Anak Jalanan: Kami Menghirup Lem agar Lupa Rasanya Lapar

Adinda NurrizkiAdinda Nurrizki - Selasa, 20 Januari 2015
Anak Jalanan: Kami Menghirup Lem agar Lupa Rasanya Lapar

Thant Zin Oo (baju kuning) dengan temannya, menghirup lem guna melupakan rasa laparnya (Foto: AsiaOne)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Internasional- Rambutnya kusut dan wajahnya kurus pucat. Ia menyusuri jalanan untuk mencari barang-barang yang bisa dijual di tumpukan sampah. Thant Zin Oo, anak jalanan di Myanmar ini kehilangan masa anak-anaknya.

Yang lebih memilukan lagi, Thant berjalan sambil sesekali menghirup lem berwarna kuning di tangannya. Kebiasaan yang dilakukan banyak anak jalanan di Indonesia ini ternyata juga banyak dilakukan anak jalanan di negara lain.

BACA JUGA: Relawan Panti Asuhan Memperkosa Anak Yatim Piatu

“Ini bisa bikin aku tenang,” ucap Thant ketika beristirahat sambil menghisap kuat-kuat lem di tangannya. “Aku bisa melupakan rasa laparku sebentar dan bermimpi apa yang tidak bisa dilakukan di dunia nyata.”

Seperti yang dilansir AsiaOne, keadaan Mynmar memang tidak begitu jauh dengan Jakarta. Banyak keluarga datang dari pedesaan ke kota untuk mencari pekerjaan tanpa dibekali pendidikan dan uang yang cukup. Hasilnya, kebanyakan dari mereka hanya bisa mengais sisa-sisa yang ada di jalanan. Mereka juga banyak menempati lahan-lahan yang bukan milik mereka.

Layaknya Indonesia, Mynmar memiliki permasalahan yang tak kunjung selesai seperti narkoba. Banyak anak jalanan yang terjangkit narkoba. Mereka bahkan memilih menggunakan uangnya sebagian untuk membeli lem. Padahal mereka hanya mendapatkan uang sekitar Rp 20.000 sehari.

“Aku bahkan tidak memiliki mimpi lagi untuk menjadi dokter atau tentara. Sekarang aku realistis aja. Aku isap lem ini dan membayangkan sedang berada di klub malam,” tutup Thant.

 

 Follow Twitter Kami di @MerahPutihCom

Like Juga Fanpage Kami di MerahPutihCom

 

BERITA LAINNYA:

Video ISIS Eksekusi Pria Gay Hebohkan Publik

Kekerasan Terjadi oleh Sekelompok Anak Muda di Melbourne

#Dampak Kemiskinan #Myanmar #Anak Jalanan #Pekerja Anak
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Dunia
Ledakan Dahsyat Gudang Peledak Myanmar Tewaskan 45 Orang, Warga Diimbau Donorkan Darah
Lokasi ledakan berada sekitar 3 kilometer di selatan perbatasan China yang dikuasai Tentara Pembebasan Nasional Ta’ang (TNLA), kelompok bersenjata yang memperjuangkan otonomi di Myanmar.
Wisnu Cipto - Senin, 01 Juni 2026
Ledakan Dahsyat Gudang Peledak Myanmar Tewaskan 45 Orang, Warga Diimbau Donorkan Darah
Dunia
Aung San Suu Kyi Dipindah ke Tahanan Rumah, Lokasi Dirahasiakan Junta Myanmar
Pemimpin pro-demokrasi Myanmar Aung San Suu Kyi dipindahkan dari penjara ke tahanan rumah.
Wisnu Cipto - Kamis, 07 Mei 2026
Aung San Suu Kyi Dipindah ke Tahanan Rumah, Lokasi Dirahasiakan Junta Myanmar
Indonesia
ASEAN Sambut Rencana Myanmar Lepaskan Tahanan Politik
SEAN hanya mencatat bahwa Myanmar telah menggelar pemilu bertahap hingga Januari yang menempatkan mantan kepala militer Min Aung Hlaing sebagai presiden.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 07 Mei 2026
ASEAN Sambut Rencana Myanmar Lepaskan Tahanan Politik
Indonesia
Masyarakat Rentan Miskin Bertambah, Cak Imin Minta Warga Bersabar
"Akan ada saatnya kita bergerak untuk mengatasi yang rentan miskin. Sabar, kita akan terus bekerja keras."
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 28 April 2026
Masyarakat Rentan Miskin Bertambah, Cak Imin Minta Warga Bersabar
Dunia
Keluarga Geng Judol China Minta Maaf Sebelum Dieksekusi Mati di Myanmar
11 terdakwa dari keluarga Ming dan 4 terdakwa dari keluarga Bai dijatuhi hukuman mati sejak 2025. Eksekusi mati mereka dilakukan akhir Januari 2026 lalu.
Wisnu Cipto - Kamis, 12 Februari 2026
Keluarga Geng Judol China Minta Maaf Sebelum Dieksekusi Mati di Myanmar
Indonesia
Kasus Anak Bunuh Diri di Ngada, Gubernur NTT: Kami Gagal Urus Kemiskinan
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, merasa gagal usai seorang anak bunuh diri karena tak mampu bersekolah.
Soffi Amira - Kamis, 05 Februari 2026
Kasus Anak Bunuh Diri di Ngada, Gubernur NTT: Kami Gagal Urus Kemiskinan
Indonesia
BPS Laporkan Jumlah Penduduk Miskin dan Ketimpangan Turun Tipis di 2025
Jumlah penduduk miskin pada September 2025 sebesar 23,36 juta orang, menurun 0,49 juta orang terhadap Maret 2025 dan menurun 0,70 juta orang terhadap September 2024.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 05 Februari 2026
 BPS Laporkan Jumlah Penduduk Miskin dan Ketimpangan Turun Tipis di 2025
Indonesia
Tali Nilon dan Surat Pendek, Kronologis Kisah Pilu Bocah SD Bunuh Diri Tak Bisa Beli Alat Sekolah di NTT
Korban YBR merupakan anak bungsu dari lima bersaudara. Sejak usia satu tahun diasuh neneknya karena sang ibu harus bekerja sebagai petani dan buruh serabutan.
Wisnu Cipto - Rabu, 04 Februari 2026
Tali Nilon dan Surat Pendek, Kronologis Kisah Pilu Bocah SD Bunuh Diri Tak Bisa Beli Alat Sekolah di NTT
Berita
Kubu Pro Junta Militer Menang Pemilu, Kuasi 86 Persen Kursi Parlemen
Parlemen Myanmar, yang terdiri atas dua majelis, memiliki jumlah total kursi sebanyak 664, tetapi dengan 25 persen kursi dialokasikan untuk perwira militer.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 31 Januari 2026
Kubu Pro Junta Militer Menang Pemilu, Kuasi 86 Persen Kursi Parlemen
Indonesia
Junta Gelar Pemilu Pertama Sejak Kudeta Militer Pada 2021
Sebanyak 102 kota kecil melakukan pemungutan suara pada fase pertama pemilihan. Fase kedua dan ketiga akan diadakan pada 11 dan 25 Januari,
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 29 Desember 2025
Junta Gelar Pemilu Pertama Sejak Kudeta Militer Pada 2021
Bagikan