MERAHPUTIH.COM — NEGOSIATOR Amerika Serikat menuju Pakistan pada Senin (20/4). Mereka akan menggelar pembicaraan lanjutan untuk mengakhiri perang dengan Iran. Namun, Iran menyatakan Teheran untuk saat ini tidak berencana berpartisipasi.
Dalam unggahan di media sosial, Presiden AS Donald Trump mengatakan perwakilannya akan tiba di Islamabad pada Senin malam. Gedung Putih kemudian menyatakan Wakil Presiden AS JD Vance akan memimpin delegasi tersebut. Seperti dilansir BBC, seorang pejabat Gedung Putih mengonfirmasi delegasi itu akan mencakup penasihat Trump, Steve Witkoff dan Jared Kushner, yang juga hadir dalam pembicaraan sebelumnya.
Dalam unggahan yang sama, Trump kembali mengancam akan menghancurkan fasilitas energi dan jembatan Iran jika tidak tercapai kesepakatan. Trump juga mengatakan angkatan laut mencegat dan mengambil alih sebuah kapal tanker Iran yang mencoba melewati blokade AS, dengan melubangi ruang mesin kapal tersebut dalam prosesnya.
Trump bahkan menuduh Iran melanggar gencatan senjata, dengan mengatakan lebih banyak kapal komersial telah diserang Iran di Selat Hormuz.
Baca juga:
Sebuah badan maritim Inggris melaporkan dua kapal komersial diserang di selat tersebut pada Sabtu. Menteri Luar Negeri Iran mengatakan pada Jumat bahwa selat tersebut akan dibuka. Namun, tak lama kemudian Trump mengumumkan blokade laut AS terhadap pelabuhan Iran akan tetap diberlakukan hingga tercapai kesepakatan. Sejak saat itu, Iran mengatakan selat tersebut kembali ditutup.
Laporan di media Iran selama akhir pekan menunjukkan bahwa Iran terus mengerjakan rencana untuk kemungkinan memberlakukan tarif pada kapal-kapal yang melintasi selat tersebut. Meskipun demikian, belum jelas apakah langkah itu akan diterapkan.
Iran belum Memastikan Kehadiran
Di lain sisi, Teheran belum mengonfirmasi kehadiran dalam perundingan dengan AS. Media pemerintah Iran melaporkan para pejabat tidak akan berpartisipasi selama blokade AS masih berlangsung.
Televisi pemerintah Iran, mengutip pejabat yang tidak disebutkan namanya, melaporkan kelanjutan dari apa yang disebut blokade laut, pelanggaran gencatan senjata, dan retorika ancaman AS memperlambat kemajuan dalam mencapai kesepakatan.
Pembicaraan terakhir kedua belah pihak berlangsung sekitar 21 jam dan gagal mencapai kesepakatan damai, dengan Washington dan Teheran masih memiliki perbedaan besar dalam isu-isu utama termasuk program nuklir Iran.(dwi)
Baca juga: