Analisis Formasi Menyerang Kubu Prabowo ke Kandang Jokowi yang Berujung Blunder

Thomas KukuhThomas Kukuh - Senin, 22 April 2019
Analisis Formasi Menyerang Kubu Prabowo ke Kandang Jokowi yang Berujung Blunder

Pasangan Prabowo-Sandi saat debat capres (Twitter @sandiuno)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Jika ditilik dari hasil hitung cepat, pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tertinggal jauh dari rivalnya Joko Widodo-Ma'ruf Amin dalam Pilpres 2019 (54,5 persen: 45,5 persen). Yang menarik adalah menganalisa mengapa Prabowo-Sandi tertinggal dari lawannya. Padahal tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi begitu gencar ‘menyerang’ kandang atau basis-basis suara Jokowi-Ma’ruf sebelum pemilu. Sebut saja Jawa Tengah dan Bali.

Namun faktanya, berdasar hitung cepat di tiga provinsi itu suara Jokowi naik tajam meninggalkan Prabowo dibanding pemilu 2014. Di Jateng misalnya. Pada 2014 Jokowi mendapat 66,65 persen. Sedangkan 2019, dia unggul dengan 77,86 persen. Yang paling tajam adalah lonjakan di Bali. Dimana pada 2014 mantan Wali Kota Solo mengumpulkan 71,42 persen dan sekarang menyapu 91,82 persen.

Menurut analisa Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin, kekalahan paslon nomor 2 justru disebabkan penerapan strategi yang salah oleh Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi. Yakni “menyerang” basis suara Jokowi.

Yang paling mencolok adalah di Solo, Jateng. Seperti diketahui, BPN memindahkan posko pemengan Jateng di Solo. Bahkan posko itu berdekatan dengan gerai Markobar, bisnis kuliner anak Jokowi, Gibran Rakabuming Raka. Menurut Ujang, itu merupakan strategi yang tak efektif. “Masyarakat di Solo sangat kuat terhadap kubu 01 itu. Itu kan sulit digoyahkan. Kecuali dengan kekuatan full," kata Ujang kepada MerahPutih.com, Senin (22/4).

“Membuat basis-basis untuk menyerang di basis lawan itu belum cukup untuk merontokkan dan meruntuhkan lawan politiknya. Apalagi Prabowo belum mampu menawarkan program-program yang mampu memikat hati masyarakat Solo,” imbuh dia.

BACA JUGA: Momen Ketika Prabowo Sangat Percaya Quick Count tapi Kini Meminta Mereka ke Antartika

Apalagi mengetahui serangan kubu sebelah, tentu saja kubu Jokowi-Ma'ruf tak diam saja. Mereka bertahan dan makin gencar menawarkan program-program pemerintah yang pernah langsung dirasakan masyarakatnya di Solo. Di sisi lain, Jateng yang dipimpin Gubernur Ganjar Pranowo juga sangat all out memenangkan Jokowi.

Nah, keasyikan menyerang, kubu Prabowo justru melakukan blunder di Boyolali Jateng. Prabowo blunder kala pidato “muka Boyolali” yang dia lontarkan menjadi ramai dan viral. Kata Ujang, pidato Ketua Umum Partai Gerindra itu begitu meninggalkan luka menganga bagi orang Boyolali. Terbukti saat pencoblosan. Puluhan TPS di Boyolali tak memberikan suaranya sama sekali untuk Prabowo. Alias 0.

Nah, bisa jadi masyarakat di Solo, Boyolali dan Jateng justru terusik dengan formasi menyerang tim BPN. Mereka pun “mengamuk” dan dengan senang hati memberikan suara ke Jokowi. Alhasil, suara Jokowi di Jateng pun melonjak tajam di Pemilu 2019.

Blunder Sandi di Bali.

Sandiaga Uno
Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno. Foto: Tim Media Prabowo-Sandiaga

Selai itu, kubu Prabowo-Sandi juga banyak melakukan blunder selama masa kampanye. Salah satunya, ketika Sandi mendatangi Bali yang notabene adalah basis Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), partai pendukung utama Jokowi. Di sana sandi salah langkah dengan melontarkan akan mengembangkan wisata halal.

BACA JUGA: Luhut: Prabowo Bukan Pemimpin yang Tak Bisa Diajak Berpikir

Kata dia, sangat tidak relevan bila Sandi menawarkan program wisata halal di Bali lantaran mayoritas masyarakat Bali bergama Hindu. “Harusnya bicara saja program-program yang bisa mengentaskan kemiskinan masyarakat Hindu, tentang memperkuat agama Hindu, memperkuat ekonomi masyarakat Hindu. Jangan dibelokkan dengan alternatif wisata halal. Seharusnya masuk ke wilayah kebatinan mereka," beber dia.

"Kan saya sudah pernah katakan ada satu pepatah 'jika kita ingin mendekati suatu kaum, harus menggunakan bahasa kaumnya'. Harus menggunakan bahasa apa kebutuhan mereka, keinginan mereka. Tidak mungkin diberikan kampanye tentang wisata halal," sambung Ujang.

BACA JUGA: Kubu Jokowi Undang Alumni 212 Masuk Lingkaran Kekuasaan

Ujang menyimpulkan formasi menyerang agresif yang dilakukan kubu Prabowo-Sandi sendiri yang membuatnya kalah dari Jokowi. Menurutnya, kalkulasi kubu Prabowo kurang cermat dan cenderung grasa grusu. Hal tersebut terlihat dari berbagai blunder yang dilakukan Prabowo-Sandi yang berdampak pada perolehan suara di sejumlah tempat.

"Ya, grasa-grusu, tidak cermat, tidak tepat sasaran, sehingga bahasa saya 'sekedar rame saja'. Sehingga tidak mampu menarik suara. Tidak mampu menjadi magnet suara di lapangan. Bagaimana di permukaan rame, di bawah juga dapat menarik suara. Itu yang penting," pungkasnya. (Pon)

#Pemilu 2019 #Pilpres 2019 #Prabowo Subianto #Sandiaga Uno
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Presiden Prabowo Pimpin HUT Ke-81 TNI, Resmikan 6 Kodam Baru
Prabowo akan meresmikan enam komando daerah militer (kodam) baru pada upacara peringatan HUT ke-81 TNI.
Yusuf Abdillah - 2 jam, 33 menit lalu
Presiden Prabowo Pimpin HUT Ke-81 TNI, Resmikan 6 Kodam Baru
Indonesia
Prabowo Resmi Lantik 26 Wantimpres, Berapa Gaji yang Diterima?
Presiden RI, Prabowo Subianto, resmi melantik 26 Wantimpres. Lalu, berapa gaji yang diterima setiap anggotanya?
Soffi Amira - Jumat, 02 Oktober 2026
Prabowo Resmi Lantik 26 Wantimpres, Berapa Gaji yang Diterima?
Indonesia
Suyudi Ario Seto Disetujui Jadi Kapolri, Prabowo Siap Lantik Sejumlah Menteri Hari ini
Presiden RI, Prabowo Subianto, bakal melantik sejumlah menteri pada Kamis (1/10). Sebelumnya, Suyudi Ario Seto disetujui jadi Kapolri.
Soffi Amira - Kamis, 01 Oktober 2026
Suyudi Ario Seto Disetujui Jadi Kapolri, Prabowo Siap Lantik Sejumlah Menteri Hari ini
Indonesia
Mengenang Kepergian Guruh Soekarnoputra, Seniman Legendaris yang Dibalut Kain Favorit Fatmawati
Kabar duka menyelimuti Indonesia. Guruh Soekarnoputra meninggal dunia hari ini di usia 73 tahun. Simak detail pemakaman dan pesan terakhir almarhum di sini.
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 26 September 2026
Mengenang Kepergian Guruh Soekarnoputra, Seniman Legendaris yang Dibalut Kain Favorit Fatmawati
Olahraga
Indonesia Raih Emas Pertama di Asian Games 2026, Prabowo: Terima Kasih atas Kerja Kerasnya!
Presiden RI, Prabowo Subianto, mengapresiasi atlet Indonesia usai meraih emas pertama di Asian Games 2026.
Soffi Amira - Jumat, 25 September 2026
Indonesia Raih Emas Pertama di Asian Games 2026, Prabowo: Terima Kasih atas Kerja Kerasnya!
Olahraga
Penuh Unsur Angka 8. Garudayaksa Pinang Azizu Milanesta dan Tristan 2 Bakat Muda Eks Dewa United
Garudayaksa FC resmi boyong dua wonderkid Azizu Milanesta dan Tristan Raissa Ibrahim dengan fakta unik penuh unsur angka 8 yang bikin penasaran!
Wisnu Cipto - Rabu, 23 September 2026
Penuh Unsur Angka 8. Garudayaksa Pinang Azizu Milanesta dan Tristan 2 Bakat Muda Eks Dewa United
Indonesia
Danantara Mulai Kaji Pendanaan LRT Jakarta, Integrasi MRT dan Transjakarta Disiapkan
Danantara kini mulai mengkaji pendanaan LRT Jakarta. Integrasi dengan MRT dan Transjakarta sudah masuk pembahasan.
Soffi Amira - Rabu, 23 September 2026
Danantara Mulai Kaji Pendanaan LRT Jakarta, Integrasi MRT dan Transjakarta Disiapkan
Indonesia
Men-HAM Pigai Bongkar Sosok 'Pakar' Eks Menteri yang Disentil Prabowo, Ini Ciri-Cirinya!
Kritik Presiden Prabowo ditujukan kepada untuk oknum 'pakar' eks Menteri merangkap buzzer dan partisan politik, bukan ilmuwan murni. Cek detailnya!
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Men-HAM Pigai Bongkar Sosok 'Pakar' Eks Menteri yang Disentil Prabowo, Ini Ciri-Cirinya!
Indonesia
Prabowo Minta Pendidikan hingga PTN Gratis, Mendiktisaintek Kaji Skema Pembiayaan
Presiden RI, Prabowo Subianto, meminta pendidikan hingga PTN digratiskan. Mendiktisaintek pun mulai mengkaji skema biayanya.
Soffi Amira - Senin, 21 September 2026
Prabowo Minta Pendidikan hingga PTN Gratis, Mendiktisaintek Kaji Skema Pembiayaan
Olahraga
Indonesia Koleksi 5 Medali di Hari Pertama Asian Games 2026, Masih Tunggu Emas
Indonesia mengoleksi lima emas di hari pertama Asian Games 2026. Emas menjadi target berikutnya.
Soffi Amira - Senin, 21 September 2026
Indonesia Koleksi 5 Medali di Hari Pertama Asian Games 2026, Masih Tunggu Emas
Bagikan