Momen Ketika Prabowo Sangat Percaya Quick Count tapi Kini Meminta Mereka ke Antartika

Thomas KukuhThomas Kukuh - Senin, 22 April 2019
Momen Ketika Prabowo Sangat Percaya Quick Count tapi Kini Meminta Mereka ke Antartika

Prabowo setelah mengumumkan kemenangannya di Pilpres 2019 di kediamannya Jalan Kertanegara, Jakarta. (MP/Ponco)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kubu pemenangan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno terus mempertanyakan hasil hitung cepat atau quick count pilpres 2019 yang dilakukan sejumlah lembaga survei. Gara-garanya hasil dari hitung cepat lembaga survei tersebut menyebut pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin unggul dari Prabowo-Sandiaga.

Presentasenya sekitar 55 persen dibanding 45 persen. Prabowo pun dalam sejumlah konferensi pers menyebut bahwa hasil hitung cepat itu merupakan sebuah kebohongan.

Dia mengklaim berdasarkan hitung cepat internal Badan Pemenangan Nasional (BPN), dirinya dan Sandi unggul dari pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin hingga 62 persen.

Bahkan yang sangat fenomenal adalah ketika Prabowo meminta agar lembaga survei yang mengunggulkan Jokowi-Ma’ruf Amin pindah ke benua lain. "Hei tukang bohong, rakyat tidak percaya sama kalian. Mungkin kalian harus pindah ke negara lain. Mungkin kau bisa pindah ke Antartika," ujar Prabowo dengan nada tinggi di kediamannya, Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, Jumat, (19/4).

Prabowo menang
Ekspresi Sandiaga Uno yang murung saat dampingi Prabowo dalam deklarasi kemenangan. (MP/Ponco Sulaksono)

Jika diingat, sikap Prabowo itu sangat berbeda ketika Pilkada DKI Jakarta 2017. Saat itu berdasarkan hitung cepat tak lama setelah pemilihan, pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno yang didukungnya unggul dari lawannya. Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat.

Ketika itu lembaga survei memang ramai-ramai menyebut bahwa hasil hitung cepat mereka memenangkan Anies-Sandi. Misalnya Litbang Kompas (Ahok-Djarot 42 persen; Anies-Sandi 58 persen), PolMark Indonesia (Ahok-Djarot 42,44 persen; Anies-Sandi 57,56 persen), SMRC (Basuki-Djarot 41,94 persen; Anies-Sandi 58,06 persen) dan LSI Denny JA (Ahok-Djarot 42,33 persen; Anies-Sandi 57,67 persen).

Tak lama setelah mengumuman hitung cepat itu, Prabowo pun langsung mengumumkan kemenangan Anies-Sandi. “Saya baru terima berita dari 90 persen hasil hitung cepat yang masuk, pasangan calon Anies-Sandi unggul,” kata Prabowo di kediamannya di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu 19 April 2017 seperti dilansir Rappler.

Sementara itu, Ketua Umum relawan Arus Bawah Jokowi (ABJ) Michael Umbas menduga, sikap kubu Prabowo yang kini tak percaya dengan lembaga survei dan menyebutnya bohong adalah untuk membingungkan rakyat.

Umbas juga mempersilakan publik mengecek di google dan database jejak digital bahwa sejak pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), hasil quick count sudah bisa diterima publik dan elite politik.

“Di Pilkada DKI yang memenangkan Anies–Sandi, malah Prabowo sendiri yang mengumumkan hasil kemenangan dengan acuan quick count. Sekarang mau gertak dengan acuan real count. Langkah denial the truth ini akan makin membuat Prabowo terperosok,” tutur Umbas.

Kata dia, momen Prabowo mengumumkan kemenangan Anies–Sandi berdasar hasil hitung cepat masih ada jejak digitalnya. (*)

#Pemilu 2019 #Pilpres 2019 #Prabowo Subianto
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Masukan Diterima, Prabowo Janji Perbaiki Tata Kelola Perguruan Tinggi Indonesia
Presiden Prabowo Subianto menerima usulan akademisi dalam Sarasehan KSTI 2026. Fokus pada beasiswa doktor, riset BUMN, hilirisasi industri, dan kebebasan akademik.
Wisnu Cipto - Minggu, 28 Juni 2026
Masukan Diterima, Prabowo Janji Perbaiki Tata Kelola Perguruan Tinggi Indonesia
Indonesia
Kunci Negara Sukses di Mata Prabowo: Harus Berani Akui Kekurangan
Presiden Prabowo Subianto menegaskan negara sukses adalah yang berani mengakui kekurangan dan menghadapi kesulitan. Kritik dan masukan akademisi akan ditindaklanjuti pemerintah.
Wisnu Cipto - Minggu, 28 Juni 2026
Kunci Negara Sukses di Mata Prabowo: Harus Berani Akui Kekurangan
Indonesia
Prabowo Siap Serap Aspirasi Anak Desa Lewat TikTok, Janji Segera Ditindaklanjuti
Prabowo menekankan bahwa keterbukaan tersebut mencerminkan sikap pemerintah dalam menghadapi setiap persoalan secara terbuka
Angga Yudha Pratama - Minggu, 28 Juni 2026
Prabowo Siap Serap Aspirasi Anak Desa Lewat TikTok, Janji Segera Ditindaklanjuti
Indonesia
Jokowi Minta PSI Kawal Prabowo-Gibran 2 Periode, Gerindra: Belum Kepikiran
Jokowi meminta PSI mengawal Prabowo-Gibran sampai dua periode. Gerindra pun langsung buka suara.
Soffi Amira - Sabtu, 27 Juni 2026
Jokowi Minta PSI Kawal Prabowo-Gibran 2 Periode, Gerindra: Belum Kepikiran
Indonesia
Kemiskinan Naik di Tengah Pertumbuhan Ekonomi, Luhut: Bisa Jadi karena Kenaikan Harga
Ketua DEN, Luhut Binsar Pandjaitan, mengungkapkan penyebab ekonomi turun hingga penduduk miskin bertambah. Hal itu disebabkan kenaikan harga.
Soffi Amira - Rabu, 24 Juni 2026
Kemiskinan Naik di Tengah Pertumbuhan Ekonomi, Luhut: Bisa Jadi karena Kenaikan Harga
Indonesia
Pemerintah Tetap Pertahankan HET MinyaKita Rp 15.700 per Liter, ini Alasannya
Pemerintah memutuskan harga MinyaKita tetap Rp 15.700 per liter. Daya beli masyarakat tetap dijaga meski harga minyak sawit dunia naik.
Soffi Amira - Selasa, 23 Juni 2026
Pemerintah Tetap Pertahankan HET MinyaKita Rp 15.700 per Liter, ini Alasannya
Indonesia
Jokowi Ultah, Presiden Prabowo, Seskab Teddy hingga Gubernur DKI Jakarta Kirim Anggrek
Bunga anggrek milik Presiden Prabowo dan Seskab Teddy datang bersamaan.
Dwi Astarini - Senin, 22 Juni 2026
 Jokowi Ultah, Presiden Prabowo, Seskab Teddy hingga Gubernur DKI Jakarta Kirim Anggrek
Indonesia
PKS Sebut Jokowi Masuk Akal Minta Prabowo-Gibran Dua Periode
Mardani menegaskan kelanjutan kepemimpinan Prabowo pada periode berikutnya sepenuhnya berada di tangan Prabowo sendiri
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 20 Juni 2026
PKS Sebut Jokowi Masuk Akal Minta Prabowo-Gibran Dua Periode
Indonesia
Prabowo Instruksikan Persiapan Matang Timnas Indonesia untuk Kualifikasi Piala Dunia 2030
Presiden RI, Prabowo Subianto, menginstruksikan persiapan matang timnas Indonesia menjelang kualifikasi Piala Dunia 2030.
Soffi Amira - Jumat, 19 Juni 2026
Prabowo Instruksikan Persiapan Matang Timnas Indonesia untuk Kualifikasi Piala Dunia 2030
Indonesia
Prabowo Dukung Timnas Indonesia Lolos ke Piala Dunia 2030, Erick Thohir: Harus Dipersiapkan secara Matang
Presiden RI, Prabowo Subianto, mendukung timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2030. Ketum PSSI, Erick Thohir mengatakan, persiapannya harus matang.
Soffi Amira - Jumat, 19 Juni 2026
Prabowo Dukung Timnas Indonesia Lolos ke Piala Dunia 2030, Erick Thohir: Harus Dipersiapkan secara Matang
Bagikan