga pelaku penyiraman air keras ke aktivis ham kontras andrie. (CCTV)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) mengungkap indikasi keterlibatan banyak pihak dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus, berdasarkan hasil investigasi awal yang masih terus dikembangkan. Tim telah mengidentifikasi sedikitnya 16 orang yang diduga terlibat langsung dalam peristiwa tersebut.

Anggota Komisi III DPR RI, Mercy Barends, menilai kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, merupakan tindak pidana yang dirancang secara sistematis dan terarah.

Menurut Mercy, serangan tersebut bukan peristiwa biasa, melainkan tindakan yang telah diatur secara detail, termasuk waktu pelaksanaan, guna memastikan korban mengalami teror secara langsung.

“Ini peristiwa yang sangat targeted, sistematik, dan dirancang khusus,” ujar Mercy dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi III DPR bersama Polda Metro Jaya dan kuasa hukum Andrie Yunus di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (31/3).

Baca juga:

KontraS Soroti Penanganan Kasus Andrie Yunus, Desak DPR Tegaskan Jalur Peradilan

Ia menilai, Andrie Yunus merupakan simbol perjuangan isu hak asasi manusia (HAM), khususnya terkait penghilangan paksa, penyiksaan, dan advokasi korban pelanggaran HAM berat. Karena itu, serangan terhadapnya dinilai memiliki dampak luas terhadap gerakan masyarakat sipil.

Mercy menegaskan, penanganan kasus ini akan menjadi penentu penting dalam penegakan hukum dan demokrasi di Indonesia. Jika tidak ditangani secara tegas, ia khawatir akan muncul preseden buruk berupa melemahnya penegakan hukum.

Ia juga menyoroti pelimpahan kasus dari Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya ke Pusat Polisi Militer Tentara Nasional Indonesia. Menurut dia, perlu penjelasan jelas mengenai dasar hukum pelimpahan tersebut, mengingat Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan pengusutan tuntas oleh TNI dan Polri.


Selain itu, Mercy menekankan pentingnya kehadiran negara dalam melindungi korban. Ia menyebut Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban telah memberikan pendampingan intensif, mengingat kondisi korban masih dirawat di ruang intensif.

“Korban masih berada di ICU dan kondisinya belum stabil,” katanya.

Ia mendorong adanya langkah politik yang tegas dari DPR untuk memastikan proses hukum berjalan secara paralel, baik di peradilan militer maupun peradilan umum.


Menurut Mercy, hal tersebut penting untuk menjamin akuntabilitas penegakan HAM serta memastikan seluruh pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal.

Ia juga mengusulkan penguatan perlindungan terhadap pembela HAM melalui pembahasan revisi undang-undang HAM bersama Komisi terkait di DPR.

Mercy menegaskan, Fraksi PDI Perjuangan mendukung pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) serta mendorong proses peradilan sipil berjalan bersamaan dengan proses di Puspom TNI. (Pon)


TAUD menilai pengungkapan menyeluruh terhadap seluruh pelaku, termasuk kemungkinan adanya struktur komando, menjadi kunci dalam memastikan proses hukum berjalan transparan dan memberikan keadilan bagi korban.

#DPR #Penyiraman Air Keras #Teror Air Keras
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
DPR Endus Bau Amis Mark Up Motor Listrik BGN, Sepakat Dihibahkan ke Guru Honorer
Yahya menyatakan aset bernilai ekonomis hasil pembiayaan uang rakyat harus mendatangkan manfaat optimal
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 20 Juni 2026
DPR Endus Bau Amis Mark Up Motor Listrik BGN, Sepakat Dihibahkan ke Guru Honorer
Indonesia
DPR Skakmat Sistem Mitigasi Bobrok PLN Buntut Kebijakan Pemadaman Bergilir
Gus Rivqy menilai setiap pemadaman listrik dapat dipastikan menimbulkan kerugian yang bersifat sistemik
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 20 Juni 2026
DPR Skakmat Sistem Mitigasi Bobrok PLN Buntut Kebijakan Pemadaman Bergilir
Berita Foto
Pimpinan DPR Temui Massa Aksi Demonstrasi Mahasiswa Trisakti di Gedung DPR
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad bersama Wakil Ketua DPR Saan Mustopa bertemu Mahasiswa pengujukrasa di Jakarta, Jumat (19/6/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 19 Juni 2026
Pimpinan DPR Temui Massa Aksi Demonstrasi Mahasiswa Trisakti di Gedung DPR
Berita Foto
Audiensi Pimpinan DPR RI dengan Mahasiswa Trisakti, Esa Unggul, dan Mercu Buana
Wakil Ketua DPR, Saan utofa bersama Sufmi Dasco Ahmad dan perwakilan Mahasiswa Trisakti, Esa Unggul dan Mercu Buana di Jakarta, Jum'at (19/6/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 19 Juni 2026
Audiensi Pimpinan DPR RI dengan Mahasiswa Trisakti, Esa Unggul, dan Mercu Buana
Indonesia
DPR Ingatkan Pemerintah: Perdamaian AS–Iran Bukan Euforia, Rakyat Butuh BBM Murah
DPR minta pemerintah manfaatkan momentum perdamaian AS–Iran untuk menurunkan harga BBM dan memperkuat ketahanan energi nasional.
Wisnu Cipto - Jumat, 19 Juni 2026
DPR Ingatkan Pemerintah: Perdamaian AS–Iran Bukan Euforia, Rakyat Butuh BBM Murah
Indonesia
DPR Tekankan Transparansi ESDM, Publik Berhak Nikmati Penurunan Harga BBM
Anggota Komisi VI DPR RI Rivqy Abdul Halim minta pemerintah transparan soal harga BBM pasca MoU AS–Iran. Dorong kemandirian energi nasional agar Indonesia tak rentan gejolak global.
Wisnu Cipto - Jumat, 19 Juni 2026
DPR Tekankan Transparansi ESDM, Publik Berhak Nikmati Penurunan Harga BBM
Berita Foto
Pimpinan DPR Terima Audiensi OJK Terkait Penetapan Direksi Baru BEI Periode 2026-2030
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad bersama Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK) Friderica Widyasari Dewi di Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 18 Juni 2026
Pimpinan DPR Terima Audiensi OJK Terkait Penetapan Direksi Baru BEI Periode 2026-2030
Berita Foto
Raker Menag, Mensos dan Menteri Haji dengan Komisi VIII DPR Bahas Anggaran Tahun 2027
Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Menteri Agama Nasaruddin Umar dan Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf di Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 17 Juni 2026
Raker Menag, Mensos dan Menteri Haji dengan Komisi VIII DPR Bahas Anggaran Tahun 2027
Indonesia
Polri Butuh Anggaran Rp 184,1 Triliun, Rp 40 Triliun Buat Belanja Modal
Usulan penambahan anggaran itu adalah upaya berkelanjutan untuk mengakselerasi Polri menuju institusi yang semakin profesional menuntut kita memiliki kepekaan terhadap dinamika strategis.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 17 Juni 2026
Polri Butuh Anggaran Rp 184,1 Triliun, Rp 40 Triliun Buat Belanja Modal
Berita Foto
Raker Komisi III DPR Bahas Arah Kebijakan dan Program KPK-BNN dalam RKP 2027
Ketua KPK Setyo Budiyanto (kanan) dan Kepala BNN Suyudi Ario Seto (kiri) bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi III DPR di Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 17 Juni 2026
Raker Komisi III DPR Bahas Arah Kebijakan dan Program KPK-BNN dalam RKP 2027
Bagikan