PELECEHAN seksual kembali terjadi di Indonesia. Bahkan kali ini, kasus tersebut mencoreng dunia kesehatan di Indonesia. Pelaku merupakan seorang perawat di National Hospital Surabaya. Sementara korban merupakan pasien yang masih dalam pengaruh obat bius pascaoperasi. Dalam video berdurasi singkat, korban mengatakan jika perawat tersebut meraba payudaranya sebanyak dua hingga tiga kali.
Ternyata, kasus serupa pernah terjadi di belahan bumi lain. Sebagian kasus tersebut tidak ditemukan adanya bukti pelecehan seksual. Seorang praktisi medis, Omat R. Hasbullah mengungkapkan, dugaan pelecehan seksual bisa terjadi apabila korban berada dalam pengaruh obat bius.
"Efek halusinasi pada obat bius yang digunakan dalam prosedur operasi membuat korban merasa menjadi korban pelecehan seksual," demikian tulisnya.
Halusinasi seksual yang dialami oleh pasien misalnya masturbasi, merasa diperkosa, merasa payudaranya disentuh, merasa dicium oleh petugas medis.
Halusinasi seksual pada pasien dapat timbul apabila pasien mendapat sejumlah rangsangan. Rangsangan tersebut misalnya gesekan instrumen (misalnya ketika melepas lead elektroda sadapan EKG di dada pasien), tekanan cuff stetoskop atau tensimeter atau manipulasi perineum pada tindakan memasukan obat-obatan lewat anus yang dapat diinterpretasikan sebagai manipulasi genital.
Berikut sejumlah laporan pasien yang mengalami halusinasi seksual beserta jenis obat anestesinya dari berbagai dunia:
Chloroform
Dalam buku berjudul Chloform in midwifery, Gream mengungkapkan pada tahun 1849, seorang wanita mengaku mengalami pelecehan seksual pascamelahirkan. Setelah diselidiki, ibu tersebut berada di bawah pengaruh halusinasi setelah mendapat anestesi jenis Chloroform.
Midazolam dan Diazepam
Seorang dokter gigi dilaporkan oleh pasien perempuan. Ia merasa diraba payudaranya pasca tindakan pencabutan gigi dengan menggunakan obat bius 30 mg Midazolam dan 10mg Diazepam IV.
Di tahun 1989, seorang pasien melaporkan seorang perawat di ruang ganti. Pasien itu mengatakan jika ia merasa ditelanjangi dan payudaranya dipegang. Namun terbukti bahwa itu hanya fantasi seksual yang diakibatkan oleh obat bius Diazepam.
Propofol
Hunter pernah menuliskan kasus halusinasi seksual dalam buku berjudul Arousal from Propofol pada tahun 1988. Dalam buku tersebut, Hunter melaporkan sejumlah kasus pasien yang merasa melakukan hubungan seksual pascaoperasi. Pasien tersebut berfantasi melakukan hubungan seksual setelah menggunakan obat bius jenis Propofol.
Gas N20
Bennett membuat laporan tentang pasien yang mendapat pelecehan seksual oleh dokter gigi. Dari 34 kasus, 19 diantaranya tidak terbukti. Berdasarkan laporan yang dikompilasi, dokter gigi tersebut menggunakan obat bius jenis Nitrous Oxide. (avia)