Anggota Dewan Fraksi PSI DKI Tegas Tolak Wisata Kucing di Kepulauan Seribu, Soroti Fungsi Wilayah Konservasi dan Kawasan Strategis Provinsi

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 02 Juni 2025
Anggota Dewan Fraksi PSI DKI Tegas Tolak Wisata Kucing di Kepulauan Seribu, Soroti Fungsi Wilayah Konservasi dan Kawasan Strategis Provinsi

Kepulauan Seribu. (Foto: Instagram/thisisindonesian)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - ANGGOTA Komisi B DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI Francine Widjojo tetap tegas menolak rencana Pulau Tidung Kecil di Kepulauan Seribu dijadikan tempat wisata tematik kucing. Francine menekankan pulau tersebut merupakan kawasan konservasi perairan dan kawasan strategis provinsi.

Francine membantah daliih pihak yang mendukung rencana tersebut bahwa Pulau Tidung Kecil bukan kawasan konservasi. Menurut dia, hal itu disebutkan secara jelas di Perda DKI Jakarta Nomor 7 Tahun 2024 tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah. Francine mengutip Pasal 70 ayat 2 Perda DKI Jakarta Nomor 7 Tahun 2024 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Perda itumenetapkan kawasan konservasi perairan seluas kurang lebih 1.337 hektare di Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu yang meliputi Pulau Damar Kecil, Pulau Karang Beras, Pulau Pari, Pulau Payung Besar, Pulau Payung Kecil, Pulau Tidung Besar, Pulau Tidung Kecil, dan Pulau Air.

Pada Pasal 94 ayat 1 Perda RTRW disebutkan, kawasan Pulau Tidung Kecil juga merupakan kawasan strategis provinsi dari sudut kepentingan fungsi dan daya dukung lingkungan hidup. "Jadi tidak benar kalau Pulau Tidung Kecil disebut hanya masuk zona wisata dan bukan wilayah konservasi," tegas Francine, Senin (2/6).

Dalam perda yang sama disebutkan, Pulau Tidung Kecil diarahkan sebagai kawasan perlindungan biota sebagai upaya konservasi. Itu berarti keseluruhan flora dan fauna di kawasan tersebut harus dijaga kelestariannya.

Baca juga:

PSI Jakarta Temukan Kerusakan di Sejumlah Proyek Sekolah, Perintahkan Kontraktor Perbaiki Ulang



Francine mengingatkan, pada 2019, Dinas KPKP Provinsi DKI Jakarta melepasliarkan 55 burung kutilang di Kawasan Konservasi Pulau Tidung Kecil agar ekosistemnya terjaga dan memperkaya keanekaragaman jenis burung. "Ini merupakan bagian dari masterplan Pulau Tidung Kecil sebagai Pusat Informasi dan Edukasi Konservasi Laut," jelas Francine.

Mantan Direktur LBH PSI ini mengatakan kucing merupakan predator invasif yang dapat memusnahkan spesies hewan lainnya, termasuk burung, mamalia, reptil, serangga, hingga penyu hijau maupun amfibi. "Mereka dapat menjadi ancaman bagi konservasi," kata Francine.

Sebagai pusat kegiatan agrowisata dan kawasan konservasi laut, Pulau Tidung Kecil juga merupakan tempat penangkaran penyu sisik, hanggar ikan paus sperma, budi daya ikan laut, pembibitan mangrove, dan budidaya tanaman sukun botak. "Ada kebun bibit karang di Pulau Tidung Kecil yang dikelola oleh Pusat Budidaya dan Konservasi Laut berbentuk Unit Pelaksana Teknis di bawah Dinas KPKP Provinsi DKI Jakarta," jelas Francine.

Perempuan yang juga dikenal sebagai pegiat kesejahteraan hewan ini mengatakan kondisi Kepulauan Seribu unik ketimbang wilayah lain DKI Jakarta lain. "Apalagi di pulau-pulau kecil yang bukan kawasan pemukiman. Kita tidak bisa menyamakan kondisi kucing di wilayah lain di Jakarta dengan jika sejumlah besar kucing dilepaskan di Pulau Tidung Kecil," kata Francine.

Lebih lanjut Francine menjelaskan kucing-kucing yang hidup berdampingan dengan manusia memiliki sumber makanan yang lebih beragam ketimbang yang ada di alam liar. Selain mendapatkan makanan dari manusia, mereka juga memangsa hama yang tinggal di sekitar manusia, seperti tikus dan serangga.

"Jika tinggal di wilayah yang tidak dihuni manusia, kucing dapat berburu binatang lain seperti sebelum didomestikasi. Apalagi meskipun berukuran kecil, pada dasarnya kucing ialah predator puncak yang akan memangsa beragam binatang lain di dalam teritorinya," jelas Francine.

Jika sejumlah besar kucing dilepaskan di Tidung Kecil, Francine khawatir ekosistem di pulau tersebut akan hancur. "Mereka dapat memangsa satwa di sana, termasuk burung-burung yang tinggal maupun yang tengah melintasi pulau tersebut," ujarnya.

Kekawatiran yang sama, menurut Francine, juga disampaikan komunitas bird watching yang kerap mengadakan pengamatan burung di Pulau Seribu. Mereka juga khawatir kucing-kucing akan memangsa burung yang hanya bisa dijumpai di sana. Pemindahan kucing dalam jumlah besar ke sebuah pulau juga akan menjadi beban Pemprov DKI Jakarta. "Mereka harus dirawat dan dijaga kesehatannya, padahal Jakarta saat ini baru memiliki satu pusat kesehatan hewan di Jakarta Selatan yang jaraknya jauh dari Kepulauan Seribu," kata Francine.

Kucing liar di Jakarta, menurut Francine, diperkirakan berjumlah antara 860 ribu hingga lebih dari 1,5 juta ekor. Menurut dia, relokasi bukan solusi jangka panjang karena kucing merupakan hewan teritorial. Dengan begitu, jika dipindahkan, akan ada kucing-kucing pendatang baru di lokasi awal. Dalam jangka panjang dan keseluruhan, hal itu justru akan menambah jumlah populasi kucing di Jakarta.

"Jika 1,5 juta kucing liar di daratan Jakarta dipindahkan ke pulau kucing di Kepulauan Seribu, bisa jadi 1,5 juta kucing liar baru akan mengisi lokasi awal. Akibatnya jumlah keseluruhan mencapai 3 juta kucing liar di Jakarta. Selain itu, bila kucing direlokasi, bisa jadi justru bermunculan tikus-tikus yang lebih berbahaya untuk kesehatan manusia," tambahnya.

Francine menyebut sterilisasi sebagai solusi jangka panjang untuk pengendalian populasi kucing di Jakarta, ditunjang dengan vaksinasi rabies rutin untuk menjaga Jakarta yang sudah bebas rabies selama 20 tahun terakhir. "Estimasi hidup kucing sehat berkisar 10-15 tahun sehingga relokasi kucing akan menimbulkan beban pemeliharaan jangka panjang, seperti pemberian pakan, pemeliharaan, serta perawatan kesehatan dan kesejahteraannya," ujarnya.

Karena itu, Francine berharap alokasi dana untuk pulau kucing dapat digunakan untuk meningkatkan layanan kesehatan hewan yang menjangkau lebih banyak warga Jakarta, baik dari segi akses, jarak, dan harga. "Misalnya dengan menyediakan satu puskeswan di tiap kota di Jakarta, penambahan tenaga medis di Puskeswan Ragunan sehingga bisa menyediakan layanan gawat darurat 24 jam, serta meningkatkan Puskeswan Ragunan menjadi Rumah Sakit Hewan pertama milik daerah di Jakarta yang berstandar internasional," harapnya.

Alokasi dana untuk pulau kucing juga dapat digunakan untuk memperbanyak sterilisasi kucing di Jakarta sebagai pengendalian populasi jangka panjang.

"Harapannya, Jakarta menjadi kota global yang ramah hewan," pungkas Francine.(Asp)



Baca juga:

PSI Jakarta Beri Catatan Kritis untuk 100 Hari Pramono - Rano

#Kepulauan Seribu #DKI Jakarta #PSI
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Petugas Damkar Terlibat Penipuan Rp 70 Juta, Autodipecat
Pramono mengaku telah meminta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan untuk menindak tegas pihak yang terbukti terlibat.
Dwi Astarini - 1 jam, 13 menit lalu
Petugas Damkar Terlibat Penipuan Rp 70 Juta, Autodipecat
Indonesia
Pemprov DKI Ajukan Dana Cadangan Daerah, Antisipasi Bayar Obligasi Daerah Jatuh Tempo
Jakarta mengajukan pembentukan dana cadangan daerah untuk memperkuat kapasitas fiskal sekaligus menjamin ketersediaan anggaran pembangunan Ibu Kota.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Oktober 2026
Pemprov DKI Ajukan Dana Cadangan Daerah, Antisipasi Bayar Obligasi Daerah Jatuh Tempo
Indonesia
Sinyal Jokowi Gantikan Anaknya Jadi Ketum PSI
“Di PSI itu ada mekanisme partai yang harus dilalui semuanya. Jadi harus melalui mekanisme partai,” ujar Jokowi
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
Sinyal Jokowi Gantikan Anaknya Jadi Ketum PSI
Indonesia
DPRD DKI Wanti-Wanti Gubernur Pramono Perhatikan Kapal Lokal untuk Transjakarta Pulau Seribu
Kapal tradisional yang telah lama menjadi bagian dari aktivitas masyarakat Kepulauan Seribu perlu tetap diakomodasi dalam aturan baru.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
DPRD DKI Wanti-Wanti Gubernur Pramono Perhatikan Kapal Lokal untuk Transjakarta Pulau Seribu
Indonesia
Gubernur Pramono akan Groundbreaking Pengembangan Blok M Hub Pekan Depan
Pramono menyebut proyek kawasan berorientasi transit itu digarap PT MRT Jakarta yang akan bekerja sama dengan salah satu pengembang besar.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Gubernur Pramono akan Groundbreaking Pengembangan Blok M Hub Pekan Depan
Indonesia
Pemprov DKI Jakarta Cabuti Tiang Listrik, Menata Jaringan Kabel Udara tak Terpakai
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan seluruh kabel udara dapat diturunkan ke bawah tanah secara bertahap dalam lima tahun mendatang.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Pemprov DKI Jakarta Cabuti Tiang Listrik, Menata Jaringan Kabel Udara tak Terpakai
Indonesia
Gubernur Pramono Pastikan Penyusuaian Tarif Transportasi Umum Tak Bebani Masyaraka
Pramono berencana menaikkan tarif layanan Transjakarta dan Transjabodetabek pada 1 Januari 2027.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Gubernur Pramono Pastikan Penyusuaian Tarif Transportasi Umum Tak Bebani Masyaraka
Indonesia
Gubernur Pramono Klaim Transportasi Jakarta Lebih Baik daripada New York
Pramono menyebut salah satu hal yang menjadi perhatian Mamdani yakni bagaimana Jakarta mengintegrasikan berbagai moda transportasi dengan dukungan subsidi pemerintah daerah.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Gubernur Pramono Klaim Transportasi Jakarta Lebih Baik daripada New York
Indonesia
Jokowi Buka Alasan Pamerkan KTA PSI, Singgung Momentum dalam Politik
Padahal, mantan Wali Kota Solo ini telah resmi login PSI pada 14 Oktober 2025.
Dwi Astarini - Senin, 28 September 2026
Jokowi Buka Alasan Pamerkan KTA PSI, Singgung Momentum dalam Politik
Indonesia
Jokowi Resmi Gabung PSI, Partai Lain Mulai Hitung Ulang Peta Politik 2029
Masuknya Jokowi ke PSI tidak semata-mata perlu dilihat dari sisi administratif sebagai bergabungnya seorang mantan presiden ke sebuah partai politik.
Dwi Astarini - Senin, 28 September 2026
Jokowi Resmi Gabung PSI, Partai Lain Mulai Hitung Ulang Peta Politik 2029
Bagikan