MerahPutih.com - Kesepakatan penambahan anggaran pemulihan pascabencana di wilayah Sumatera mendapat sorotan dari DPR RI. Anggota Komisi V DPR RI, Irmawan, mendesak pemerintah agar percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi segera direalisasikan.
Wilayah terdampak meliputi Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, yang sebelumnya dilanda banjir besar pada November 2025.
“Kesepakatan penambahan anggaran ini merupakan kabar baik. Namun, harus segera direalisasikan secara tepat dan cepat agar masyarakat korban bencana bisa kembali hidup dengan nyaman, apalagi masuk Ramadan dan Idulfitri,” ujar Irmawan di Jakarta, Kamis (19/2).
Baca juga:
Rehabilitasi dan Rekonstruksinya Dampak Bencana di Sumatera Butuh Dana Rp 24,55 Triliun di 2026
Irmawan menekankan bahwa tambahan anggaran tidak boleh berhenti pada tataran kebijakan semata. Ia meminta realisasi dilakukan secara cepat dan terukur mengingat dampak bencana masih dirasakan masyarakat hingga kini.
Menurutnya, percepatan pembangunan hunian sementara, perbaikan fasilitas umum, serta sarana pendidikan menjadi kebutuhan mendesak sebelum memasuki momentum hari besar keagamaan.
“Kami berharap agar dengan penambahan anggaran ini bisa membuat percepatan pembangunan fasilitas umum dan hunian sementara karena masih ada ratusan warga yang hidup di pengungsian apa adanya,” ujarnya.
Baca juga:
Aceh Ajukan Rp 153 Triliun Untuk Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana
Berdasarkan data Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi, bencana di tiga provinsi tersebut menelan 1.205 korban jiwa, 139 orang hilang, dan hampir 13.000 orang masih bertahan di pengungsian.
Kerusakan tercatat di 52 kabupaten/kota, mencakup ribuan fasilitas publik serta lahan pertanian yang terdampak.
Di Aceh sendiri, dari 18 kabupaten/kota yang terdampak, baru sekitar 56 persen wilayah yang dinyatakan pulih sepenuhnya.
Irmawan juga menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar seperti air bersih dan logistik harus menjadi prioritas.
“Kebutuhan dasar tidak boleh terabaikan. Negara harus benar-benar hadir dan memastikan masyarakat korban bencana memperoleh hak-haknya. Kami berharap saat Lebaran tiba, mereka bisa merayakan dengan tenang, bukan lagi dalam kesedihan,” tegasnya. (Pon)